Ilmuwan Ungkap Misteri Hilangnya Perak Matahari, Kok Bisa?

9 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Penemuan terbaru dari para ilmuwan akhirnya berhasil memecahkan misteri hilangnya perak matahari yang membingungkan ahli astronomi. Bintang pusat tata surya kita ini ternyata menyimpan kandungan logam mulia jauh lebih banyak dari perkiraan. Para peneliti mengonfirmasi bahwa jumlah elemen berat tersebut sejatinya tidak pernah menghilang dari atmosfer bintang panas ini.

Baca juga: Penemuan Bersejarah Atmosfer di Planet Mirip Bumi LHS 1140b

Ilmuwan dari Universitas Uppsala mengembangkan model pengukuran atmosfer surya yang jauh lebih akurat dan realistis sekarang. Selanjutnya, hasil perhitungan mutakhir ini membuktikan adanya lonjakan jumlah elemen logam berkilau itu hingga 55 persen. Angka tersebut sangat sejalan dengan komposisi kimiawi batuan meteorit purba berusia 4,6 miliar tahun.

Penjelasan Ilmiah Misteri di Balik Hilangnya Kandungan Perak Matahari

Sebelumnya, para pakar selalu membandingkan komposisi batuan luar angkasa dengan elemen penyusun matahari secara sangat teliti. Mereka sering menyadari adanya ketidaksesuaian jumlah elemen berat antara kedua objek kosmik purba tersebut pada masa lalu. Kekurangan jumlah logam berharga ini lantas memicu perdebatan panjang di kalangan komunitas peneliti sains astrofisika tingkat global.

Gas hidrogen serta helium mendominasi hampir seluruh susunan material penyusun bintang raksasa penyokong kehidupan dunia tersebut. Kandungan elemen berat seperti karbon maupun besi hanya menyumbang sekitar 1,5 persen dari total massa. Namun, porsi kecil elemen berat ini justru bertindak sebagai catatan fosil penting bagi sejarah tata surya.

Baca juga: Penemuan Mengejutkan Kawah Meteor di Google Maps oleh Warga Sipil

Peneliti bernama Sema Caliskan memimpin studi analisis spektrum cahaya ini menggunakan pemodelan dinamika lapisan luar surya. Kemudian, pendekatan baru tersebut memperhitungkan efek non-ekuilibrium secara cermat saat atom logam berinteraksi dengan partikel cahaya harian. Metode canggih ini mengoreksi kesalahan perhitungan lama yang terlalu menyederhanakan rumitnya kondisi selubung udara bintang kita.

Manfaat Analisis Spektroskopi Bagi Penelusuran Kandungan Elemen Berat Bintang

Alat spektroskopi mampu membaca sidik jari unsur kimia melalui garis serapan gelap pada panjang gelombang tertentu. Bahkan, pengamat dapat mengukur garis serapan ultraviolet yang tidak kasatmata untuk menemukan jejak material berharga di sana. Sistem pembacaan pita spektrum ini merekam interaksi energi cahaya dengan atom logam di atmosfer bintang secara mendetail.

Bintang tata surya kita berfungsi sebagai titik referensi utama bagi penelitian berbagai objek kosmik alam semesta. Pemahaman baru mengenai komposisi kimia surya ini pasti membantu manusia mempelajari evolusi penyebaran unsur berat galaksi. Karenanya, para astronom kelak dapat menerapkan metode spektroskopi serupa untuk menyelidiki karakteristik kimiawi miliaran bintang purba lainnya.

Baca juga: Mass Balance Uji Laboratorium Kimia Otonom di Luar Angkasa

Proses pembentukan unsur logam berat selalu terjadi di dalam inti bintang maupun selama peristiwa ledakan supernova. Material tersebut lalu tersebar luas ke segala penjuru galaksi untuk membentuk generasi planet baru yang berbatu. Penelusuran jejak debu bintang memberikan gambaran utuh mengenai dinamika persebaran elemen pembentuk awal kehidupan di Bima Sakti.

Studi evolusi pembentukan elemen di alam semesta kini menjadi jauh lebih jelas berkat koreksi instrumen pengukuran canggih. Pemecahan misteri tentang hilangnya material perak pada matahari membuktikan pentingnya pengujian ulang terhadap sebuah rumusan teori lama. Di samping itu, eksplorasi luar angkasa akan terus berkembang seiring peningkatan kualitas teknologi pemodelan fisika kuantum masa depan. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |