Aturan Baru TikTok Affiliate 2026, Kebijakan Keranjang Kuning Diperketat Berantas Konten Kualitas Rendah 

1 week ago 38

harapanrakyat.com,- Aturan baru TikTok Affiliate yang diterapkan per 19 Januari 2026 membuat para konten kreator harus berpikir dua kali. Pasalnya, pembaruan besar-besaran terhadap kebijakan monetisasi ini fokus terhadap aturan keranjang kuning yang semakin ketat.

Perubahan ini dilakukan untuk memberantas konten spam dan video berkualitas rendah yang belakangan ini membanjiri beranda pengguna media sosial. Tak hanya itu, banyak juga konten yang menyematkan tautan produk yang tidak relevan. Dengan adanya peraturan terbaru ini, kreator yang gagal beradaptasi dengan regulasi baru berisiko mengalami pembatasan fitur keranjang kuning.  

Syarat dan Aturan Baru TikTok Affiliate 2026

Poin utama dalam revisi kebijakan tahun 2026 ini adalah penegakan aturan orisinalitas konten yang tidak bisa ditawar lagi oleh para kreator. Algoritma TikTok kini dilengkapi teknologi AI canggih. Selain itu, AI ini mampu mendeteksi video hasil re-upload atau comotan dari platform lain dalam hitungan detik setelah diunggah.

Baca juga: Fitur GamePlan TikTok Resmi Meluncur, Hadir Khusus Bagi Pecinta Olahraga

Bahkan, akun yang terdeteksi mengunggah video kualitas rendah dan non interaktif akan terkena batasan posting konten alias konten posting limit selama 7 hari. Artinya, 7 hari ke depannya kreator hanya bisa memposting maksimal 7 video berkeranjang kuning ke depannya. 

Berdasarkan keterangan akun TikTok @tiktokaffiliate_id, konten kualitas rendah dan non interaktif yang dimaksud seperti halnya hanya menempel foto-foto produk statis di dalam video dan sedikit menambahkan lagu saja. Terlebih lagi, konten-konten yang tidak relevan dengan produk yang dipromosikan juga termasuk kategori tersebut. 

Begitu juga dengan live streaming yang hanya memutar-mutarkan produk di meja tanpa penjelasan apapun akan terkena pembatasan ini. Setelah terkena pembatasan ini, maka akun yang terkena pembatasan akan kembali normal seperti biasanya. Sehingga ini menjadi peringatan agar konten kreator tetap memperhatikan kualitas dan relevansi konten. 

Baca juga: Panduan Upload TikTok Berkualitas agar Akun Tetap Bertumbuh dan Bertahan Lama

Sebagai catatan, meski dalam konten video atau live itu muncul muka atau tidak muncul muka serta memposting dalam jumlah banyak, selagi masih memperhatikan kualitas dan relevansi masih diperbolehkan oleh TikTok.  

Kewajiban Label AI dan Batasan Durasi Live Shopping

Selain soal pembatasan keranjang kuning, TikTok juga menyoroti penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI dalam pembuatan konten promosi produk. Kreator yang menggunakan avatar AI atau suara text-to-speech robotik wajib mencantumkan label “AI-Generated Content” pada videonya secara transparan.

Jika label ini tidak dipasang, sistem akan menganggapnya sebagai upaya penipuan konsumen. Keranjang kuning pada video tersebut bisa dinonaktifkan otomatis. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ulasan produk yang diterima konsumen berasal dari pengalaman manusia nyata. Selain itu, ini memastikan bahwa ulasan bukan sekadar naskah yang dibacakan oleh mesin.

Sementara itu, bagi para live streamer, TikTok juga menerapkan aturan durasi minimal untuk menjaga fitur etalase tetap aktif selama siaran berlangsung. Selain itu, host diwajibkan untuk melakukan interaksi aktif atau berbicara di depan kamera minimal selama 60 menit. Host juga tidak boleh jeda diam yang terlalu lama (maksimal 5 menit idle).

Baca juga: Cara Overlay Foto di TikTok Lengkap dengan Fakta Menariknya

Jika sistem mendeteksi layar kosong atau host yang hanya diam mematung menampilkan produk (AFK), maka keranjang kuning akan dicabut seketika dari sesi live tersebut. Praktik live bar-bar yang hanya memutar rekaman video berulang-ulang (looping) juga menjadi target utama. Ini adalah bagian dari pembersihan sistem keamanan TikTok yang baru ini.

Kreator juga harus memperhatikan rasio konversi klik-tayang (Click Through Rate) yang sehat agar fitur afiliasi tetap bertahan di akun mereka. Namun, jika terlalu banyak orang yang mengklik keranjang kuning namun tidak ada yang membeli dalam periode lama, algoritma akan menilai konten tersebut sebagai clickbait yang menyesatkan.

Dengan adanya aturan baru TikTok affiliate tersebut, konten kreator TikTok harus bisa beradaptasi agar tetap bisa membuat konten yang berkualitas, nyata dan interaktif. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |