KDM Disorot Soal Acara Makan-makan di Gedung Pakuan, Begini Klarifikasinya 

2 weeks ago 33

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM memberikan klarifikasi soal kritikan warganet yang menuding dirinya tidak sejalan dengan efisiensi anggaran karena menyelenggarakan acara makan-makan di Gedung Pakuan, Kota Bandung. 

Salah seorang warganet menyebut Dedi Mulyadi tak sesuai dengan komitmennya soal efisiensi dan penghematan anggaran, khususnya pada pos konsumsi dan kegiatan seremonial di lingkungan Pemprov Jawa Barat.

Menanggapi kritikan tersebut, KDM memberikan klarifikasi melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial.

Baca Juga: KDM Klaim Kas Pemprov Jabar Aman, Tunggakan Proyek Rp621 Miliar Siap Dibayar

“Terima kasih atas koreksinya. Saya senang sama warga yang selalu menyampaikan di media sosial tentang apa yang saya ucapkan dan apa yang saya perbuat,” ujar KDM, dikutip Rabu (14/01/2026).

KDM Tegaskan Acara Makan-makan di Gedung Pakuan Bukan Kegiatan Resmi Pemerintah!

KDM kemudian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah acara resmi pemerintahan. Melainkan peresmian sebuah ruangan atau balai di Gedung Pakuan yang sebelumnya tidak difungsikan.

Ia menegaskan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan pribadi. Ia mengundang rekan-rekan kerjanya sebagai bentuk kebersamaan, tanpa melibatkan agenda resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

“Itu acara pribadi saya. Saya mengundang rekan-rekan kerja saya di Provinsi Jawa Barat, saya undang makan di dalamnya,” terang KDM.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dicap Gubernur Ambisius, Padahal…

KDM juga merinci beberapa menu yang disajikan dalam acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa seluruh makanan yang disediakan merupakan hasil pesanannya secara pribadi. Semua makanan berasal dari berbagai daerah di antaranya goreng kulit dari Cianjur, nasi uduk dari Purwakarta, bakakak ayam dari Subang, bakso dan mie ayam yang ada di kampung halamannya, Lembur Pakuan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh biaya konsumsi dalam acara tersebut ditanggung secara pribadi dan tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. 

“Itu merupakan pesanan saya dan saya yang bayar,” ungkapnya.

Gubernur Jabar menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berkomitmen menjalankan penghematan anggaran dan tidak melakukan pemborosan dana publik. 

KDM menyampaikan bahwa dirinya juga memiliki hak untuk menjamu sahabat atau rekan kerja dengan dana pribadi.

“Secara pribadi boleh dong kalau saya mengundang sahabat saya menyiapkan makan. Dan biayanya saya keluarkan sendiri tanpa menggunakan uang negara,” kata KDM.

Menutup pernyataannya, Gubernur Dedi Mulyadi tetap mengapresiasi masyarakat yang terus bersikap kritis. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari peran masyarakat dalam menjaga akuntabilitas pejabat publik.

Baca Juga: Bantuan Banjir Sukabumi Tak Kunjung Cair, KDM Beberkan Masalahnya

“Hatur nuhun atas informasinya tetap konsisten mengkritisi seluruh tingkah laku saya dalam setiap waktu. Karena itu bagian dari masyarakat yang kritis dan berdaulat,” tandasnya. (Erna/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |