‎Kapolres Pangandaran Angkat Siswa Berprestasi di Cijulang Jadi Anak Asuh, Jamin Biaya hingga Lulus

1 week ago 21

harapanrakyat.com,- Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan. Ia secara resmi mengangkat Siti Aulia Marlina, siswi kelas X SMK Pasundan Cijulang yang terancam putus sekolah, menjadi anak asuh Polres Pangandaran.

Keputusan ini diambil setelah AKBP Ikrar mendapati kondisi Siti yang memprihatinkan saat menjalankan program Subuh Berjamaah dan Jumat Keliling. Meskipun memiliki prestasi akademik yang gemilang, Siti terkendala masalah finansial untuk melanjutkan sekolah.

Latar Belakang Siti, Anak Asuh Polres Pangandaran

Berdasarkan informasi, Siti Aulia Marlina memiliki latar belakang keluarga yang berat. Sejak bayi, ia ditinggalkan ibu kandungnya, dan sang ayah telah meninggal dunia. Kini, Siti tinggal bersama kerabatnya di rumah kontrakan dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Baca juga: Fokus pada Pengkaderan dan Ekonomi, PCNU Pangandaran 2025-2030 Resmi Dilantik

Ternyata, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat belajarnya. Siti dikenal sebagai siswa cerdas yang konsisten meraih peringkat pertama di kelasnya. Kendala itu muncul saat ia menunggak biaya sekolah dan membutuhkan dana untuk program magang serta kunjungan industri.

“Kami memutuskan untuk mengangkat Siti Aulia menjadi anak asuh Polres Pangandaran. Kami ingin memastikan ia bisa meraih cita-citanya tanpa harus terbebani masalah biaya,” ujar AKBP Ikrar Potawari saat Media Gathering di kawasan Kampung Turis Pamugaran, Selasa (20/1/26).

Ikrar menegaskan, pihaknya bersama jajarannya berkomitmen menanggung seluruh biaya operasional sekolah Siti hingga lulus, termasuk biaya hidup bulanan. “Insya Allah, Siti Aulia tidak boleh putus sekolah. Kami berikan santunan setiap bulan agar ia bisa tetap fokus belajar,” tambahnya.

Baca juga: Warga Sering Keluhkan Kabel Putus, Truk ODOL di Cimerak Pangandaran Akhirnya Ditindak Polisi

Selain program kemanusiaan, Ikrar juga menyinggung aspek kedisiplinan internal institusinya. Terkait isu oknum anggota Polsek Langkaplancar yang diduga melanggar aturan, Kapolres memastikan proses hukum berjalan tegas.

“Polisi adalah pelayan masyarakat yang harus menjadi teladan. Anggota yang melanggar sudah kami amankan untuk diproses secara hukum. Saya harus memastikan disiplin internal terjaga kuat,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh personel polisi untuk menjaga empat etika utama, yaitu Etika Kenegaraan, Kelembagaan, Kemasyarakatan, dan Kepribadian. Ia pun mengajak awak media untuk terus bersinergi menjaga kondusifitas wilayah melalui semangat SETIA (Senyum, Empati, Terpercaya, Ikhlas, Amanah). “Kami membuka ruang komunikasi langsung bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan atau laporan,” pungkasnya. (Mad/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |