harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat membeberkan alasan pembangunan Sekolah Manusia Unggul (Maung) lebih dulu di Kabupaten Purwakarta, sebelum ke daerah lain. Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, berdasarkan arahan dari Gubernur Dedi Mulyadi, pembangunan sekolah tersebut pertama di Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Berencana Membangun Sekolah Maung 2026
Pembangunan di kawasan itu akan menggunakan lahan seluas sembilan hektare yang berasal dari Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jabar dengan skema hibah. Proses pengalihan aset dari Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jabar pun sudah selesai, sekitar dua pekan pekan ke belakang.
“Sesuai arahan Pak Gubernur kemarin, di situ akan kami jadikan Sekolah Maung, sifatnya Unit Sekolah Baru (USB). Sudah kami terima hibah lahan dari Pemkab Purwakarta, sekitar dua pekan lalu. Luas lahan sekitar sembilan hektare, lokasinya Tajug Gede Cilodong,” kata Purwanto, Rabu (21/1/2026).
Menurut Purwanto, pembangunan Sekolah Maung lebih dulu di Kabupaten Purwakarta, karena kawasan itu sudah tersedia fasilitas penunjang, seperti lapangan dan masjid besar. Kemudian, terdapat greenhouse, diorama, lahan praktik untuk pertanian dan perikanan, serta dekat dengan kawasan industri Bukit Indah City (BIC).
Baca Juga: Pemkab Sumedang Memulai Pembangunan Sekolah Rakyat Senilai Rp 290 Miliar
“Iya di Purwakarta dulu, karena fasilitasnya menunjang, ada lapangan, masjid besar, lahan untuk praktik pertanian dan perikanan, greenhouse juga. Terus dekat dengan kawasan industri BIC. Kami melihat potensi itu,” ucapnya.
Penjajakan ke Daerah Lain untuk Membangun Sekolah Maung
Meski pembangunan pertama di Kabupaten Purwakarta, saat ini Disdik Jabar sedang menjajaki ke daerah lain seperti, Cisarua di Kabupaten Bogor. Kemudian, terdapat opsi satu Sekolah Maung di kawasan aglomerasi seperti di Cirebon Raya. Tetapi untuk sementara fokusnya di Kabupaten Purwakarta terlebih dahulu.
“Kami akan melihat ke daerah lain juga, kemarin sudah ke Cisarua, ada lahannya. Daerah lain yang memiliki potensi juga bisa kami kembangkan. Tapi kami coba dulu yang kemarin (Kabupaten Purwakarta),” ucapnya.
Purwanto menyebut, Sekolah Maung ini tidak harus membangun gedung dari awal tetapi bisa meningkatkan sekolah yang sudah ada. Namun, hal itu masih dalam tahap pengkajian oleh Disdik Jawa Barat terlebih dahulu.
“Kalau yang di Purwakarta sekolah baru. Bisa upgrade sekolah yang sudah ada, tapi harus ada kajian dulu nantinya,” tuturnya.
Lebih lanjut Purwanto menambahkan, Sekolah Maung yang berada di Kabupaten Purwakarta ini akan mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2026/2027. Sementara sasaran pelajar bisa dari berbagai macam daerah. Pemerintah daerah pun bisa mengirimkan siswa berprestasi untuk menimba ilmu di Sekolah Maung.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang Dimulai, Proyek Rp234 Miliar Ditarget Rampung Juni 2026
“Mulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Siswanya bisa dari berbagai daerah. Kabupaten dan kota bisa mengirimkan siswa berprestasi ke Sekolah Maung. Pak Gubernur kemarin ingin anak-anak yang berprestasi, salah satunya di bidang olahraga,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 week ago
24

















































