harapanrakyat.com,- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya mengungkap adanya laporan warga sebagai calon mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi korban penipuan terkait MBG. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan video di media sosial Facebook miliknya. Dalam video unggahannya itu terlihat tiga orang calon mitra MBG yang menjadi korban penipuan.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengonfirmasi pihaknya telah menerima audiensi dari sejumlah calon mitra Program MBG yang menjadi korban penipuan. Berdasarkan laporan tersebut, aksi penipuan ini diduga terjadi secara masif dengan jumlah korban yang tidak sedikit.
“Hari ini saya kedatangan beberapa calon mitra Program MBG yang menjadi korban penipuan. Setidaknya ada 21 orang korban dengan total kerugian yang tidak sedikit,” ungkap Sony melalui unggahan video pada Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: BGN Tambah Jam Pelajaran Gizi di Sekolah demi Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis
Modus Penipuan MBG, Calon Mitra asal Kota Banjar Tertipu Ratusan Juta Rupiah
Dalam audiensi tersebut, terungkap bahwa besaran kerugian setiap korban bervariasi, mulai dari Rp 125 juta hingga Rp 200 juta. Sony menyebutkan, hanya dari tiga orang korban saja, total kerugian sudah mencapai ratusan juta rupiah.
“Baru dari tiga orang saja sudah sekian ratus juta,” kata Sony dalam video saat menerima audiensi.
“Nama terduga sudah saya ketahui, wajahnya juga sudah saya ketahui. Kami minta ketiga calon mitra Program MBG ini untuk melapor untuk diproses penyidikan dan diproses secara hukum,” ujarnya melanjutkan.
Sony menjelaskan bahwa para pelaku umumnya menggunakan modus penawaran penjualan “titik lokasi” Program MBG.
Selain itu, oknum tersebut kerap berpura-pura memiliki kemampuan untuk meningkatkan status usulan mitra. Atau memperbaiki status kerjasama dengan mengklaim kedekatan dengan pejabat BGN.
BGN Imbau Masyarakat Waspada
Pihaknya mengimbau, seluruh masyarakat yang berkeinginan mendukung Program MBG untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang melakukan penipuan dengan menawarkan penjualan.
“Waspadai pihak-pihak tidak bertanggungjawab yang melakukan penipuan dengan menawarkan penjualan, atau dengan menawarkan harga titik lokasi,” katanya.
“Atau berpura-pura membantu meningkatkan status usulan dengan modus mengaku saudara dari pejabat. Atau mengaku sebagai pejabat BGN dengan cara menunjukkan foto bersama pejabat,” ujarnya melanjutkan.
Sony menegaskan bahwa keberadaan foto bersama pejabat sama sekali tidak menunjukkan adanya persetujuan resmi. Atau wewenang untuk melakukan tindakan diluar prosedur hukum yang berlaku.
“Foto dengan pejabat tidak berarti bahwa ada persetujuan untuk melakukan tindakan-tindakan seperti itu. Jangan ragu-ragu. Lawan penipuan yang mencoreng program yang mulia ini. Laporkan, proses hukum, dan seret para pelaku ke meja hijau,” tegasnya.
Dijanjikan Titik Koordinat Dapur MBG Melalui Jalur Cepat
Sementara itu, salah seorang korban penipuan yang terlihat dalam video tersebut, Hendri Purnomo, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya membuat laporan ke Badan Gizi Nasional terkait penipu Program MBG.
Namun begitu, ia mengaku hanya mewakili saudaranya yang tertipu oleh orang yang mengatasnamakan Program MBG dengan nilai kerugian mencapai Rp 125 juta.
Baca Juga: Jadi Korban Penipuan Digital, Saldo Rekening SPPG Pangauban Batujajar Bandung Barat Nyaris Raib
“Iya betul sudah melapor ke BGN. Tapi itu bukan saya yang menjadi korban. Saya hanya mewakili saudara saya,” kata Hendri yang juga Anggota DPRD Kota Banjar, Rabu (21/1/2026).
Lanjutnya menjelaskan, awalnya saudaranya dijanjikan titik koordinat untuk dapur MBG melalui jalur cepat pada 28 Desember 2025, oleh oknum yang mengaku memiliki relasi dengan BGN.
Akan tetapi, ditunggu sampai 5 Januari 2026 apa yang dijanjikan tidak terealisasi dengan berbagai alasan. Hingga akhirnya Hendri melaporkan kejadian tersebut ke pihak BGN agar mendapatkan solusi.
“Jadi itu dijanjikan jalur cepat oleh istilahnya broker gitu. Dijanjikan tanggal 28 Desember 2025 buka portal, tapi ditunggu nggak ada kabarnya. Kemarin sudah ada saran dari BGN agar membuat laporan,” terang Hendri. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 days ago
22

















































