Detail Nebula Helix menjadi salah satu topik penting dalam kajian nebula planet karena kedekatannya dengan Bumi. Objek luar angkasa ini tercatat dengan nama ilmiah NGC 7293. Nebula ini berada di konstelasi Aquarius dengan jarak rata-rata 650 tahun cahaya atau sekitar 200 parsec.
Baca Juga: Double Cluster di Perseus, Pesona Gugus Bintang di Langit Malam
Nebula Heliks terbentuk dari sisa evolusi bintang bermassa rendah hingga menengah. Bintang pusatnya kini berstatus katai putih dengan suhu lebih dari 100.000 Kelvin. Proses ini terjadi sekitar 10.600 tahun lalu menurut kajian NASA dan ESA.
Detail Nebula Helix sebagai Nebula Planet Terdekat dari Bumi
Karl Ludwig Harding pertama kali mengamati Nebula Heliks pada tahun 1824. Observasi berlangsung di Observatorium Göttingen menggunakan teleskop reflektor 8,5 inci. Pada era tersebut, cukup sulit mengenali objek ini karena kecerahannya rendah dan ukurannya sangat luas.
Dalam katalog modern, Nebula Heliks termasuk dalam klasifikasi nebula planet. Istilah nebula planet tidak berkaitan dengan planet secara fisik. Penamaan ini muncul pada abad ke-18 karena bentuknya menyerupai cakram planet saat diamati dengan teleskop kecil.
Ilmuwan lantas mulai memahami perincian Nebula Helix secara lebih baik setelah era teleskop luar angkasa. Data penting berasal dari Teleskop Hubble pada 19 November 2002. Waktu paparan mencapai 4,5 jam menggunakan instrumen ACS/WFC.
Struktur Fisik dan Morfologi Gas
Nebula Heliks memiliki diameter sudut sekitar 25 hingga 27 menit busur. Ukuran fisiknya kemungkinan besar mencapai 5,1 tahun cahaya. Cincin utamanya saja berdiameter hampir 2 tahun cahaya menurut laporan Space Telescope Science Institute.
Struktur nebula ini tidak benar-benar berbentuk lingkaran. Penelitian menunjukkan bentuk aslinya adalah silinder gas yang mengarah ke Bumi. Orientasi inilah yang menciptakan ilusi visual seperti mata raksasa.
Detail Nebula Helix mengungkap adanya dua cakram gas yang hampir saling tegak lurus. Analisis ini mendapat dukungan dari data inframerah dari teleskop VISTA dan Spitzer. Menurut perkiraan, sudut kemiringan cakramnya mendekati 90 derajat.
Simpul Komet dan Kandungan Material
Melansir dari Constellation Guide, salah satu ciri unik Nebula Heliks adalah keberadaan simpul komet. Simpul ini berupa gumpalan gas dan debu molekuler. Jumlahnya bahkan mencapai 40.000 globul berdasarkan observasi NOAO dan ESA.
Setiap simpul komet memiliki ukuran sebanding dengan tata surya. Massa beberapa globul bahkan mendekati massa Bumi. Struktur ini terlindungi oleh debu sehingga mampu bertahan dari radiasi ultraviolet bintang pusat.
Detail Nebula Helix juga menunjukkan distribusi globul pada jarak 2,2 hingga 6,4 menit busur dari pusat. Asal data ini ialah dari pengamatan Teleskop Subaru tahun 2007. Simpul yang lebih dekat memiliki ekor lebih jelas akibat tekanan radiasi.
Julukan Mata Tuhan dan Observasi Modern
Nebula Heliks terkenal secara luas dengan julukan Mata Tuhan. Julukan ini muncul setelah publikasi citra Hubble pada November 2002. Pola warna biru, merah, dan oranye memperkuat kesan visual menyerupai mata.
Baca Juga: Tangan Kosmik Nebula MSH 15-52 dari Sisa Ledakan Supernova
Warna biru menandakan emisi oksigen terionisasi [O III]. Warna merah berasal dari hidrogen alfa dan nitrogen. Kombinasi filter F502N dan F658N digunakan untuk menghasilkan citra detail tersebut.
Detail benda astronomi ini juga semakin kuat berkat observasi inframerah Spitzer tahun 2007. Citra ini menampilkan lapisan gas dingin yang tidak terlihat pada cahaya tampak. Materi ini membentang hingga 4 tahun cahaya dari bintang pusat.
Berasal dari Lepasan Gas Kematian Bintang
Melihat detail Nebula Helix, rupanya benda luar angkasa ini terbentuk dari proses kematian bintang yang massanya tidak cukup besar seperti Matahari. Saat bahan bakarnya habis, bintang melepaskan lapisan gas luarnya dan menyisakan inti panas berupa katai putih di pusat nebula. Inti tersebut kini dikelilingi pita gas dan debu yang terus mengembang ke ruang angkasa.
Nebula ini diyakini terbentuk sekitar 10.600 tahun lalu, ketika bintang pusatnya yang dikatalogkan sebagai GJ 9785 mencapai akhir siklus hidup. Pada fase tersebut, lapisan luar bintang terlepas dan membentuk struktur nebula yang terlihat sekarang.
Mengutip dari The Planets, sebelum terciptanya Nebula Heliks, wilayah ini kemungkinan besar merupakan sebuah sistem bintang. Sistem bintang tersebut terdiri dari planet, bulan, komet, dan objek lain yang mengorbitnya. Jadi, mirip dengan tata surya.
Posisi, Data Astrometri, dan Kecerlangan
Nebula Heliks terletak pada koordinat RA 22 jam 29 menit 48,19 detik. Deklinasinya berada di -20° 49′ 25,99″. Data ini berfungsi sebagai acuan dalam katalog Hubble dan SIMBAD.
Magnitudo tampak nebula ini sekitar 7,6. Nilai ini membuatnya dapat kita amati dengan teropong besar dari Bumi. Ukuran tampaknya hampir setengah diameter Bulan purnama.
Detail Nebula Helix menjadikannya objek favorit astronom amatir dan profesional. Kedekatan relatifnya memungkinkan studi resolusi tinggi. Banyak jurnal astronomi menjadikannya referensi nebula planet standar.
Peran Ilmiah dalam Studi Evolusi Bintang
Nebula Heliks menjadi laboratorium alami untuk mempelajari kematian bintang. Ilmuwan mengamati proses pelepasan selubung gas secara langsung. Fenomena ini tertera dalam buku “Planetary Nebulae” karya Sun Kwok tahun 2000.
Nebula Heliks merupakan salah satu nebula paling terang yang bisa kita di langit. Ukurannya bahkan lebih besar dan cahayanya lebih kuat dari beberapa nebula planet dalam katalog Messier. Sebut saja Nebula Dumbbell, Nebula Cincin, Nebula Dumbbell Kecil, dan Nebula Burung Hantu. Meski demikian, nebula ini tidak tercantum dalam katalog Messier yang terbit pada 1781.
Baca Juga: Teknologi AI Berhasil Merekam Keindahan Nebula NGC 6559
Tidak tercatatnya Nebula Heliks kemungkinan karena detail bentuknya yang sangat luas dan cahayanya menyebar. Hal ini membuatnya sulit dikenali sebagai satu objek padat. Akibatnya, nebula ini tampak samar dan kurang menonjol dari objek lain. Detail Nebula Helix membantu astronom memahami masa depan Matahari. Model evolusi menunjukkan Matahari akan mengalami fase serupa dalam 5 miliar tahun. Oleh karena itu, nebula ini memiliki nilai ilmiah jangka panjang. (R10/HR-Online)

4 days ago
18

















































