Investor asing borong saham BBRI seiring pasar saham yang bergerak positif. Minat investor yang borong saham ini mencerminkan optimisme pada sektor perbankan. Pergerakan tersebut sekaligus memperkuat optimisme pelaku pasar dan kondisi ekonomi.
Baca Juga: Analisa Saham Mina Meroket, Bisa Tembus Level 9.000
Masuknya dana asing ke saham BBRI juga sejalan dengan sentimen positif di pasar. Baik dari sisi ekonomi domestik maupun global. Investor asing melihat BBRI sebagai pilihan strategis di tengah penguatan indeks dan stabilnya kinerja sektor perbankan.
Latar Belakang Investor Asing Borong Saham BBRI
Investor asing ramai membeli saham BBRI dengan net buy Rp644,44 miliar awal Januari 2026. Pembelian besar itu menempatkan Bank Rakyat Indonesia sebagai favorit investor global di BEI. Situasi pasar ikut positif setelah IHSG tembus rekor baru di level 9.000. Arus modal positif dan tren bullish mendorong minat asing pada saham bank BUMN.
Volume dan Nilai Transaksi
Angka pembelian bersih mencapai Rp644,44 miliar. Capaian tersebut menempatkan saham ini di posisi teratas seluruh bursa. Performa tersebut melampaui transaksi ANTM Rp627,9 miliar serta ASII Rp489,8 miliar. Lonjakan pembelian memberi sinyal kepercayaan pasar terhadap prospek jangka menengah.
Profil Pembeli
Terdapat 17 perusahaan asing yang tercatat melakukan pembelian saham BBRI pada awal Januari 2026 dengan total 273.760.873 saham. Invesco Ltd tercatat sebagai pembeli terbesar. Akuisisinya mencapai 106,06 juta saham pada tanggal 8 Januari 2026. Transaksi ini meningkatkan kepemilikan Invesco menjadi sekitar 1,83 miliar saham BBRI.
Analisis Pasar dan Daya Tarik BBRI
Pada pekan yang sama, IHSG naik 2,16% dan menembus angka psikologis 9.000. Sepanjang periode itu, dana asing mencatat pembelian bersih pasar mencapai sekitar Rp2 triliun. Arus modal luas tersebut mengalir ke banyak saham unggulan dengan BBRI sebagai tujuan utama.
Kinerja dasar BBRI juga menunjukkan kemajuan berdasarkan data terbaru Januari 2026. Harga saham ditutup di level Rp3.700 per lembar setelah naik tipis 0,54%. Rasio laba terhadap harga berada di kisaran 9,97, tergolong menarik dibanding bank besar lain.
Baca Juga: Kehadiran ETF Emas Syariah dalam Menarik Investor Ritel di Bursa Pasar
Imbal hasil dividen mencapai sekitar 9,34% dengan potensi dividen Rp345 per saham. Nilai perusahaan sangat besar karena kapitalisasi pasar menembus Rp560 triliun lebih. Pada kuartal terakhir, laba bersih BBRI mencapai Rp14,50 triliun dengan kenaikan signifikan. Pendapatan tercatat Rp51,25 triliun, melampaui perkiraan analis yang lebih rendah sebelumnya. Stabilitas keuangan ini tentu saja menarik institusi besar yang menyukai pendapatan rutin dan risiko terukur.
Proyeksi Harga dan Pandangan Analis
Banyak analis menilai prospek BBRI masih cerah dalam jangka menengah hingga panjang. Target harga rata-rata berada di sekitar Rp4.430 per saham dari posisi awal Januari. Perkiraan tertinggi mencapai Rp5.400, sementara estimasi terendah berada dekat Rp3.080. Potensi kenaikan sekitar 20% menjadi daya tarik tambahan bagi investor global.
Baca Juga: Chengdong Divestasi Saham Bumi, Kepemilikan Turun Jadi 5,99 Persen di Akhir 2025
Investor asing borong saham BBRI menjadi indikator kuat arah pasar ke depan. Langkah borong dan masuknya investor asing ke saham BBRI mampu meningkatkan optimisme jangka menengah. Stabilitas saham ini diharapkan berlanjut selama sentimen tetap kondusif. (R10/HR-Online)

2 weeks ago
36

















































