harapanrakyat.com,- Memilih niche konten paling mahal saat terjun sebagai konten kreator di media sosial bisa menjadi pertimbangan sebelum memulai bagi Anda. Pasalnya, tidak semua tayangan video yang diunggah memiliki nilai bayaran yang sama.
Sebagai informasi, satu juta penonton tidak menjamin hasil uangnya setara, terlepas dari apa isi videonya. Sebab, dalam dunia monetisasi media sosial, topik atau niche konten bayaran mahal menjadi penentu utama besar kecilnya pendapatan.
Fenomena ini muncul, misalnya, saat kreator yang membahas topik keuangan dengan 10.000 penonton meraih pendapatan yang setara dengan kreator video hiburan yang mengumpulkan 100.000 penonton.
Perbedaan ini terjadi karena RPM (Revenue Per Mille) atau bayaran per seribu tayangan. Sehingga, memilih ide konten dengan RPM tinggi merupakan strategi cerdas. Ini agar para kreator tidak menghabiskan energi mengejar viralitas tanpa hasil yang sepadan.
Logika Niche Konten Paling Mahal
Perbedaan mendasar antara topik hiburan yang sering disebut receh dan topik mahal terletak pada profil pengiklannya. Sebagai ilustrasi, ketika kreator menghasilkan video komedi umum, penontonnya sangat luas, mulai dari anak sekolah dasar sampai pengangguran.
Baca juga: Cara Memilih Platform Paling Menguntungkan bagi Kreator Pemula agar tidak Bingung saat Ngonten
Namun, kenyataannya pengiklan umumnya justru memasukkan produk berharga rendah, seperti sabun atau permen yang nilai bayarannya kecil. Sebaliknya, kreator yang memproduksi konten spesifik tentang investasi atau otomotif justru menarik penonton dewasa yang memiliki daya beli tinggi.
Karena itu, pihak pengiklan besar seperti bank, perusahaan mobil, atau pengembang properti berani menggelontorkan dana besar. Mereka ingin tampil dalam video tersebut.
Oleh sebab itu, memilih niche konten bayaran mahal sangat dicari oleh pengiklan berduit. Ini karena alasan jauh lebih menguntungkan secara finansial dibandingkan sekadar mengejar viralitas massal.
Tujuh Niche RPM Tinggi Bayarannya
Lantas, topik apa saja yang masuk dalam kategori bayaran iklan tertinggi? Berdasarkan data dari berbagai sumber, setidaknya terdapat tujuh ide niche yang menjanjikan pendapatan paling besar.
Pertama, sektor keuangan dan bisnis, bersama dengan investasi dan saham berada di posisi puncak dan kedua. Alasannya, perbankan dan aplikasi finansial, dalam niche ini sebagai pengiklan utama yang mana memiliki anggaran raksasa.
Selanjutnya di rutan ketiga adalah otomotif. Konten seperti ulasan motor, mobil, atau kiat bengkel menarik pengiklan. Karena harga produk yang mereka iklankan bernilai jutaan hingga ratusan juta rupiah.
Keempat, properti dan real estate menyasar audiens yang berencana membeli rumah atau melakukan renovasi. Kelima, teknologi dan gadget. Pasalnya, pasar laptop dan ponsel pintar selalu mengalami pembaruan setiap tahun.
Keenam, niche kesehatan dan diet. Ini adalah industri yang membuat masyarakat rela membayar mahal demi mencapai kesembuhan atau penurunan berat badan. Dan yang terakhir adalah Home Decor dan DIY (Do It Yourself). Contohnya topik perbaikan rumah yang mana didominasi oleh iklan furniture atau cat tembok.
Pengingat untuk Kreator
Perlu dipahami, memilih salah satu dari tujuh niche konten bayaran mahal tersebut tidak serta-merta menjamin video akan langsung viral seperti video gosip artis. Karena itu, penonton di kategori ini cenderung lebih sedikit. Namun, mereka dikenal sebagai penonton setia dan berkualitas tinggi.
Karena itu, kreator pemula menghadapi tantangan untuk benar-benar menguasai atau bersedia belajar tentang topik yang dibahas. Mereka harus terlihat kredibel di media sosial. Kendati begitu, jika sasaran utama adalah pendapatan yang efisien, yakni kerja minimal dengan hasil maksimal, maka meninggalkan topik umum dan fokus membangun spesialisasi di salah satu niche paling mahal ini merupakan keputusan yang paling tepat. (Muhafid/R6/HR-Online)

2 hours ago
3

















































