harapanrakyat.com,- Warga mengeluhkan bak kontainer mobil pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Jawa Barat, yang kondisinya berlubang sehingga membuat sampah yang tengah diangkut jatuh di jalan. Warga pun merekam kondisi kontainer yang kondisinya berlubang tersebut, dan disebutnya tidak layak digunakan untuk mengangkut sampah.
Baca Juga: Perwal Baru Kota Banjar, Ubah Cara Warga Kelola Sampah
“Oh ini mobil sampah ini ceritanya nih. Ya Allah atuh bukan nambah bersih ini yang ada mah sampah teh jadi raragragan ke bawah,” ucap warga dalam video yang enggan disebut namanya.
“Kasian sopirnya kalau ada sampah yang jatuh diomelin sama warga. Apa ini mobil bak-nya layak nggak? Sok sing sabar ya semangat tim kebersihan,” katanya melanjutkan.
Tanggapan DLH Kota Banjar Terkait Mobil Pengangkut Sampah Bolong-Bolong
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala DLH Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas kondisi armada pengangkut sampah yang kondisinya berlubang karena korosi. Sehingga membuat masyarakat menjadi kurang nyaman. Selain itu, pelayanan pun menjadi kurang maksimal karena kadang sampah yang diangkut ada yang sampai tercecer di jalan.
Menurutnya, kondisi tersebut dampak dari masa pakai membuat bak kontainer mengalami korosi. Sementara untuk pemeliharaan, saat ini terkendala dengan efisiensi dan keterbatasan anggaran.
“Kami memohon maaf atas kondisi tersebut. Saat ini kami ada keterbatasan untuk memperbaiki mobil pengangkut sampah. Namun kami berupaya dengan menutup bak yang korosi itu,” kata Asep Tatang kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Solusi Sementara
Sebagai langkah antisipasi sementara, pihaknya menutup lubang-lubang pada kontainer itu dengan material, seperti triplek atau bambu. Hal itu agar dalam proses pengangkutan sampah tidak jatuh ke jalan.
Baca Juga: DKUKMP Kota Banjar Minta Bak Kontainer Sampah Disimpan Lagi di Pasar
Selain itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya juga telah melakukan kerja sama pendekatan kolaboratif dengan instansi skala besar. Sehingga, nantinya perusahaan atau instansi tersebut memiliki kontainer sampah secara mandiri. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kerja sama penanganan sampah. Mengingat persoalan lingkungan menurutnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh pihak termasuk masyarakat.
“Kita sedang kerja sama pendekatan dengan instansi skala besar supaya mereka memiliki kontainer sendiri. Toserba Pajajaran sudah punya sendiri. sekarang kami lagi pendekatan dengan PMC,” jelasnya.
Lanjutnya mengatakan, jumlah mobil armada pengangkut sampah yang ada di DLH Kota Banjar saat ini sebanyak 46 unit. Sementara untuk yang kondisi baik ada 23 unit, 15 rusak ringan, dan 8 rusak berat.
Di tengah keterbatasan dan kondisi tersebut, Asep mengajak kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah dari rumah. Hal ini agar sampah yang dibuang dan diangkut oleh petugas, benar-benar hanya kategori sampah residu.
Baca Juga: Tumpukan Sampah Diangkut Petugas, DLH Kota Banjar Jelaskan Nasib TPS Kamisama
“Sekarang ini untuk pengadaan untuk pemeliharaan sementara mobil pengangkut sampah saja kami sangat terbatas. Kami harap tahun depan akan lebih baik, walaupun tidak beli setidaknya ada untuk perbaikan,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 weeks ago
25

















































