harapanrakyat.com,- Kabupaten Karawang dan Bekasi, Jawa Barat, kembali terdampak bencana banjir sejak akhir pekan lalu. Akibatnya, ada 38 kecamatan di kedua wilayah tersebut terendam banjir karena intensitas hujan lebat dan tanggul sungai jebol.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, BPBD Provinsi serta BPBD Karawang dan Bekasi bersama petugas terkait sudah melakukan evakuasi kepada masyarakat terdampak banjir.
Berdasarkan informasi yang Herman terima, banjir di Kabupaten Karawang merendam 12 kecamatan, 23 desa, dan ada 3.932 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan di Kabupaten Bekasi, ada 16 kecamatan, 33 desa, dan 4.622 KK yang terdampak banjir.
Baca Juga: Keluhan Korban Banjir Bandang Sukabumi Viral, Dedi Mulyadi Sentil Bupati
“Evakuasi warga sudah, itu jadi prioritas. Yang terdampak di Kabupaten Bekasi ada 16 kecamatan, 33 desa, dan 4.622 KK, lalu di Karawang ada 12 kecamatan, 23 desa, dan 3.932 KK,” terangnya, Senin (19/1/2026).
Herman menyebut, banjir yang melanda Karawang dan Bekasi ini karena intensitas hujan tinggi yang terjadi pada 16 sampai 18 Januari 2026. Kondisi itu bertambah parah ketika ada tanggul Sungai Kalimalang di Kabupaten Karawang yang jebol.
“Kami sudah kirim masing-masing 50 bronjong untuk Kabupaten Karawang dan Bekasi. Kami juga sudah mendirikan dapur umum, masing-masing 85 paket sembako,” kata Herman.
Revitalisasi Sungai Setelah Penanganan Banjir di Kabupaten Karawang dan Bekasi
Herman memastikan, Pemprov Jawa Barat sudah meng-atensi banjir di Karawang dan Bekasi. Oleh karena itu, Pemprov akan melanjutkan revitalisasi dan normalisasi sungai di Karawang dan Bekasi yang menyebabkan banjir.
Baca Juga: KDM Siapkan Anggaran Rp300 Miliar Atasi Banjir dan Longsor di Bandung Raya
“Setelah penanganan banjir, Pak Gubernur sudah minta gerak cepat untuk melakukan normalisasi dan revitalisasi sungai yang menyebabkan banjir. Kabupaten Karawang dan Bekasi sebelum banjir ini sudah menjadi atensi provinsi, tentu kami lanjutkan,” ujarnya.
Meski begitu, Herman tak menampik bahwa revitalisasi dan normalisasi sungai di Kabupaten Karawang dan Bekasi memang tidak mudah.
Namun, ia memastikan Pemprov Jawa Barat akan terus berupaya melakukan hal itu agar Karawang dan Bekasi kedepannya bisa terbebas dari banjir.
“Targetnya Kabupaten Bekasi dan Karawang terbebas dari banjir, sehingga sungai-sungai betul-betul optimal ke depannya,” tandas Herman.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun menyebutkan, sejumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi dan Karawang saat ini masih terendam banjir dengan ketinggian yang variatif. Mulai dari 30 sentimeter hingga 1 meter.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Peringatkan Bandung Bisa Tenggelam, Serukan Pemda Segera Benahi Tata Ruang!
Kendati begitu, banjir yang melanda dua daerah tersebut sudah mengalami penurunan daripada kejadian tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena ada normalisasi dan revitalisasi sungai serta penertiban bangunan liar di Kabupaten Bekasi dan Karawang.
“Ketinggian banjir variatif, ada yang 30 sentimeter sampai 1 meter. Tapi memang ada penurunan ketinggian banjir dari tahun sebelumnya. Karena memang ada upaya normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar,” jelas Teten. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

20 hours ago
7

















































