Pelabuhan Muara Jati Cirebon atau Pelabuhan Cirebon sempat mengalami masa kejayaan, sebelum akhirnya sepi seperti sekarang. Dahulu, pelabuhan ini merupakan tempat nelayan kecil yang kemudian berkembang menjadi pelabuhan niaga besar. Masa kejayaan pelabuhan berlangsung pada abad ke-14, beriringan menjelang proses berdirinya sebuah kerajaan di wilayah Cirebon.
Baca Juga: Sejarah Desa Gebang Cirebon Menurut Cerita Rakyat dan Pustakawan
Rekam Jejak Perjalanan Pelabuhan Muara Jati Cirebon Sebelum Sepi
Sejak zaman dahulu, Cirebon merupakan wilayah pesisir yang terkenal sebagai kota perdagangan. Pegiat sejarah dan komunitas terkait juga membenarkan bahwa Cirebon memang menjadi pusat perdagangan zaman dahulu, khususnya untuk kebutuhan rempah-rempah. Penjualan rempah-rempah di Cirebon ini sudah berlangsung sejak adanya Pelabuhan Muara Jati sekitar abad ke-14.
Menariknya, dahulu Pelabuhan Muara Jati sempat didatangi oleh tokoh utusan penting dari China, yakni Laksamana Cheng Ho bersama juru tulisnya Ma Hwang. Saat itu, ia datang bersama 62 kapal dengan rombongan sejumlah 27.000 orang. Hal tersebut bisa memberikan gambaran betapa jayanya Pelabuhan Muara Jati pada zaman dahulu kala.
Sudah Ada Sejak Kerajaan Sunda Galuh
Menurut sumber yang beredar, Pelabuhan Muara Jati sudah ada sejak zaman kerajaan Sunda Galuh. Saat itu, Prabu Niskala Wastu Kencana adalah sosok raja yang memimpin kerajaan. Di bawah kepemimpinan raja tersebut, Pelabuhan Muara Jati berhasil menjadi lokasi pelabuhan Internasional milik kerajaan.
Pada masanya, pelabuhan dipimpin oleh sosok bernama Ki Gedeng Sindangkasih dan Ki Gedeng Jumajan Jati. Sementara itu, penguasa wilayah pelabuhan adalah Ki Agung Surawijaya Sakti. Ia masih bersaudara dengan dua sosok yang memimpin Pelabuhan Muara Jati.
Dahulu, tak jauh dari Pelabuhan Muara Jati Cirebon terdapat sebuah dukuh bernama Pasambangan. Lokasi tersebut berhasil menjadi pusat perdagangan internasional. Akhirnya, wilayah ini kemudian menjadi jalur penghubung antara Cirebon pesisir dengan pedalaman. Masyarakat setempat menggunakan Sungai Kriyan sebagai jalur transportasinya.
Bukti Kejayaan Pelabuhan
Bukti soal ramainya Pelabuhan Muara Jati tertulis dalam sebuah naskah Purwaka Caruban Nagari. Naskah kuno tersebut merupakan karya tulis dari Pangeran Arya Cirebon. Berdasarkan naskah, Pelabuhan Muara Jati ramah dikunjungi oleh berbagai bangsa dari mancanegara. Masa kejayaan ini berlangsung sekitar abad ke-15.
Baca Juga: Menguak Asal Usul Gunung Kuda Cirebon dan Tragedi di Baliknya
Dalam sebuah catatan penjelajah dari Portugis bernama Torne Pires pun menyebutkan hal serupa. Catatan tersebut membahas soal ramainya Pelabuhan Muara Jati. Kini, catatan ini terabadikan dalam sebuah buku berjudul Suma Oriental.
Tome Pires menyebutkan bahwa Pelabuhan Muara Jati merupakan lokasi perdagangan yang ramai disinggahi kapal-kapal besar. Transportasi perdagangan ini berasal dari berbagai wilayah. Hal ini tak lepas dari posisi Cirebon sebagai bandar niaga internasional tempat menyalurkan rempah-rempah dari pedalaman Jawa Barat. Kemudian, berlanjut dengan pengiriman rempah-rempah ke berbagai wilayah termasuk Malaka, Eropa, Sunda Kelapa dan lainnya.
Kunjungan Penting Laksamana Cheng Ho
Pada tahun 1416, Laksamana Cheng Ho sempat mengunjungi Pelabuhan Muara Jati Cirebon. Saking ramainya, Kaisar Yung Lo dari Dinasti Ming di China mengutus Cheng Ho untuk berkunjung ke pelabuhan. Kedatangannya tersebut diterima secara langsung oleh Ki Gedeng Juman Jati, Syahbandar pelabuhan.
Lebih lanjut, Naskah Purwaka Caruban Nagari menyebutkan bahwa Laksamana Cheng Ho datang dengan tujuan untuk berdagang porselin atau piring-piring China. Selain itu, ia juga berkeinginan untuk mencari rempah-rempah beserta oleh-oleh khas wilayah Cirebon. Hal ini termasuk berbagai produk oleh-oleh seperti kayu jati, garam hingga terasi.
Dalam sejarahnya, Laksamana Cheng Ho menetap sekitar seminggu bersama pasukannya. Kedatangannya tersebut banyak tercatat di berbagai historiografi lokal.
Kini, bekas Pelabuhan Muara Jati berada di Gunung Jati, Cirebon. Lokasinya sendiri berada di sebelah utara kompleks pemakamanan Sunan Gunung Jati, lebih tepatnya di Astana Gunung Sembung. Sekarang, letak pelabuhan sudah tidak terlihat lantaran banyaknya pemukiman penduduk.
Baca Juga: Sejarah Makam Ki Lobama Cirebon, Sosok Penyebar Agama Islam Sebelum Hadirnya Wali Songo
Sebagai bentuk kenangan atas kedatangan Laksamana Cheng Ho, akhirnya dibangun sebuah patung di Pelabuhan Muara Jati Cirebon. Patung tersebut menyiratkan sosok Laksamana Cheng Ho dengan sosok putih menggunakan jubah khas China dan memegang gulungan kertas. Tepat di bagian bawahnya terdapat tulisan Laksamana H Muhammad Cheng Ho sebagai sosok yang pernah datang ke Pelabuhan Muara Jati Cirebon. (R10/HR-Online)

7 hours ago
12

















































