Harapanrakyat.com,- Kabupaten Ciamis kembali menjadi magnet bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam hal pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kali ini, rombongan Pemerintah Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, datang langsung untuk melakukan studi tiru ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis yang menjadi rujukan nasional.
Wali Kota Subulussalam, M. Rasyid, menyampaikan kekagumannya terhadap tata kelola ZIS di Kabupaten Ciamis ini. Menurutnya, Ciamis merupakan salah satu daerah dengan pengelolaan zakat terbaik di Indonesia, di mana pemanfaatannya sangat dirasakan oleh umat dan nilainya terus meningkat setiap tahun.
”Kami datang lengkap bersama pengurus Sekretariat Baitul Mal Kota Subulussalam untuk belajar. Banyak potensi daerah kami yang ingin ditingkatkan, terutama terkait zakat dan infak,” ujar M. Rasyid saat ditemui usai kunjungan.
Baca Juga: Ciamis Jadi Rujukan Nasional, Tata Kelola Zakat Diakui BAZNAS RI
M. Rasyid menjelaskan, studi tiru ini mencakup seluruh aspek penghimpunan, mulai dari tingkat masyarakat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan. Ia juga menyoroti adanya perbedaan regulasi yang ingin diselaraskan (matching) antara sistem di Ciamis dan Aceh.
Di Aceh, pengelolaan zakat berada di bawah lembaga bernama Baitul Mal dengan aturan khusus (Qanun). Salah satu tantangan di Aceh adalah dana infak yang dihimpun harus masuk terlebih dahulu sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) sehingga penyalurannya memerlukan pengawasan DPR setempat.
Sementara di Ciamis yang dikelola BAZNAS, dana infak bisa langsung disalurkan kepada yang berhak setelah dipungut.
”Satu contoh supaya lebih jelas. Iya, di sini (Ciamis) infaknya langsung bisa begitu kita pungut, langsung bisa kita bagikan. Sedangkan di kita tidak boleh. Kami dianggap itu sebagai pemasukan daerah (PAD). Maka keluar itu harus diawasi sama DPR. Nah ini kan, hanyalah mau kita matching kan. Maka sudah banyak kabupaten/kota datang ke Kabupaten Ciamis, ini luar biasa menurut kami. Terima kasih,” ucapnya.
BAZNAS Ciamis Sebut Program Unggulan yang Jadi Rujukan Nasional
Menanggapi kunjungan tersebut, Ketua BAZNAS Ciamis, Lili Miftah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, terutama kepada Wali Kota Subulussalam yang berkenan turun langsung memimpin rombongan.
Lili mengungkapkan, program unggulan seperti Infaq Desa milik Ciamis kini menjadi role model yang dilirik secara nasional. Kabupaten Ciamis mampu memaksimalkan potensi infak dari bawah.
”Secara nasional, yang namanya Infaq Desa itu baru ada di Ciamis. Bahkan daerah lain umumnya menggunakan pola Jakarta SR, sedangkan bagi kita, pola itu hanya menyumbang sepertiga dari total penghimpunan. Sisanya bergerak dari infak masyarakat yang prinsipnya dari dan untuk masyarakat,” katanya.
Lili menambahkan, lewat gerakan menghimpun koin-koin kecil dari masyarakat ini, BAZNAS Ciamis mampu mengonversinya menjadi bantuan nyata seperti program rutilahu (rumah tidak layak huni) dan bantuan sosial lainnya. Komitmen ibadah ini sejalan dengan penegasan zakat sebagai rukun Islam yang ketiga.
Baca Juga: Akademisi Soroti Instruksi ZIS Wali Kota Banjar, Perbedaan Harga Emas dan Nisab Dipertanyakan
”Sebelum kedatangan perwakilan dari Aceh, BAZNAS Ciamis juga telah menerima kunjungan dari Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
7
















































