Deden Maulana, Pegawai KKP Korban Pesawat Jatuh Dimakamkan di Garut 

6 days ago 20

harapanrakyat.com,- Almarhum Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi salah satu korban kecelakaan pesawat di Gunung Balusaraung, Sulawesi Selatan, akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan secara kedinasan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mekarwangi, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sukaweing, Kabupaten Garut, pada Kamis (22/1/2026) sore.

Sejak pagi hari, suasana duka menyelimuti rumah keluarga almarhum. Sejumlah staf KKP bersama pihak keluarga telah melakukan berbagai persiapan, termasuk gladi penghormatan terakhir di sekitar liang lahat. Prosesi tersebut menjadi bentuk penghargaan negara atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di lingkungan KKP.

Baca Juga: Dikira Boneka, Penemuan Mayat Pria di Sungai Cipamulihan Garut Ternyata Warga Sirnagalih yang Sempat Hilang

Sosok Deden Maulana, Pegawai KKP Korban Pesawat Jatuh di Sulsel

Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum Deden Maulana akan terlebih dahulu dibawa ke masjid terdekat untuk disolatkan. Salat jenazah akan diikuti oleh keluarga besar, kerabat, serta warga sekitar yang turut berduka atas kepergian almarhum.

Juru bicara keluarga sekaligus paman almarhum, Jejen Jaelani, mengungkapkan bahwa Deden merupakan sosok yang membanggakan bagi keluarga. Sejak lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM), almarhum langsung mengabdikan diri sebagai pegawai di KKP dan menjalani profesi tersebut dengan penuh dedikasi.

Baca Juga: Nyaris Dijadikan PL di Kalimantan, Dua Gadis Garut Diselamatkan Polisi

“Tanah kelahirannya memang di sini, jadi sudah sepantasnya almarhum dimakamkan di Garut. Almarhum telah mengabdi di KKP sekitar 20 tahun lebih dan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga,” ujar Jejen saat ditemui di rumah duka.

Menurut Jejen, semasa hidup almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, ramah, dan mudah bergaul dengan siapa saja. Meski duka mendalam dirasakan keluarga, mereka tetap bangga karena almarhum wafat saat menjalankan tugas negara.

“Pasti kami sangat kehilangan, tetapi keluarga juga bangga karena almarhum meninggal dalam tugas. Beliau orangnya ramah, sering pulang ke Garut saat libur panjang atau lebaran,” tambahnya.

Baca Juga: Tak Tunggu Pemerintah, Warga Cikelet Garut Perbaiki Jembatan Cisitu Secara Swadaya

Prosesi pemakaman secara kedinasan akan digelar sesaat setelah jenazah tiba di Garut. Seluruh rangkaian penghormatan terakhir telah dipersiapkan oleh staf KKP di TPU Mekarwangi sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |