Cerita John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia yang Mulai Berkarir Sejak Usia 17 Tahun

3 hours ago 5

‎harapanrakyat.com,- John Herdman resmi menjadi pelatih baru Timnas Indonesia setelah diperkenalkan oleh PSSI di Jakarta pada pertengahan Januari 2026 lalu. Pelatih asal Inggris ini hadir membawa kisah inspiratif tentang dedikasi yang ia mulai jauh sebelum terkenal di dunia sepak bola.

‎Dalam sesi wawancara perdananya, pelatih berusia 50 tahun ini mengungkapkan bahwa ia telah terjun ke dunia kepelatihan sejak usia 17 tahun. Keputusan ini ia ambil karena merasa kemampuannya sebagai pemain tidak cukup kompetitif untuk mencapai level profesional. 

‎Alih-alih menyerah pada sepak bola, ia justru memilih jalur di balik layar dengan gairah yang ia sebut sebagai “kepribadian obsesif.”

Baca Juga: Peserta FIFA Series 2026 Sudah Diumumkan, Siapa Lawan Timnas Indonesia?

‎”Saya mulai melatih di usia 17, meraih kualifikasi pertama di usia 18, dan sudah mengantongi lisensi UEFA saat masih 20 tahun,” ujar mantan pelatih Timnas Kanada tersebut dikutip 20 Januari 2026.

‎Rekam jejaknya pun bukan sembarangan, ia merupakan pelatih pertama di dunia yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari negara yang sama (Kanada) menembus putaran final Piala Dunia.

Jejak Pelatih Baru Timnas Indonesia di Kanada dan Misinya di Indonesia

‎Jika kita melihat prestasi suksesnya di Kanada, ada perbedaan mencolok antara apa yang sudah ia capai dengan apa yang harus ia kerjakan di tanah air. Di Kanada, Herdman mengukir sejarah sebagai pelatih pertama yang membawa tim putra (2022) dan tim putri (2015) ke putaran final Piala Dunia. 

Kini, tugas serupa menantinya di Indonesia. PSSI telah memberikan target jangka panjang yang sangat ambisius, yaitu membawa Skuad Garuda menembus Piala Dunia 2030.

Baca Juga: Profil Bulgaria, Kandidat Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

‎Salah satu bukti kejeniusan Herdman adalah kemampuannya mendongkrak posisi Kanada dari peringkat 94 ke posisi 33 dunia. Itu dilakukan Herdman hanya dalam beberapa tahun. Di Indonesia, tantangannya jauh lebih berat. Ia harus memulai dari peringkat di luar 100 besar (saat ini sekitar posisi 122). Bahkan ia juga harus berusaha membuat Timnas Indonesia menembus 100 besar dalam waktu singkat.‎

‎Selama melatih Kanada, Herdman sangat sukses di level turnamen, termasuk meraih dua medali perunggu Olimpiade. ‎Sementara itu, di Indonesia, ia menghadapi ekspektasi publik yang sangat tinggi untuk segera memutus “kutukan”. Ia juga diharapkan membawa Timnas Indonesia juara Piala ASEAN (AFF) 2026 yang sudah lama didambakan.

Baca Juga: Adu Gengsi Pilar Garuda di Serie A, Jay Idzes Bersiap Hadapi Emil Audero dalam Derbi Indonesia

‎Herdman memiliki rekam jejak kemenangan yang sangat tinggi, yakni mencapai 62,07%. Namun, mempertahankan statistik ini di Asia Tenggara bukan hal mudah. John Herdman harus segera beradaptasi dengan cuaca, budaya sepak bola Asia, serta menyatukan komunikasi antara pemain lokal dan pemain diaspora. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |