Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 12 Agustus 2026, Benarkah Menurut Sains?

4 hours ago 4

Bumi kehilangan gravitasi 7 detik menjadi kabar yang ramai jadi perbincangan. Bagaimana tidak, baru-baru ini sebuah video viral di media sosial menyebut Bumi akan kehilangan gaya tariknya pada 12 Agustus 2026. Klaim tersebut dikaitkan dengan dokumen rahasia NASA yang disebut bocor pada 2024 lalu.

Baca Juga: Rahasia Pipa Kimberlite, Si Pembawa Berlian ke Permukaan Bumi

Isu yang beredar ini tentu saja menimbulkan kepanikan luas. Padahal, narasi ini telah terverifikasi sebagai hoaks. Klaim mengenai Bumi akan kehilangan gravitasinya tersebut rupanya juga bertentangan dengan hukum fisika dasar.

Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik yang Viral, Begini Fakta Ilmiah di Balik Isu

Isu tentang Bumi akan kehilangan gravitasi selama 7 detik tersebut pertama kali menyebar melalui video pendek. Dalam video tersebut menyebut NASA telah mengetahui peristiwa tersebut. Video itu mencatat lebih dari 60.000 likes dan dibagikan 268.000 kali di Instagram saja.

Selanjutnya, video tersebut menyebar ke TikTok, X, Facebook, Reddit, dan Threads. Pola penyebaran cepat ini sejalan dengan riset MIT Media Lab tahun 2018. Riset itu rupanya menyebut hoaks sains menyebar enam kali lebih cepat dari klarifikasi ilmiah.

Narasi yang beredar menyebut manusia dan benda akan melayang selama beberapa detik sebelum jatuh kembali ke permukaan Bumi. Klaim tersebut tidak menyertakan rujukan jurnal, laporan resmi, atau pernyataan lembaga riset mana pun. Penyebutan NASA dalam narasi ini justru menjadi daya tarik utama dalam membangun kesan kredibel.

Project Anchor dan Anggaran Fantastis

Sebagaimana melansir dari IFL Science, isu ini ada kaitannya dengan dugaan dokumen NASA bernama Project Anchor yang bocor pada November 2024 silam. Menurut klaimnya, dokumen tersebut memiliki anggaran USD 89 miliar atau sekitar Rp1.500 triliun dan memprediksi 40–60 juta korban jiwa. Angka itu bahkan terbilang “sangat rendah” dalam narasi hoaks dengan asumsi banyaknya manusia yang berada di luar ruangan.

Baca Juga: Rotasi Bumi Melambat 25 Jam, Begini Penjelasannya

Klaim tentang Bumi kehilangan gravitasi 7 detik juga menyebut proyek ini mempunyai rancangan untuk menghadapi anomali gravitasi selama tujuh detik. Hingga kini, tidak ada arsip di situs NASA, laporan Kongres AS, maupun basis data anggaran federal yang mencatat keberadaan proyek tersebut. Penelusuran kata kunci di Google Scholar, Bing, dan Yahoo juga tidak menemukan referensi ilmiah apa pun.

Pemilihan Tanggal Gerhana Matahari Total

Tanggal 12 Agustus 2026 menjadi pilihan lantaran bertepatan dengan peristiwa gerhana Matahari total. Gerhana Matahari tersebut akan terlihat dari wilayah Arktik hingga Spanyol. Fenomena ini telah diprediksi secara presisi menggunakan mekanika langit dan dipublikasikan NASA jauh hari sebelumnya. 

Gerhana Matahari sendiri merupakan peristiwa rutin yang telah tercatat sejak zaman Babilonia sekitar 700 SM. Dalam narasi konspirasi, Bumi kehilangan gravitasi 7 detik dikaitkan dengan gerhana. Sebab, fenomena ini sering diasosiasikan dengan bencana. 

Secara ilmiah, gerhana hanya menyebabkan perubahan gaya gravitasi sangat kecil akibat konfigurasi Matahari, Bulan, dan Bumi. Dampak terbesarnya hanya berupa variasi pasang surut laut beberapa sentimeter hingga meter.

Klaim Gelombang Gravitasi dan Lubang Hitam

Video viral tersebut juga mengaitkan peristiwa ini dengan perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam. Gelombang gravitasi memang nyata dan pertama kali terdeteksi pada 14 September 2015 oleh LIGO, sebagaimana terbit dalam Physical Review Letters. Namun, amplitudonya sangat kecil dan tidak mampu memengaruhi gravitasi planet.

Penelitian gelombang gravitasi berlangsung lewat kolaborasi internasional LIGO–Virgo–KAGRA, bukan NASA secara langsung. Gelombang ini hanya terdeteksi saat peristiwa kosmik ekstrem seperti tabrakan lubang hitam. Sehingga tidak bisa memprediksinya dengan tanggal serta durasi pasti. Klaim bahwa Bumi kehilangan gravitasi 7 detik akibat fenomena ini jelas bertentangan dengan fisika modern.

Bantahan NASA

NASA secara resmi membantah rumor tersebut. NASA memberikan klarifikasi melalui pernyataan kepada Snopes pada Januari 2026. Dalam klarifikasinya, NASA menegaskan gravitasi Bumi ditentukan oleh massanya, sekitar 5,97 × 10²⁴ kilogram. 

Satu-satunya cara agar gravitasi hilang adalah jika Bumi kehilangan inti, mantel, kerak, lautan, dan atmosfernya secara bersamaan. NASA juga menegaskan bahwa gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026 tidak akan memiliki dampak luar biasa terhadap gravitasi. Hukum Newton dan teori relativitas umum Einstein menyatakan gravitasi bukan sakelar yang bisa dimatikan lalu dinyalakan kembali. 

Baca Juga: Bagian Bumi Tanpa Zona Waktu, Ternyata Faktanya Mengejutkan

Dengan demikian, klaim Bumi kehilangan gravitasi 7 detik hanyalah rekayasa yang memanfaatkan ketidaktahuan publik terhadap sains. Verifikasi fakta dari Snopes, IFL Science, dan berbagai media sains menunjukkan tidak ada satu pun bukti valid yang mendukung narasi tersebut. Akun media sosial yang pertama kali menyebarkan isu Bumi akan kehilangan gravitasi 7 detik bahkan tidak bisa mengaksesnya lagi. Kesimpulannya, isu ini sepenuhnya hoaks dan tidak memiliki dasar ilmiah maupun astronomi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |