harapanrakyat.com,- Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat sebanyak 27.768 Warga Negara Indonesia (WNI) telah berhasil dipulangkan ke tanah air dari berbagai kondisi darurat di luar negeri. Seperti konflik bersenjata hingga online scam.
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyampaikan data tersebut dalam pernyataan pers tahunan yang berlangsung di Gedung Kemlu, Jakarta, pada Rabu (14/1/2026).
Angka kepulangan yang masif ini mencerminkan dinamika stabilitas global yang penuh tantangan selama satu tahun terakhir.
Baca Juga: Viral Minta Pulang! Tujuh Warga Tasikmalaya Diduga Jadi Korban TPPO di Kamboja, Pemkab Surati BP3MI
Kementerian Luar Negeri Evakuasi WNI dari Situasi Sulit
Proses pemulangan puluhan ribu warga Indonesia tersebut akibat berbagai faktor krusial yang mengancam keselamatan mereka.
Menlu Sugiono merinci bahwa para WNI dievakuasi dari berbagai situasi sulit. Mulai dari zona konflik bersenjata hingga korban kejahatan lintas negara.
“Sepanjang 2025, Indonesia telah memulangkan 27.768 warga negara Indonesia dari berbagai situasi krisis. Mulai konflik bersenjata sampai kejahatan transnasional, seperti judi daring dan online scam,” papar Sugiono.
Tren kejahatan berbasis digital seperti penipuan daring kini menjadi salah satu ancaman baru yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah, selain masalah keamanan konvensional.
Apresiasi untuk Diplomat dan Perwakilan RI
Dalam kesempatan tersebut, Sugiono yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Gerindra, memberikan penghormatan tinggi kepada seluruh jajaran perwakilan diplomatik Indonesia di mancanegara.
Baca Juga: Polri Ungkap 600 WNI Terjebak Sindikat Online Scam di Kamboja, Begini Kondisinya
Ia menilai keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras para petugas Kementerian Luar Negeri yang berada di garda terdepan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum. Maupun keselamatan yang menimpa WNI.
Meskipun banyak dari upaya penyelamatan ini tidak terekspos secara luas ke publik, Sugiono menegaskan bahwa hal tersebut merupakan bukti nyata pemerintah senantiasa hadir bagi rakyatnya.
“Saudara-saudara mungkin tak terlihat dan mungkin tidak terdengar. Namun percayalah, apa yang saudara-saudara semua lakukan menunjukkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia hadir untuk melindungi warga negaranya dimanapun berada,” tegasnya.
Komitmen Perlindungan di Masa Depan
Baca Juga: Rentan Terpapar Konten Negatif, Pemerintah Harus Berikan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Upaya perlindungan ini tidak hanya terbatas pada pemulangan massal dari zona krisis. Berdasarkan informasi tambahan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga terus memberikan pendampingan bagi kasus-kasus spesifik. Seperti pendampingan bagi anak WNI yang terpapar ideologi radikal di Yordania.
Selain itu, pemerintah masih menghadapi tantangan komunikasi dalam memantau kondisi WNI di wilayah rawan seperti Iran. Pemerintah Indonesia terus mematangkan persiapan evakuasi jika situasi semakin memburuk.
Langkah-langkah ini memperkuat dedikasi Kemlu dalam memastikan keselamatan setiap warga negara yang berada di luar batas wilayah kedaulatan Indonesia. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 weeks ago
33

















































