Gula Aren Ciamis Kian Manis, Harga Diprediksi Terus Naik Saat Ramadan

2 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Menjelang bulan suci Ramadan, harga gula aren di tingkat pengepul wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mulai menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar yang rutin terjadi setiap tahunnya menjelang bulan puasa.

Aman, salah seorang pengepul di Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai dirasakan sejak beberapa pekan terakhir.

“Awalnya kisaran Rp 15.000 per kilogram. Sekarang sudah Rp 17.500. Bahkan hari ini ada yang tembus Rp 18.000 per kilogram,” ungkap Aman kepada Harapanrakyat, Kamis (29/01/2026).

Baca Juga: Pohon Aren di Langkaplancar Pangandaran Langka Ancam Produksi Gula Aren

Aman memprediksi, harga gula aren akan terus melambung seiring mendekatnya bulan Ramadan. Berkaca pada tahun lalu, harga bahkan sempat menyentuh angka Rp 27.000 per kilogram.

“Kemungkinan saat bulan puasa nanti bisa di atas Rp 20.000 per kilogram. Tapi untuk tahun ini, kami belum bisa memastikan seberapa tinggi kenaikannya,” tambahnya.

Produksi Gula Aren Ciamis Melimpah, Pasar Meluas

Meski mengalami kenaikan harga, Aman memastikan stok gula aren di tingkat petani dan pengepul saat ini masih dalam kategori aman. Dalam satu pekan, ia mampu mengumpulkan sekitar 7 kuintal hingga 1 ton gula aren.

Menurutnya, potensi produksi di Desa Sidamulih terbilang besar. Jika dikalkulasikan dari seluruh petani, satu desa bisa menghasilkan sekitar satu ton gula aren per hari. Namun, karena sistem distribusi yang luas, stok di pasar lokal terkadang harus berbagi dengan daerah lain.

Baca Juga: Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan dan Fungsinya

“Pintu pasarnya banyak sekali. Gula dari Sidamulih ini dikirim ke Tasikmalaya, Majalengka, Cirebon, sampai Cilongok Purwokerto. Hampir di tiap RT ada satu sampai tiga pengepul, jadi peredarannya menyebar luas,” jelasnya.

Kendala Produksi dan Harapan ke Pemerintah

Aman menjelaskan tantangan utama bisnis gula aren adalah ketidakpastian jumlah produksi saat permintaan memuncak. Hal ini dikarenakan produksi sangat bergantung pada hasil sadapan air nira (cai nira) dari pohon aren milik petani.

“Gula aren asli itu tidak bisa ditarget produksinya karena tergantung hasil alam. Kalau permintaan mendadak banyak, terkadang kami kesulitan memastikan stoknya,” kata Aman.

Baca Juga: Sedih, Gula Aren Asli Khas Langkaplancar Pangandaran Makin Sulit Didapat

Melihat potensi ekonomi yang besar, ia berharap Pemkab Ciamis maupun pusat memberikan perhatian khusus terhadap budidaya pohon aren.

“Harapannya ada perhatian khusus untuk pengembangan pohon aren di masyarakat. Selain bernilai ekonomi tinggi untuk warga, pohon aren juga sangat bagus untuk menjaga ekologi dan penopang iklim di wilayah kami,” pungkasnya. (Suherman/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |