Jika Piala Dunia 2026 Batal, Pakar: Ini Bisa Jadi Bencana Finansial!

1 hour ago 2

‎harapanrakyat.com,- ‎Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta akbar empat tahunan bisa saja batal digelar. Jika itu terjadi, bukan hanya para fans yang kecewa, bahkan FIFA pun disebut bisa kolaps secara finansial.

‎Turnamen yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memang belum dimulai, tapi sudah menyedot perhatian karena berbagai isu non-teknis yang mengancam kelangsungannya. 

Baca Juga: Beda Keputusan dengan Shayne Pattynama, Sandy Walsh Tetap Bertahan di Buriram United

‎Mulai dari ketegangan geopolitik, seruan boikot dari sejumlah negara, hingga kekhawatiran soal keamanan dan imigrasi di AS.

‎‎Namun yang paling mencengangkan adalah peringatan dari para pakar, tentang bagaimana jika Piala Dunia 2026 batal, FIFA bisa bangkrut. 

‎Sementara itu, menurut laporan keuangan resmi FIFA, sekitar 90% dari total pendapatan mereka berasal dari turnamen ini. 

‎Sumbernya? Hak siar global, sponsor raksasa seperti Adidas, Coca-Cola, dan Visa, serta penjualan tiket dan merchandise.‎

‎“Ini bukan sekadar kerugian. Bahkan jika benar-benar batal (Piala Dunia 2026), FIFA sama saja kehilangan miliaran dollar. Belum lagi kehancuran struktur keuangan mereka,” ujar Dr. Stefan Szymanski, ekonom olahraga dari University of Michigan, dikutip dari The Guardian, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga: Bojan Hodak Andalkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx sebagai Pilar Masa Depan Persib

Ancaman Boikot dan Krisis Politik Membayangi Piala Dunia 2026

‎Isu pembatalan ini bukan isapan jempol. Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka menyarankan agar negara-negara Eropa mempertimbangkan boikot terhadap turnamen di AS. 

‎Alasannya? Ketegangan politik global, termasuk isu aneksasi Greenland dan kebijakan luar negeri AS yang dinilai provokatif.

‎Jerman bahkan disebut-sebut tengah mempertimbangkan opsi mundur, sementara beberapa federasi Eropa lain menunggu sikap resmi UEFA.

‎“FIFA harus segera turun tangan. Diam bukan pilihan. Jika mereka tidak bisa menjamin netralitas politik dan keamanan, maka risiko pembatalan akan semakin nyata,” kata Miguel Delaney, jurnalis sepak bola senior dari The Independent.

‎Sementara itu, FIFA sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi soal potensi pembatalan. Namun dalam wawancara dengan Reuters, Direktur Komunikasi FIFA, Bryan Swanson, mengatakan, pihaknya akan mengambil sikap tenang.

‎“Kami mengambil sikap tenang bukan tanpa alasan. Keputusan cepat justru lebih beresiko. Saat ini kami masih memantau kondisi global. Di samping itu, kami juga masih menjalin komunikasi dengan semua pihak yang bersangkutan. Piala Dunia 2026 tetap menjadi prioritas utama kami.”

‎‎Meski terdengar diplomatis, banyak pihak menilai FIFA sedang berada di ujung tanduk. Jika mereka gagal meredam gejolak politik dan menjaga komitmen negara peserta, maka efek domino bisa terjadi, dan itu bisa menghancurkan fondasi finansial organisasi.

Baca Juga: Layvin Kurzawa Pilih Nomor Punggung 3 di Persib, Mampukah Eks PSG Menjawab Ekspektasi Publik?

‎Jika Piala Dunia 2026 benar-benar batal, dampaknya tak hanya dirasakan FIFA. Federasi nasional, klub-klub, sponsor, hingga jutaan fans bola di seluruh dunia akan terkena imbasnya. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |