harapanrakyat.com,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menegaskan mereka siap menindaklanjuti arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq mengenai larangan penggunaan insinerator. DLH memastikan akan mengkaji opsi teknologi pengolahan sampah lain yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga: DLH Jawa Barat Tegaskan Tak Pakai Insinerator untuk Olah Sampah
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan pihaknya mengikuti arahan Menteri LHK soal larangan penggunaan insinerator dalam penanganan limbah. Kemudian, DLH juga terus mengkaji teknologi untuk pengolahan sampah yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, Ai juga memastikan DLH akan memberikan pembinaan kepada daerah yang selama ini menggunakan insinerator. Sebagai contoh, daerah tersebut adalah Kota Bandung dan wilayah lain di Jawa Barat.
Larangan Penggunaan Insinerator di Jabar
Ai menambahkan, DLH Jawa Barat tentu patuh dan mengikuti arahan pemerintah mengenai larangan operasional insinerator. Ia merasa perlu mempertegas hal ini. Hal itu dilakukan untuk meluruskan narasi di media yang menyebut Jawa Barat masih memakai insinerator karena belum ada larangan resmi.
Karena itu, fokus DLH saat ini adalah mengoptimalkan upaya pengurangan sampah di daerah dan menggencarkan edukasi. Menurutnya, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga ke hilir.
Ai mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan kajian mendalam tentang teknologi pengolahan sampah lain yang lebih ramah lingkungan. Menyusul arahan menteri tentang larangan insinerator, pihaknya harus bergerak cepat mencari alternatif yang sesuai. Termasuk alternatif teknologi yang lebih efisien dan aman.
Sebagai gantinya, sambung Ai, pihaknya mempertimbangkan beberapa opsi teknologi. Antara lain mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R), composting skala kawasan, dan pengolahan energi dari sampah.
“Kapasitas serta skala pengolahan menjadi pertimbangan utama agar penerapan teknologi baru ini berjalan efektif di wilayah Jawa Barat,” tegasnya melalui rilis yang diterima Harapan Rakyat Online, Kamis (22/1/26).
Baca juga: DLH Jawa Barat Cari Solusi Pengolahan Sampah Seusai Ada Arahan Tak Gunakan Mesin Incinerator
Meskipun teknologi menjadi bagian penting dari solusi, Ai menilai akar persoalan sampah sebetulnya berada di hulu. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif dari masyarakat dalam memilah dan mengurangi produksi sampah sejak dari sumbernya.
Upaya di sektor hulu ini dinilai jauh lebih efektif untuk menekan timbulan sampah, khususnya yang berasal dari rumah tangga, sebelum masuk ke tahap pengolahan akhir.
Menurutnya, kebijakan pusat yang semakin ketat kini menghadapkan Pemprov Jabar pada tantangan ganda. Tantangan tersebut adalah mencari teknologi pengolahan yang aman sekaligus memastikan adanya perubahan perilaku masyarakat. Dengan demikian, persoalan sampah tidak hanya diselesaikan di hilir, terutama setelah adanya larangan penggunaan insinerator Jawa Barat. (Reza/R6/HR-Online)

1 week ago
37

















































