Fakta di Balik Viral Dugaan Upaya Penculikan Anak di Tasikmalaya, Ternyata Pelaku Depresi

1 week ago 32

harapanrakyat.com,- Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan seorang pemuda dikepung oleh warga karena diduga melakukan upaya penculikan anak di Tasikmalaya, Jawa Barat. Namun, setelah polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut, terungkap fakta sebenarnya mengenai kondisi pelaku tersebut.

Peristiwa ketegangan ini terjadi di Kampung Babakandadap, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Kamis malam, 15 Januari 2026.

Video tersebut mendadak viral setelah akun Instagram @tasikundercover membagikan momen saat warga yang emosi menginterogasi pelaku.

Baca Juga: Viral Pemuda Berkacamata di Tasikmalaya Diamankan Warga, Diduga Terkait Percobaan Penculikan Anak

Dalam rekaman yang beredar luas, tampak seorang pemuda yang mengenakan kacamata dan kaos hitam tengah dikerumuni massa karena diduga hendak melakukan upaya penculikan anak.

Berdasarkan keterangan Iptu Jajang Kurniawan selaku Kasi Humas Polres Tasikmalaya, insiden bermula saat korban berinisial R sedang berada di teras rumahnya. Terduga pelaku tiba-tiba datang dan mencoba menggenggam tangan korban.

Meskipun korban berhasil lari ke dalam rumah, pelaku tetap merangsek masuk dan mengejarnya. Beruntung, orang tua korban segera bertindak mencegah aksi tersebut dan warga sekitar membantu untuk mengamankan pelaku, sebelum menyerahkan ke Polsek Mangkubumi.

Dugaan Upaya Penculikan Anak di Tasikmalaya dan Kondisi Psikologis Terduga Pelaku

Setelah dilakukan pemeriksaan, teridentifikasi bahwa pria tersebut adalah AMM, warga Kampung Gargadung, Kelurahan Cigantang.

Pihak keluarga memberikan klarifikasi bahwa AMM tidak memiliki niat jahat, melainkan sedang mengalami masalah kesehatan mental yang serius.

Baca Juga: Kelompok Bermotor Berulah di Kota Tasikmalaya, Aksinya Viral di Medsos

Menurut keterangan orang tuanya, terduga pelaku sedang mengalami depresi berat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi psikologis inilah yang diduga memicu perilaku aneh pelaku di lokasi kejadian hingga menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Massa menduga AMM akan melakukan upaya penculikan anak.

Penyelesaian Secara Kekeluargaan

Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian membantu proses mediasi antara keluarga korban dan keluarga pelaku. Mengingat kondisi kesehatan mental AMM, orang tua korban memutuskan untuk tidak menuntut secara hukum.

Baca Juga: Penculikan Penjual Cireng asal Garut Sudah Direncanakan Para Pelaku, Ini Faktanya!

“Pihak korban dan pihak terduga pelaku telah bersepakat menyelesaikan proses hukum secara kekeluargaan,” terang Iptu Jajang Kurniawan, Jumat (16/1/2026).

Masalah ini akhirnya diselesaikan melalui jalur kekeluargaan dengan difasilitasi oleh Kapolsek Mangkubumi. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |