AFC Hapus Piala Asia U-23 di Tahun Non-Olimpiade, Kerugian Besar Bagi Timnas Indonesia?

1 week ago 29

Kabar mengejutkan datang dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang resmi memutuskan untuk menghapus gelaran Piala Asia U-23 pada edisi tahun non-Olimpiade. Keputusan ini kemungkinan akan berdampak signifikan pada agenda dan jam terbang Timnas U-23 Indonesia di masa depan. AFC mengambil kebijakan baru ini guna meningkatkan standar organisasi dan kualitas kompetisi.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Skuad Garuda Siap Jamu Vietnam

Mulai tahun 2028, ajang Piala Asia U-23 hanya akan digelar setiap empat tahun sekali, tepatnya pada tahun yang bersamaan dengan kualifikasi Olimpiade. Dengan demikian, edisi Piala Asia U-23 2026 mendatang akan menjadi turnamen terakhir di luar kalender Olimpiade.

Penghapusan ini menjadi “kabar buruk” bagi pengembangan pemain muda di kawasan Asia, termasuk Indonesia. Sebab, selama ini ajang tersebut menjadi wadah utama bagi para talenta muda, untuk mengasah mental dan kemampuan di level internasional sebelum naik kelas ke tim senior.

Apa Dampak AFC Hapus Piala Asia U-23 di Tahun Non-Olimpiade?

Keputusan AFC ini menuai perhatian, karena dinilai membatasi panggung bagi pemain kategori umur. Bagi Timnas Indonesia, yang belakangan menunjukkan tren positif di kelompok umur. Sehingga, dengan tidak adanya turnamen di tahun non-Olimpiade, berarti hilangnya kesempatan emas untuk mencatatkan prestasi. Selain itu juga, memperbaiki peringkat di level kontinental secara rutin.

Baca Juga: Drawing Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Kemungkinan Berada di Grup Neraka

Sebagai perbandingan, pada edisi Piala Asia U-23 2024 lalu, Garuda Muda berhasil mencatatkan sejarah dengan menembus babak semifinal. Namun, dengan format baru nanti, tim asuhan pelatih tim nasional tidak lagi memiliki kompetisi resmi AFC sebagai jembatan kompetitif di sela-sela siklus empat tahunan Olimpiade.

Hingga saat ini, pihak PSSI belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah antisipasi untuk mengisi kekosongan agenda tersebut. Sejumlah pihak menyarankan agar federasi lebih aktif dalam mencari turnamen persahabatan berkualitas. Atau bisa juga memaksimalkan agenda FIFA Matchday bagi tim kelompok umur.

Baca Juga: Jay Idzes hingga Kevin Dicks Beri Dukungan pada John Herdman, Target 8 Besar Piala Asia 2027

Dengan adanya perubahan regulasi dari AFC yang menghapus gelaran Piala Asia U-23 pada edisi tahun non-Olimpiade ini, manajemen Timnas Indonesia dituntut untuk lebih kreatif. Terutama, dalam menyusun program jangka panjang agar regenerasi pemain tidak terhambat akibat minimnya kompetisi resmi. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |