harapanrakyat.com,- Platform paling menguntungkan sering menjadi topik bagi konten kreator yang baru akan memulai terjun di media sosial. Apalagi mereka mempertimbangkan platform mana yang yang paling cepat menghasilkan uang saat mereka berkarya di sana.
Hal tersebut terbilang wajar. Pasalnya, kreator memerlukan modal dan kuota untuk terus berkarya. Terlebih, banyak platform media sosial yang bisa menjadi pilihan, terutama yang familiar di Indonesia.
Sebagaimana kita ketahui, tiga raksasa media sosial seperti Facebook Pro (Meta), TikTok, dan YouTube masing-masing menawarkan karakter unik dalam hal Monetisasi.
Baca juga: Tips Konten Kreator Pemula Modal HP Kentang agar Bisa Cuan, Pahami Ini Dulu sebelum Terjun
Uniknya, ada platform yang menyerupai lari sprint, cepat tetapi melelahkan. Sementara itu ada pula yang mirip maraton, menuntut napas panjang namun memberikan hasil besar di akhir. Dari kondisi ini, perlu pemahaman yang mendalam mengenai medan persaingan agar kreator pemula dapat memilih strategi yang tepat.
Bagaimana Memilih Platform Medsos Paling Menguntungkan?
Sebelum menentukan, ada baiknya memahami terlebih dahulu tiga platform besar yang ada di Indonesia, seperti halnya TikTok.
Platform ini terkenal dalam hal kemudahan viralitas. Algoritma TikTok sangat ramah bagi pendatang baru, sehingga akun dengan nol pengikut pun dapat membuat videonya ditonton jutaan orang dalam semalam.
Akan tetapi, persoalan pendapatan murni berbeda. Di Indonesia, kreator yang hanya mengandalkan pendapatan dari hasil tayangan video di TikTok cenderung mendapatkan nominal kecil dan tidak stabil. Sementara Kreator TikTok pemula justru memperoleh penghasilan utama mereka dari berjualan melalui keranjang kuning (Affiliate) atau menerima saweran selama sesi Live Streaming.
Sehingga, TikTok memang menjadi lokasi tercepat untuk meraih ketenaran dan berdagang, akan tetapi platform ini kurang ideal jika Anda murni mengandalkan uang dari penonton tanpa memiliki kemampuan menjual.
Kedua, YouTube. Sebagaimana kita tahu, YouTube memiliki karakter yang berbeda dari TikTok. Syarat masuknya terbilang sulit, karena kreator harus mengejar 1000 subscriber dan ribuan jam tayang, dan mencapai viralitas juga tidak mudah.
Meskipun demikian, YouTube memegang takhta tertinggi untuk urusan bayaran iklan atau AdSense. Keunggulan platform ini terletak pada ketahanan konten jangka panjang. Menariknya, pengguna dapat mengunggah video tiga tahun lalu dan masih menghasilkan uang hari ini karena penonton mencarinya melalui mesin penelusuran.
Baca juga: Keuntungan Facebook Pro untuk Konten Kreator Pemula yang Harus Diketahui
Sebagai gambaran mudahnya, YouTube menyerupai investasi properti yang mana proses pembangunannya sulit di awal dan bisa berbulan-bulan tanpa bayaran. Akan tetapi ketika sudah berjalan, uang mengalir deras dan stabil sebagai tabungan masa depan.
Karena itu, platform ini jelas tidak ideal bagi mereka yang mengharapkan pendapatan cepat dalam hitungan minggu.
Alternatif Platform
Kehadiran Facebook yang sebelumnya hanya berupa akun profile dan fanspage atau halaman, kini Meta menghadirkan mode profesional. Fitur terbaru untuk konten kreator ini membuat platform ini disebut kuda hitam. Pasalnya, selain karena sedang naik daun, juga menjadi jalan tengah yang cukup ideal bagi kreator pemula.
Menariknya, Facebook Pro memberikan keseimbangan antara kemudahan viralitas seperti TikTok dan kestabilan bayaran yang mendekati YouTube. Sementara alasan utamanya, Facebook rata-rata audiens Facebook berusia dewasa. Mereka, cenderung lebih nyaman menonton video berdurasi panjang di atas tiga menit dan lebih toleran terhadap iklan, sehingga membuat nilai iklan di sana sering kali lebih baik.
Dari gambaran tiga platform raksasa di atas, apabila kita membandingkan secara spesifik Monetisasi Facebook Pro, TikTok murni dari tayangan video, Facebook sering unggul dalam hal bayaran. Pasalnya, kreator di Facebook Pro tidak dipaksa berjualan, mereka dapat menghasilkan uang dari iklan yang menyela video (In-Stream Ads) atau bahkan hanya dari jumlah like dan komentar pada foto melalui fitur Bonus Kinerja.
Meski begitu, kreator harus menyesuaikan pemilihan platform dengan gaya dan kemampuan masing-masing. Sehingga, jika Anda tipe orang yang luwes berbicara di depan kamera dan piawai berdagang, sebaiknya kejar komisi di TikTok. Apabila Anda seorang pemikir yang menyukai riset mendalam dan sabar membangun aset masa depan, YouTube menjadi pilihan yang tepat.
Namun, jika Anda adalah pemula yang ingin cepat menghasilkan uang dari jumlah tayangan tanpa perlu repot mengedit video rumit atau menjual produk, Facebook Pro menawarkan opsi paling masuk akal dan menjanjikan saat ini.
Lagi-lagi, keputusan memilih platform mana yang paling menguntungkan untuk memulai terjun di dunia konten, kembali lagi kepada masing-masing individu dengan menyesuaikan kemampuan dan konsistensi konten kreator dalam memproduksi karya digital. (Muhafid/R6/HR-Online)

10 hours ago
9

















































