harapanrakyat.com,- Pertunjukan alam semesta di langit senantiasa memikat perhatian publik. Banyak pihak menantikan fenomena gerhana yang akan terjadi sepanjang tahun 2026.
Ada beberapa fakta menarik mengenai fenomena langit yang belum terungkap sepenuhnya. Kita perlu membedah apa saja yang akan berlangsung di angkasa dan mengapa puncak peristiwa utamanya justru baru muncul pada tahun berikutnya.
Fenomena Gerhana 2026 di Indonesia
Para pengamat langit di Indonesia harus menerima kabar kurang menyenangkan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengonfirmasi data dari NASA bahwa dua gerhana Matahari yang terjadi pada tahun 2026 tidak akan tampak dari wilayah Nusantara.
Baca juga: Manfaat Gerhana Bulan Bagi Lingkungan dan Manusia
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa jalur bayangan Bulan untuk kedua fenomena tersebut berada sangat jauh dari kepulauan Indonesia.
Jalur pengamatan untuk kedua gerhana ini melintasi lokasi yang spesifik. Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 akan berlangsung di sekitar Antartika dan Afrika Selatan. Sementara itu, Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 akan terjadi di wilayah Arktik, Amerika Utara, dan Eropa.
Meskipun tahun 2026 menyajikan beberapa fenomena langit, para astronom justru paling menantikan gerhana Matahari yang akan muncul 2 Agustus 2027. Mereka menjuluki peristiwa ini sebagai “gerhana abad ini”. Fenomena ini akan menjadi gerhana matahari total dan terlama pada abad ke-21, yang mana fase totalitasnya diperkirakan mencapai 6 menit dan 23 detik.
Baca juga: Gerhana Matahari Langka Akan Terjadi di Indonesia, Ini Lokasinya!
Sementara jalur totalitasnya melintasi kawasan Eropa Selatan, Afrika Utara dan Timur Tengah. Titik durasi terlama gerhana berada di dekat Mesir. Skala peristiwa ini sangat besar sehingga penggemar astronomi dari berbagai penjuru dunia mulai merencanakan perjalanan menuju jalur totalitas, menjadikan Mesir sebagai destinasi utama bagi para pemburu gerhana.
Dr. Emily Lawson, astronom dan pengamat gerhana sebagaimana dari Floo Bits, menyebutkan bahwa momen ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan fenomena alam di luar angkasa sekali seumur hidup.
Gerhana Bulan Total 2026
Meski begitu, ada kabar baik datang untuk pengamat di Indonesia. Walaupun kita melewatkan gerhana Matahari, masyarakat Indonesia akan dapat menyaksikan salah satu dari empat gerhana besar tahun 2026, yakni Gerhana Bulan Total pada hari Jumat, 3 Maret 2026.
Baca juga: Gerhana Matahari Ring of Fire, Fenomena Alam yang Langka
Masyarakat dapat mengamati fenomena ini dari seluruh wilayah Tanah Air karena berlangsung pada malam hari waktu Indonesia. Momen tersebut memungkinkan kita menikmati keindahan bulan yang memerah, sebuah peristiwa yang sering dijuluki sebagai ‘Bulan Darah’ (Blood Moon).
Secara ringkas, tahun 2026 menawarkan aktivitas fenomena gerhana yang tinggi, tetapi Indonesia hanya mendapat kesempatan menyaksikan Gerhana Bulan Total. Dua gerhana matahari akan melintasi belahan Bumi lain, sementara gerhana abad ini yang sesungguhnya baru tiba pada 2027. Setiap gerhana, terlepas dari apakah kita dapat menyaksikannya atau tidak, mengingatkan kita pada presisi alam semesta yang luar biasa. (Muhafid/R6/HR-Online)

1 week ago
33

















































