Fosil ikan purba Myllokunmingia menjadi salah satu temuan paling penting dalam kajian evolusi vertebrata awal. Temuan fosil spesies purba ini berasal dari periode Kambrium Awal yang berlangsung lebih dari 500 juta tahun lalu. Penelitian modern juga menunjukkan bahwa spesies kecil ini menyimpan banyak petunjuk tentang asal-usul sistem penglihatan.
Baca Juga: Penemuan Fosil Hominid di Maroko Diduga Jadi Leluhur Awal Manusia Modern
Fosil Ikan Purba Myllokunmingia dari Chengjiang dan Misteri Empat Mata Kambrium
Ilmuwan menemukan fosil Myllokunmingia di Formasi Chengjiang, Provinsi Yunnan, China. Lokasi ini terkenal sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2012. Lapisan batuan di wilayah tersebut berusia sekitar 518 hingga 525 juta tahun.
Penemuan pertama dilaporkan oleh Shu, Zhang, dan Han pada 1999. Fosil tersebut berasal dari serpih Maotianshan yang terkenal kaya akan biota laut purba. Situs ini hanya mencakup beberapa mil persegi, tetapi nilainya sangat besar secara ilmiah.
Usia dan Posisi Evolusioner Myllokunmingia
Myllokunmingia hidup pada Kambrium Awal, sekitar 524 juta tahun silam. Periode ini juga terkenal sebagai masa ledakan Kambrium. Banyak filum hewan modern mulai muncul pada era tersebut.
Ikan ini sering disebut sebagai salah satu vertebrata paling awal di Bumi. Beberapa peneliti masih menggolongkannya sebagai chordata basal. Meski begitu, ciri craniata pada fosilnya cukup jelas.
Ciri Fisik dan Ukuran Tubuh
Panjang tubuh Myllokunmingia sekitar 28 mm dengan tinggi 6 mm. Ukurannya kecil, tetapi struktur anatominya kompleks. Fosil ini juga menunjukkan kepala yang terdefinisi dengan baik.
Tengkoraknya diduga tersusun dari kartilago. Tidak terdapat tanda biomineralisasi pada spesimen. Hal ini mirip dengan ikan modern seperti lamprey dan juga hagfish.
Struktur Mata yang Tidak Biasa
Penelitian lanjutan terhadap fosil ikan purba Myllokunmingia mengungkap struktur visual yang mengejutkan. Spesies ini ternyata memiliki empat mata yang berfungsi. Dua mata utama berada di sisi kepala.
Baca Juga: Temuan Fosil Nenek Moyang Kura-kura Hutan Asia Berevolusi di Eropa
Dua mata tambahan terletak di bagian tengah wajah. Analisis resolusi tinggi juga menemukan melanosom pada struktur tersebut. Melanosom merupakan pigmen khas mata vertebrata.
Bukti Fungsi Penglihatan Aktif
Keempat mata Myllokunmingia diyakini mampu menangkap cahaya. Peneliti juga mengidentifikasi indikasi lensa primitif. Lensa ini berfungsi memfokuskan cahaya ke jaringan sensitif.
Temuan ini terbit dalam jurnal paleontologi internasional pada awal 2020-an. Data mikroskopis mendukung bahwa struktur tersebut bukan artefak fosilisasi. Ini memperkuat statusnya sebagai sistem visual aktif.
Kaitan dengan Pineal Complex
Dua mata tengah pada fosil ikan purba Myllokunmingia memiliki kemiripan dengan pineal complex. Struktur ini masih ada pada banyak vertebrata modern. Reptil dan ikan tertentu masih memiliki “mata ketiga” yang peka cahaya.
Pada manusia, struktur ini berkembang menjadi kelenjar pineal. Kelenjar tersebut berperan dalam produksi melatonin. Fungsinya berkaitan dengan ritme sirkadian dan siklus tidur.
Evolusi Fungsi dari Mata ke Regulasi Biologis
Evolusi tidak selalu menghilangkan organ yang tidak digunakan. Pada kasus Myllokunmingia, dua mata tengah mengalami alih fungsi. Tekanan seleksi alam mendorong efisiensi energi.
Biaya metabolik untuk mempertahankan banyak mata cukup tinggi. Sistem saraf juga membutuhkan pemrosesan kompleks. Akibatnya, fungsi visual tersebut berubah menjadi regulasi biologis.
Sistem Insang dan Struktur Internal
Myllokunmingia memiliki lima atau enam kantong insang. Struktur ini lengkap dengan hemibranch yang berfungsi dalam respirasi. Ini menunjukkan adaptasi terhadap lingkungan laut dangkal.
Fosil juga memperlihatkan notokorda yang memanjang hingga ekor. Saluran pencernaan terlihat jelas pada spesimen. Struktur ini menandakan organisasi tubuh yang maju.
Segmen Otot dan Sirip
Di dekat wajah fosil ikan purba Myllokunmingia terdapat sekitar 25 segmen otot atau myomeres. Pola chevron mengarah ke belakang. Pola ini umum pada vertebrata awal.
Sirip dorsal berbentuk menyerupai layar dengan ukuran sekitar 1,5 mm. Sirip pelvis kemungkinan berpasangan. Ciri ini mendukung kemampuan berenang aktif.
Spesimen Tunggal dan Holotipe
Hanya satu spesimen Myllokunmingia yang pernah ditemukan. Spesimen tersebut berstatus holotipe. Lokasinya berada di Yuanshan, Formasi Qiongzhusi.
Wilayah ini termasuk Zona Eoredlichia. Lokasinya dekat Haikou, Ercaicun, Kota Kunming. Kondisi fosil sangat baik meski bagian ekor terkubur sedimen.
Lingkungan Laut Chengjiang
Lingkungan Chengjiang pada Kambrium kemungkinan berupa laut dangkal berlumpur. Endapan lumpur cepat menutupi organisme mati. Proses ini mencegah pembusukan.
Kondisi tersebut juga mengawetkan ubur-ubur, cacing, dan spons. Keanekaragaman fosil menunjukkan ekosistem yang aktif. Myllokunmingia hidup di tengah dinamika tersebut.
Hubungan dengan Ikan Modern
Bentuk tubuh Myllokunmingia mirip dengan lamprey modern. Lamprey dan hagfish termasuk ikan tanpa rahang. Keduanya dianggap kerabat jauh spesies ini.
Kemiripan ini membantu ilmuwan memetakan evolusi vertebrata. Data anatomi dari fosil ikan purba Myllokunmingia menjadi penghubung penting. Celah antara chordata awal dan ikan modern semakin jelas.
Penemuan ini memaksa ilmuwan meninjau ulang evolusi mata. Sistem visual awal ternyata lebih kompleks dari dugaan sebelumnya. Empat mata memberikan keunggulan adaptif di laut purba.
Dalam ekosistem penuh predator, penglihatan luas sangat penting. Myllokunmingia memanfaatkan cahaya dari berbagai sudut. Hal ini meningkatkan peluang bertahan hidup.
Baca Juga: Peneliti Ungkap Penemuan Fosil Badak di Kutub Utara, Begini Ciri-cirinya
Kelenjar pineal manusia kerap disebut sisa evolusi. Temuan fosil ikan purba Myllokunmingia memperkuat hipotesis tersebut. Struktur yang dahulu melihat kini mengatur waktu biologis. Tubuh manusia menyimpan banyak jejak evolusi serupa. Studi fosil milik ikan purba Myllokunmingia membantu menjelaskannya secara ilmiah. Setiap detail kecil rupanya membawa cerita jutaan tahun lalu. (R10/HR-Online)

2 hours ago
2

















































