Fakta Menarik Seputar Temuan Gas Nikel dalam Komet 31/Atlas

6 hours ago 6

Belum lama ini, dunia astronomi kembali ramai oleh temuan gas nikel dalam komet 31/Atlas. Sebelumnya, komet tersebut populer sebagai C/2019 Q4 (Atlas). Para ilmuwan berhasil mendeteksi objek antarbintang baru tersebut ketika melintasi lingkungan kosmik Bima Sakti. Hasil temuan membawa beberapa fakta menarik untuk diulas lebih dalam. Langsung saja, berikut pembahasannya. 

Baca Juga: Penelitian Tentang Inti Bulan yang Padat Seperti Besi

Temuan Gas Nikel dalam Komet 31/Atlas Cukup Membingungkan Para Ilmuwan

NASA dan European Southern Observatory (ESO) akhirnya berhasil mengkonfirmasi terkait temuan gas nikel dalam komet. Kabarnya, gas nikel ini berasal dari luar sistem tata surya. Keberadaannya cukup membingungkan, sebab menentang pemahaman para ilmuwan di bidang astronomi. 

Hasil temuan gas nikel dalam komet menimbulkan pertanyaan besar. Terlebih soal pemahaman para ilmuwan tentang komet dan kimia ruang angkasa. Belum lagi, hasil temuan ini tidak jauh dari matahari. Di mana, suhu tersebut seharusnya terlalu dingin untuk ukuran proses sublimasi yang membutuhkan suhu ekstrim. 

Perdebatan Objek Temuan

Kemunculan objek 31/Atlas menimbulkan perdebatan di kalangan peneliti. NASA menyebut objek tersebut sebagai komet. Sementara beberapa ilmuwan menduga bahwa objek ini adalah teknologi milik alien. 

Dugaan tersebut menyebutkan bahwa persentase teknologi berkaitan dengan alien sekitar 30 hingga 40 persen. Hal ini merupakan argumen dari Universitas Harvard, yakni Profesor Abraham Avi Loeb. Bukan sembarang tuduhan, sebab dugaan berdasarkan anomali yang ditunjukan oleh objek 31/Atlas.  

Berdasarkan pengamatan, objek 31/Atlas jauh lebih besar dari komet antarbintang. Keanehan ini didukung fakta bahwa komet seharusnya tidak bisa diamati dari bumi, terlebih pada titik terdekatnya dengan matahari. Belum lagi, gumpalan gas di sekitar objek ternyata mengandung banyak nikel daripada besi. Identifikasi tersebut semakin menambah keindahan objek dengan perilaku yang tidak biasa. 

Temuan Gas Nikel Bukan Debu

Ada beberapa fakta menarik terkait temuan gas nikel dalam komet 31/Atlas yang cukup membingungkan para ilmuwan. Pertama, hasil temuan gas nikel bukan berupa debu pada umumnya. Padahal, komet seharusnya mengandung logam berat dengan bentuk yang padat, baik berupa debu ataupun butiran. 

Baca Juga: Ketahui Penemu Planet Pluto dan Sejarahnya

Biasanya, nikel padat bisa berubah menjadi gas dengan suhu yang sangat ekstrim. Oleh sebab itu, kebanyakan gas ini hanya ditemukan di dekat matahari. Menariknya, temuan gas nikel justru terdeteksi di komet 3I/Atlas. Padahal, objek tersebut adalah area yang sangat dingin dan berada jauh dari posisi matahari di dalam tata surya. 

Kecepatan Sublimasi Luar Biasa

Para ilmuwan mendapatkan wawasan baru atas penelitian pada objek komet 3I/Atlas. Objek antar bintang yang pertama terdeteksi setelah Oumuamua ini ternyata memiliki proses sublimasi yang jauh lebih cepat. Bahkan, prosesnya sendiri jauh lebih efisien daripada komet di dalam tata surya. Hasil temuan tersebut menunjukkan bahwa komposisi kimia komet sangat berbeda dari objek komet lokal yang sering diamati. 

Lebih lanjut, komet 3I/Atlas bisa dikatakan sebagai anomali objek antarbintang. Sebab, penemuan gas nikel dalam komet 31/Atlas justru menambah misteri baru. Di mana, objek antarbintang tersebut melanggar aturan kimia dan fisika yang sudah dipelajari di dalam tata surya. 

Peningkatan Kecepatan Ketika Mendekati Bumi

Selain menemukan gas nikel, para ilmuwan juga berhasil menunjukan perilaku aneh dari komet 31/Atlas. Berdasarkan pengamatan, objek memiliki peningkatan kecepatan yang tidak biasa ketika mendekati bumi. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pelepasan gas non-gravitasi yang sangat kuat. Misteri ini semakin menambah teka-teki menarik mengenai komet 31/Atlas.

Sebagai informasi, hasil temuan gas nikel dalam komet memberikan ilmu baru yang sangat penting dalam dunia astronomi. Sebab, hasil temuan ini memaksa para ilmuwan untuk kembali melakukan evaluasi ulang pada model komet. Selain itu, ilmuwan juga harus melakukan identifikasi, bagaimana logam berat bisa berinteraksi di lingkungan ruang angkasa yang terkenal sangat ekstrim. 

Baca Juga: Tabrakan Bumi dan Theia, Disinyalir Jadi Pemicu Terbentuknya Bulan

Penemuan gas nikel dalam komet 31/Atlas membuka kemungkinan bahwa komet antarbintang mungkin saja terbentuk dari lingkungan yang cenderung berbeda. Misalnya saja terbentuk di dekat bintang yang lebih panas. Bahkan, bisa saja objek antarbintang ini mengandung senyawa kimia untuk melepaskan nikel pada suhu lebih rendah dari perkiraan. Misteri terkait penemuan gas nikel dalam komet 31/Atlas ini bisa jadi jembatan awal untuk mengungkap berbagai fenomena astronomi menarik yang belum diketahui sebelumnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |