harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Sumedang meminta seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan seiring curah hujan yang masih tinggi dan terjadi hampir merata di sejumlah wilayah. Kondisi cuaca tersebut dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menegaskan, kesiapsiagaan harus menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Menurutnya, hujan dengan durasi panjang dan intensitas sedang hingga lebat dapat meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Baca Juga: Puluhan Sekolah di Sumedang Masuk Program Revitalisasi 2026, Perbaikan Menyeluruh
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya yang bermukim di daerah rawan longsor, sekitar bantaran sungai, dan kawasan dengan sistem drainase yang kurang optimal,” kata Dony dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Selain meningkatkan kewaspadaan, Bupati juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan. Ia mengingatkan agar warga tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air karena dapat menghambat aliran air dan memperparah potensi banjir saat hujan deras.
“Permasalahan banjir sering kali dipicu oleh saluran air yang tersumbat. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Bupati Sumedang Ingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan di Tengah Curah Hujan Tinggi
Di tengah musim hujan, Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Cuaca lembap dan intensitas hujan tinggi, menurutnya, dapat meningkatkan risiko penyakit seperti flu, diare, hingga demam berdarah.
“Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati meminta seluruh perangkat daerah, mulai dari camat, lurah, hingga kepala desa, untuk terus memantau kondisi wilayah masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BPBD, Dinas Kesehatan, aparat kewilayahan, serta relawan kebencanaan.
“Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan tanda-tanda awal potensi bencana, seperti munculnya retakan tanah, pohon yang berisiko tumbang, atau meningkatnya debit air sungai, agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan kesiapan personel, peralatan, dan prosedur penanganan darurat dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Baca Juga: Diduga Dampak Retakan Pasca Gempa Sumedang, Dapur dan Kamar Mandi Rumah Warga di Hegarmanah Ambruk
“Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus dilakukan. Ini sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan warga selama musim hujan,” pungkasnya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

8 hours ago
7

















































