harapanrakyat.com, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, terus memperkuat upaya pengendalian Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan menghadirkan layanan pemeriksaan, perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) di sejumlah puskesmas. Hingga kini, sebanyak 20 puskesmas telah siap memberikan layanan komprehensif bagi orang dengan HIV.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumedang, Surdi Sudiana mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap target nasional pengendalian HIV/AIDS tahun 2022-2030. Target itu mencakup penurunan kasus baru, pengurangan angka kematian, serta penghapusan stigma di tengah masyarakat.
Baca juga: Hapus Stigma, Kendalikan HIV; Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Berani Tes Dini
“Dari 35 puskesmas yang ada di Sumedang, 20 di antaranya sudah memiliki tenaga kesehatan terlatih untuk memberikan pengobatan dan pendampingan HIV. Sementara itu, layanan tes HIV sudah tersedia di seluruh fasilitas kesehatan,” kata Surdi, Jumat (16/1/2026).
Perluas Layanan HIV di Puskesmas
Berdasarkan data Dinkes, kasus HIV pada 2025 masih ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Sumedang. Sebaran tertinggi berada di kawasan barat dan daerah perkotaan, kemudian diikuti oleh sejumlah kecamatan di wilayah timur. “Ya, wilayah barat dan kawasan perkotaan masih menjadi daerah dengan kasus tertinggi, disusul wilayah timur,” ucapnya.
Surdi mengungkapkan, salah satu hambatan utama dalam penanganan HIV adalah stigma sosial yang masih kuat. Kondisi ini membuat sebagian orang dengan HIV memilih berobat ke puskesmas di luar wilayah tempat tinggalnya.
“Masih ada rasa takut dan malu. Padahal yang paling penting adalah mereka mau menjalani pengobatan secara rutin, di manapun tempatnya,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh tenaga kesehatan di puskesmas wajib menjaga kerahasiaan data pasien. Identitas dan kondisi kesehatan orang dengan HIV dipastikan aman dan tidak akan disebarluaskan.
Baca juga: Dinkes Ciamis Catat 93 Temuan Baru Kasus HIV, Upaya Pencegahan Terus Diperketat
Menurut Surdi, perkembangan pengobatan saat ini membuat HIV dapat dikendalikan selama pasien menjalani terapi secara berkelanjutan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“HIV memang belum bisa disembuhkan, tetapi sudah bisa dikontrol dengan obat yang diminum seumur hidup. Kami berharap masyarakat berhenti memberi stigma dan justru saling mendukung,” katanya.
Dengan semakin luasnya layanan pendampingan HIV di puskesmas, Dinkes Sumedang berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan dan pengobatan dini terus meningkat, sehingga upaya pengendalian HIV di daerah tersebut dapat berjalan lebih efektif. (Aang/R6/HR-Online)

1 week ago
27

















































