Ilmuwan ciptakan HyperMillenium mengundang decak kagum di dunia astronomi. HyperMillenium itu sendiri merupakan simulasi kosmologi terbesar dari tim ilmuwan internasional. Tim ilmuwan tersebut dipimpin peneliti asal Tiongkok.
Baca Juga: Peluruhan Vakum Palsu, Kiamat Kosmik yang Hancurkan Alam Semesta dalam Sekejap
Keberadaan HyperMillenium tentu jadi sejarah baru. Adanya simulasi ini tentu bukan tanpa tujuan. Untuk informasi selengkapnya tentang terobosan baru di dunia astronomi tersebut, bisa perhatikan ulasan lengkapnya di bawah ini.
Ilmuwan Ciptakan HyperMillenium dan Visualisasinya
Sebagai simulasi alam semesta, tentu pecinta astronomi tertarik untuk mengetahui bagaimana visualisasi HyperMillenium ini. Simulasi ini sendiri menggambarkan alam semesta dengan bentuk kubus berukuran raksasa. Dimensi simulasi alam semesta tersebut sangat luar biasa.
Bagaimana tidak, kubus virtual tersebut memiliki sisi-sisi dengan panjang sampai 12 miliar tahun cahaya. Lalu di bagian dalamnya bisa menemukan 4,2 triliun partikel materi gelap yang juga virtual. Partikel tersebut saling berinteraksi satu sama lainnya.
Dalam proses rekonstruksi simulasi ini sendiri turut mencangkup rentang waktu hingga 10 miliar tahun lamanya. Proses tersebut mulai dari momen sesaat sesudah ledakan besar atau terkenal dengan istilah Big Bang. Kemudian simulasi tersebut melacak transisi materi sampai membentuk struktur berukuran raksasa seperti gugus galaksi dan galaksi.
Tujuan Pembentukan HyperMillenium
Ilmuwan memiliki tujuan tersendiri kenapa ciptakan HyperMillenium. Rupanya proyek ambisius tersebut dirancang secara khusus sebagai instrumen digital canggih. Tujuannya untuk membantu tim peneliti dalam memahami bagaimana proses evolusi alam semesta.
Baca Juga: Program Viking NASA Disorot, Ilmuwan Serukan Peninjauan Ulang
Saat menggunakan simulasi tersebut, tentu penelitiannya bisa berlangsung lebih mendalam. Tak mengherankan karena simulasinya menunjukkan gambaran visual sekaligus data presisi tentang perubahan kosmos seiring berjalannya waktu. Hal ini tentu bisa mengungkap berbagai informasi menarik tentang alam semesta.
Manfaat Terciptanya HyperMillenium
Selain memiliki tujuan, HyperMillenium juga menyuguhkan berbagai manfaat bagi kalangan penelitian. Adapun salah satu manfaatnya yaitu HyperMillenium tersebut memungkinkan tim peneliti untuk bereksperimen secara detail. Penelitian tersebut awalnya dianggap mustahil sebelum ada simulasi ini.
Alasannya karena tim peneliti bisa memutar balik waktu dengan simulatif. Karena hal itu, tim peneliti bisa menelusuri bagaimana asal-usul terbentuknya galaksi tertentu. Hal inilah yang turut jadi alasan kenapa simulasi alam semesta tersebut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak di dunia astronomi.
Kelebihan HyperMillenium
Ilmuwan ciptakan HyperMillenium sebagai terobosan baru di dunia astronomi ini tentu memiliki banyak kelebihan. Karena keunggulan tersebut, teknologi ini bisa dalam meneliti alam semesta secara virtual. Lantas apa saja kelebihannya?
Memiliki Tingkat Resolusi Tinggi
Salah satu kelebihannya yaitu simulasi ini mempunyai tingkat resolusi tinggi. Baik itu resolusi gaya maupun akurasi waktunya. Bahkan jauh lebih tinggi daripada berbagai proyek sebelumnya.
Karena tingkat resolusinya tinggi, tentu tim ilmuwan ciptakan HyperMillenium agar lebih mudah untuk mempelajari bagaimana struktur kosmik langka. Saat mempelajarinya, ilmuwan tak akan kehilangan detail statistik secara akurat. Penelitian pun bisa memberikan hasil lebih memuaskan dan optimal.
Bisa Menghasilkan Katalog Data Detail
Keunggulan lainnya yang melekat pada simulasi ini rupanya bisa menghasilkan katalog data secara detail. Hal ini tak lain karena integrasi modal fisika dalam pembentukan galaksi. Katalog data ini sendiri berisikan informasi penting tentang tingkat kecerahan, posisi maupun karakteristik fisik unik tiap galaksi.
Tim peneliti memanfaatkan data ini untuk mempelajari materi gelap maupun energi gelap di alam semesta. Oleh sebab itu, penggunaan simulasi ini juga berperan penting dalam mendukung misi observasi luar angkasa di masa depan. Salah satunya yaitu misi Euclid dari Badan Antariksa Eropa.
Memiliki Spesifikasi Mengesankan
Proyek dari kalangan peneliti ini memiliki spesifikasi mengesankan. Baik itu dari segi teknis maupun sumber daya komputasinya. Adapun spesifikasinya mencakup pemakaian perangkat lunak PhotoNS dan pemanfaatan kekuatan hingga 10.000 kartu akselerator. Sementara waktu komputasinya sampai 100 juta jam inti CPU maupun 10 juta jam di akselerator khusus.
Baca Juga: Pencipta Teori Kosmologi dan Perkembangannya dari Masa ke Masa
Tak bisa kita pungkiri bahwa ilmuwan ciptakan HyperMillenium dengan tujuan tersendiri. Penggunaan HyperMillenium tersebut juga memberikan banyak manfaat di dunia astronomi. Saat ciptakan HyperMillenium pun, ilmuwan tidak sembarangan dalam membenamkan spesifikasi teknis maupun sumber daya komputasinya. Proses mempelajari alam semesta jadi terasa lebih mudah dan praktis berkat simulasi virtual tersebut. (R10/HR-Online)

4 hours ago
7

















































