Panggung sepak bola terbesar di Asia Tenggara bersiap memulai babak barunya. Jakarta terpilih menjadi saksi bisu penentuan nasib negara-negara ASEAN dalam seremoni pengundian grup (drawing) Piala AFF 2026. Pelaksanaan pengundian akan berlangsung pada Kamis, 15 Januari 2026, pukul 16.00-17.00 WIB, di Studio RCTI, Jakarta Barat.
Baca Juga: PSSI Bocorkan Lawan Indonesia di FIFA Series 2026, Ujian Perdana John Herdman
Agenda sakral ini tidak hanya sekadar rutinitas kompetisi. Namun juga menjadi monumen peringatan tiga dekade berjalannya turnamen paling bergengsi di kawasan ini.
Edisi kali ini membawa nuansa yang berbeda. Memasuki usia ke-30 sejak pertama kali digulirkan pada 1996, turnamen kini bertransformasi menjadi ASEAN Hyundai Cup 2026. Kemitraan strategis dengan raksasa otomotif Hyundai menandai evolusi kompetisi menuju level yang lebih modern dan komersial.
Presiden AFF, Khiev Sameth menegaskan, bahwa edisi 2026 adalah tonggak sejarah yang sangat krusial. Dalam keterangannya, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap loyalitas basis penggemar sepak bola di Asia Tenggara yang menjadi ruh kompetisi ini selama 30 tahun terakhir.
Baca Juga: Sosok Cesar Meylan yang Jadi Asisten John Herdman, Prestasi Bukan Kaleng-Kaleng
“ASEAN Hyundai Cup adalah kompetisi sepak bola internasional premier di Asia Tenggara. Kami dengan bangga mengonfirmasi bahwa pelaksanaan tahun ini bertepatan dengan peringatan 30 tahun turnamen, sebuah tonggak penting dalam evolusinya,” ujar Khiev Sameth.
Drawing Pot Resmi Piala AFF 2026
Seremoni selama satu jam ini akan menentukan peta persaingan 11 tim terbaik ASEAN yang akan berlaga di putaran final pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 mendatang.
Namun, di balik kemeriahan sebagai tuan rumah drawing, Timnas Indonesia justru dibayangi awan mendung. Skuad Garuda harus menerima kenyataan pahit dengan menempati Pot 3. Posisi tersebut secara teoritis menempatkan Indonesia sebagai tim non-unggulan di atas kertas.
Posisi ini merupakan konsekuensi logis dari kegagalan tragis pada Piala AFF 2024. Kala itu, langkah Indonesia terhenti di fase grup setelah hanya mampu mengemas empat poin dari empat pertandingan. Penurunan performa tersebut membuat koefisien Indonesia merosot tajam, hingga harus rela berada di bawah bayang-bayang Malaysia dan Singapura.
Konsekuensi berada di Pot 3 drawing Piala AFF 2026 sangatlah nyata. Indonesia berpeluang besar terjebak dalam “Grup Neraka”. Skenario terburuk adalah bertemunya Indonesia dengan raksasa Vietnam atau Thailand dari Pot 1, serta rival abadi Malaysia atau Singapura dari Pot 2. Jika skenario ini terjadi, “Derby Melayu” kontra Malaysia diprediksi akan kembali menjadi partai hidup mati yang emosional di fase grup.
Berikut adalah peta kekuatan berdasarkan pembagian pot yang akan menjadi acuan dalam undian nanti. Di Pot 1 ada Vietnam dan Thailand. Kemudian 2 ada Malaysia dan Singapura. Selanjutnya Pot 3 dihuni Indonesia dan Filipina. Lalu Pot 4 ada Kamboja dan Myanmar. Sedangkan Pot terakhir dihuni Laos, Brunei Darussalam/Timor Leste.
Baca Juga: Jadi Tuan Rumah FIFA Series 2026, Timnas Indonesia Tanpa Dua Pemain Andalan
Kini, nasib dan langkah awal Skuad Garuda sepenuhnya bergantung pada bola-bola drawing atau undian Piala AFF 2026 di Jakarta. Apakah ini akan menjadi pengulangan sejarah kelam, atau justru momentum bagi Indonesia untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka masih merupakan kekuatan utama di Asia Tenggara? Seluruh mata pecinta sepak bola nasional kini tertuju pada Studio RCTI untuk menanti jawaban tersebut. (Adi/R5/HR-Online)

2 weeks ago
19

















































