Black hole phoenix A berada di sudut gelap dalam alam semesta. Keberadaannya tersembunyi di black hole supermasif, sempat mencatat peristiwa ledakan energi super besar. Ledakan kuatnya ini bahkan melampaui supernova hingga semburan energi dari quasar. Ilmuwan pun menyebutnya sebagai ledakan super terbesar sejak Big Bang.
Baca Juga: Astronom Temukan Lubang Hitam Gaia BH1 di Dekat Bumi
Mengenal Black Hole Phoenix A Berikut Ledakan Supernya
Ledakan phoenix A menjadi fenomena luar biasa yang menunjukkan dahsyatnya kekuatan lubang hitam. Catatan peristiwa ini membawa wawasan baru soal bagaimana objek ekstrem bisa mempengaruhi lingkungan dalam skala kosmik. Berikut informasi detail mengenai phoenix A dan ledakan supernya.
Apa itu Phoenix A?
Pada dasarnya, phoenix A merupakan sebuah nama yang dikhususkan untuk lubang hitam supermasif di pusat Phoenix Cluster. Wilayah ini merupakan gugus galaksi super besar dan padat. Di mana, gugus tersebut terletak kurang lebih sekitar 5.7 miliar tahun cahaya dari bumi, berada di konstelasi phoenix.
Ledakan phoenix A pernah jadi sorotan tim astronom sebab menghasilkan ledakan terbesar yang tercatat dalam pengamatan. Bahkan, ledakan ini disebut paling kuat sejak Big Bang. Kabarnya, lubang hitam tersebut mampu melepaskan semburan energi, membuat rongga besar di sekitarnya.
Ledakan tersebut terdeteksi oleh teleskop sinar-X. Misalnya saja XMM-Newton dan Chandra X-ray Observatory yang menunjukkan bekas letusan dari pusat gugus galaksi.
Menariknya, ledakan black hole phoenix A bukan hanya luar biasa lantaran ukurannya. Tapi juga bisa mempengaruhi lingkungan kosmik di sekitarnya. Hal ini memberikan wawasan baru untuk melihat bagaimana lubang hitam bisa mempengaruhi evolusi galaksi berikut struktur alam semesta.
Besar Kekuatan Ledakan Phoenix A
Ledakan phoenix A memiliki spesifikasi yang sangat kuat, bahkan sulit dibayangkan dengan logika. Para astronom memperkirakan jika pelepasan energi ini mencapai 10^61 erg. Hal ini sangat luar biasa, mengingat supernova biasa hanya memiliki energi sekitar 10 triliun kali lebih kecil. Artinya, ledakan phoenix A setara dengan ledakan ratusan supernova secara bersamaan.
Baca Juga: Penemuan Black Hole Terbesar, 30 Miliar Lebih dari Matahari
Sebagai informasi, ledakan super pada phoenix A tidak terjadi dalam kondisi singkat. Namun, ledakan ini berlangsung perlahan selama ratusan juta tahun. Seolah-olah, lubang hitam tersebut secara terus-menerus memompa energi besar ke luar angkasa.
Biasanya, ledakan phoenix A menghasilkan rongga besar yang menyelimuti galaksi phoenix. Rongga ini berukuran 1.5 juta tahun cahaya, cukup besar untuk menampung sekitar 15 galaksi berukuran seperti Bima Sakti.
Dampak Ledakan Phoenix A
Ledakan dahsyat dari phoenix A menjadi rekor dalam dunia astronomi. Ledakan ini tercatat memberikan dampak besar terhadap lingkungan kosmik. Energi luar biasa tersebut mempengaruhi pembentukan bintang, gas antar galaksi, bahkan juga evolusi galaksi dalam gugus Phoenix Cluster.
Sebagai gambaran, ledakan black hole phoenix A menyebabkan terlambatnya pembentukan bintang baru. Sebab, ledakan memanaskan gas di antara galaksi gugus phoenix, sehingga mencegah menggumpal dan mendingin menjadi bintang. Hal ini dikenal sebagai proses ketika lubang hitam bisa mempengaruhi laju evolusi galaksi melalui pancaran energi atau materi.
Saking dahsyatnya, ledakan black hole phoenix A juga membentuk rongga besar di dalam gas panas. Hal ini mengganggu keseimbangan termal di galaksi dan keseimbangan gravitasinya. Akibatnya, perpindahan materi skala besar berlangsung dan membentuk pola aliran gas unik. Hal tersebut mempengaruhi perkembangan galaksi dalam jutaan hingga milyaran tahun mendatang.
Bagaimanakah Kondisi Phoenix A Kini?
Setelah mencatat ledakan energi terbesar dalam sejarah, para ilmuwan terus melakukan pengamatan terkait phoenix A. Salah satunya adalah pengamatan menggunakan sinar-X dan radio. Lewat pengamatan tersebut, para ilmuwan menduga bahwa phoenix A sudah jauh lebih tenang ketimbang pada pucak aktivitasnya.
Namun, bukan berarti phoenix A sudah sepenuhnya mati. Sebab, lubang hitam ini masih menunjukkan tanda-tanda terjadinya aktivitas, meskipun tidak dalam skala ledakan dahsyat seperti sebelumnya.
Baca Juga: Penemuan Lubang Hitam NGC 4945 Oleh Para Ilmuwan Astronomi
Secara keseluruhan, black hole phoenix A memiliki siklus aktif dan tidak aktif. Kondisi ini bergantung pada seberapa banyak gas, bintang atau materi debu yang masuk ke cakram akresinya. Ketika banyak materi yang jatuh, maka black hole phoenix A bisa aktif dan menyebabkan semburan energi besar. Sementara ketika pasokan materinya menipis, aktivitasnya pun juga ikut menurun. (R10/HR-Online)

1 day ago
8

















































