Jelajah Kuliner Legendaris di Blok M: Dari Gultik hingga Pesona Little Tokyo

5 hours ago 7

Kawasan Blok M, Kebayoran Baru, kini kembali bersinar sebagai pusat gaya hidup dan surga kuliner legendaris di Blok M di Jakarta Selatan. Integrasi transportasi publik seperti MRT menjadi kunci yang menghidupkan kembali denyut nadi wilayah ini. Menjadikannya destinasi favorit lintas generasi, mulai dari pencinta nostalgia hingga anak muda “kalcer”.

Jika Anda berencana menghabiskan waktu disini, terdapat banyak pilihan destinasi ikonik yang wajib masuk dalam daftar kunjungan kamu.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Legendaris Cirebon: Dari Nasi Jamblang hingga Oleh-Oleh Ikonik yang Wajib Dicoba

Daftar Destinasi Kuliner Legendaris di Blok M yang Paling Ikonik

Salah satu daya tarik utama kawasan ini adalah Gulai Tikungan atau Gultik yang telah populer sejak akhir 1980-an. Sebagai bagian dari deretan kuliner legendaris, Gultik menawarkan rasa kuah santan kuning yang kaya rempah dengan harga sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 per porsi.

Tempat ini menjadi titik kumpul favorit untuk nongkrong hingga dini hari di sekitar Jalan Mahakam dan Blok M Plaza.

Selain itu, sisi lain Blok M menawarkan atmosfer otentik Negeri Sakura yang dikenal dengan julukan “Little Tokyo”. Kawasan ini merupakan rumah bagi kuliner legendaris di Blok M bergaya Jepang.

Seperti Kira Kira Ginza yang berdiri sejak 1986, Daitokyo Sakaba yang terkenal dengan Gyutan Don-nya. Serta Izakaya Kashiwa yang menjadi favorit pelajar karena harganya yang terjangkau.

Baca Juga: Eksplorasi Tradisi Mebat di Four Points by Sheraton Bali Kuta: Kolaborasi Kuliner Autentik dan Modernitas

Permata Kuliner yang Melegenda

Blok M juga menyimpan banyak “permata” kuliner yang telah melegenda selama lebih dari setengah abad. Diantaranya sate RSPP (Sate Pak Muri) yang eksis sejak 1964, dan pernah dikunjungi aktor Korea Selatan, Ji Chang Wook.

Kemudian ada RM Sepakat yang merupakan Restoran Padang sejak 1967, terkenal dengan Gulai Gajebo-nya. Ayam Goreng Berkah Rachmat menyajikan ayam kampung asli dengan resep turun-temurun sejak 1960-an. Serta Roti Bakar Eddy, tempat nongkrong legendaris sejak 1971 yang tetap menjadi pilihan utama untuk camilan malam.

Keberagaman kuliner legendaris di Blok M juga mencakup varian mie, seperti Mie Ayam Bakso Dondon dan Bakmi Jhon Sampit (sejak 1995). Bahkan, tren baru seperti Uma Oma Cafe turut memberikan warna dengan menyajikan masakan rumah yang hangat.

Baca Juga: Jelajah Kuliner Khas Kediri: Dari Tahu Takwa Legendaris hingga Sate Ekstrem yang Menggoda

Bagi para pemburu jajanan di waktu fajar, Pasar Kue Subuh yang beroperasi sejak 1960-an menyediakan beragam camilan tradisional mulai dari harga Rp1.000.

Kawasan ini membuktikan bahwa kuliner legendaris di Blok M mampu bertahan di tengah gempuran tren modern karena kualitas rasa yang konsisten. Serta atmosfer nostalgia yang selalu layak untuk dijelajahi kembali. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |