Hewan yang mengalami menstruasi ialah salah satu fenomena biologis langka di dunia fauna. Karena, menstruasi pada hewan hanya terjadi pada spesies tertentu. Menstruasi ialah siklus ataupun proses keluarnya darah di rahim lewat vagina wanita yang berlangsung setiap bulan. Menstruasi mengindikasi bahwa organ reproduksi dalam tubuh berfungsi normal.
Baca Juga: Jumlah Gigi Kelinci Dewasa dan Perannya dalam Adaptasi Herbivora
Banyak orang mengira menstruasi hanya terjadi pada manusia. Namun kenyataannya, ada beberapa mamalia yang mengalami proses serupa. Binatang yang mengalami menstruasi memiliki mekanisme hormonal dan struktur endometrium mendekati manusia.
Secara ilmiah, menstruasi berbeda dengan siklus estrus. Pada menstruasi, endometrium luruh dan keluar sebagai darah. Fenomena ini telah dibahas dalam berbagai jurnal biologi reproduksi sejak awal abad ke-20.
Kera (Primata Besar)

Kera termasuk fauna yang mengalami menstruasi dengan siklus teratur. Bahkan, spesies seperti simpanse (Pan troglodytes), gorila (Gorilla gorilla), dan orangutan (Pongo pygmaeus) telah diamati secara ilmiah. Penelitian dalam Biology of Reproduction tahun 2004 menyebutkan siklus berkisar 21–37 hari.
Durasi perdarahan pada kera betina berlangsung 2-4 hari. Perubahan hormon estrogen dan progesteron mirip dengan manusia. Masa kehamilan kera rata-rata 6-9 bulan tergantung spesies.
Struktur rahim kera memiliki endometrium yang menebal. Jika tidak terjadi pembuahan, jaringan tersebut akan luruh. Inilah sebabnya kera sering menjadi model penelitian reproduksi manusia.
Monyet Dunia Lama

Monyet dunia lama juga termasuk hewan yang mengalami menstruasi. Kelompok ini mencakup babun (Papio anubis), lutung (Trachypithecus), dan bekantan (Nasalis larvatus). Mereka hidup di Afrika dan Asia.
Menurut Center for Academic Research and Training in Anthropogeny, monyet dunia lama memiliki siklus menstruasi nyata. Siklusnya rata-rata 28-35 hari. Pola hormonalnya menyerupai primata besar.
Pada babun betina, pembengkakan genital sering menyertai fase subur. Namun, perdarahan tetap terjadi jika ovulasi tidak diikuti pembuahan. Hal ini menandakan peluruhan endometrium sejati.
Kelelawar

Kelelawar adalah binatang yang juga mengalami menstruasi paling unik di antara mamalia. Penelitian dalam Biology of Reproduction mencatat setidaknya empat spesies. Salah satunya Carollia perspicillata.
Siklus menstruasi kelelawar buah berekor pendek berlangsung 21-27 hari. Spesies ini hidup di wilayah Neotropis. Masa kehamilan sekitar 4 bulan dengan satu anak.
Spesies lain seperti Glossophaga soricina dan Molossus ater juga mengalami menstruasi. Ovulasi dan menstruasi terjadi berdekatan. Kondisi ini jarang ditemukan pada mamalia lain.
Tikus Berduri

Tikus berduri (Acomys cahirinus) termasuk hewan yang mengalami menstruasi sejati. Penemuan ini terbit tahun 2014 dan diperkuat jurnal Nature Communications. Siklusnya jauh lebih pendek dari manusia.
Panjang siklus menstruasi tikus berduri berkisar 6-10 hari. Durasi perdarahan sekitar 3 hari. Endometrium mengalami peluruhan akibat penurunan progesteron.
Penelitian Nadia Bellofiore dkk. tahun 2018 menyebutkan perubahan histologis mirip manusia. Hal ini menjadikan tikus berduri model penting penelitian medis. Terutama untuk studi endometriosis.
Baca Juga: Punya Tubuh Besar, Begini Cara Gajah Tidur yang Cukup Unik
Tikus Gajah

Tikus gajah atau sengis (Elephantulus spp.) juga tercatat sebagai binatang yang menjalani menstruasi. Informasi ini berasal dari penelitian Prof. C.J. van der Horst pada 1940-an. Observasi berlangsung melalui analisis histologis.
Durasi menstruasi tikus gajah rata-rata 12 hari. Menstruasi tidak terjadi setiap bulan. Peristiwa ini muncul di akhir musim kawin.
Jika betina tidak dibuahi, endometrium akan luruh. Sebaliknya, jika terjadi pembuahan, jaringan rahim berkembang menjadi ruang embrio. Masa kehamilan berlangsung 42–75 hari.
Anjing Betina

Anjing betina (Canis lupus familiaris) sering disalahartikan mengalami menstruasi. Secara ilmiah, perdarahan yang terjadi merupakan bagian dari siklus estrus. Namun dalam konteks populer, anjing juga sering masuk sebagai hewan yang mengalami menstruasi.
Menurut American Kennel Club (2021), siklus estrus berlangsung sekitar 21 hari. Perdarahan terjadi pada fase proestrus akibat peningkatan estrogen. Siklus ini muncul setiap 6 bulan tergantung ras.
Kucing Betina

Kucing betina (Felis catus) juga sering dianggap mengalami menstruasi. Secara ilmiah, kucing mengalami siklus estrus, bukan menstruasi sejati. Namun, dalam beberapa kasus dapat muncul bercak darah ringan.
Menurut Journal of Feline Medicine and Surgery tahun 2013, kucing betina merupakan ovulator terinduksi. Artinya, ovulasi terjadi setelah kawin. Perdarahan ringan bisa muncul akibat perubahan hormon estrogen.
Perbedaan Menstruasi dan Estrus
Tidak semua mamalia mengalami menstruasi. Sebagian besar hanya mengalami siklus estrus. Pada estrus, endometrium terserap kembali oleh tubuh.
Hewan seperti anjing dan kucing memang tidak mengalami menstruasi sejati. Darah yang keluar saat birahi bukan hasil peluruhan endometrium. American Kennel Club mempertegas hal itu.
Binatang yang mengalami menstruasi jumlahnya sangat terbatas. Hingga kini, hanya beberapa primata, kelelawar tertentu, tikus berduri, dan tikus gajah yang mendapat pengakuan secara ilmiah.
Baca Juga: Fakta Tikus Hidung Bintang, Mamalia Pemakan Tercepat di Dunia
Hewan yang mengalami menstruasi menunjukkan kompleksitas reproduksi mamalia. Fenomena ini tidak muncul secara kebetulan. Evolusi dan adaptasi biologis berperan besar. Pemahaman tentang hewan yang mengalami menstruasi membantu dunia medis. Tidak sedikit penelitian kesehatan reproduksi manusia mengacu pada spesies ini. (R10/HR-Online)

3 days ago
13

















































