KDM Turun Tangan Kawal Kasus Lansia Tewas Dianiaya di Minimarket Bandung

1 week ago 27

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memastikan akan mengawal proses hukum kasus penganiayaan yang menewaskan seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Bandung hingga tuntas. Pernyataan itu ia sampaikan langsung kepada keluarga korban, menyusul viralnya peristiwa lansia asal Bandung yang tewas setelah dianiaya di depan sebuah minimarket.

Korban diketahui bernama Ade Dedi (62), sementara pelaku inisial DRW (21). Peristiwa itu terjadi pada Selasa dini hari, 6 Januari 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, di depan sebuah minimarket di Jalan AH Nasution, Kecamatan Penyileukan, Kota Bandung.

Kronologi Kasus Lansia Tewas Dianiaya di Minimarket Bandung

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat pelaku diduga melakukan pencurian di minimarket tersebut. Korban bersama pegawai minimarket menegur pelaku, namun teguran itu justru berujung adu mulut. Situasi kemudian memanas hingga pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban di depan minimarket.

Akibat penganiayaan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Warga kemudian membawa korban ke RSUD Ujung Berung dan sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Namun kondisi korban terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, Dedi Mulyadi memperlihatkan momen saat ia berbincang dengan istri korban, Wati, serta anak korban. Dalam percakapan itu, Wati menjelaskan bahwa suaminya dikenal aktif menjaga keamanan lingkungan.

“Usia suami saya 62 tahun. Sehari-hari berdagang jual beli motor dan mobil, dan juga aktif sebagai Linmas,” tutur Wati kepada Dedi Mulyadi.

Baca Juga: KDM Tutup Tambang Parungpanjang Demi Keselamatan, 15.293 KK Bakal Terima Bansos Tahun Ini

Saat ditanya alasan korban berada di minimarket pada dini hari, Wati menjelaskan bahwa suaminya mendapat informasi dari rekan ronda.

“Ada anggota Linmas yang menyusul saat ronda malam. Katanya ada orang yang mencurigakan di minimarket,” ujarnya.

Dedi Mulyadi juga menanyakan lokasi penganiayaan yang dialami korban. Wati menjawab bahwa kejadian tersebut berlangsung tepat di depan minimarket.

“Di depan minimarket itu, Pak,” katanya.

Tidak Ada yang Berani Menolong

Saat ditanya apakah ada warga yang membantu korban ketika kejadian berlangsung, Wati mengungkapkan bahwa meski banyak orang di sekitar lokasi, tidak ada yang berani menolong.

“Orangnya banyak, tapi memang tidak ada yang berani menolong. Kalau lihat di video juga terlihat begitu,” ucapnya.

Wati menambahkan, setelah kejadian tersebut, suaminya langsung koma hingga akhirnya meninggal dunia.

“Setelah dipukul, langsung kritis, tidak sadar, tidak bisa bicara lagi sampai akhirnya meninggal,” ungkapnya.

Dalam percakapan itu, anak korban juga menjelaskan bahwa ayahnya memang dikenal sigap dan selalu siap menjaga lingkungan.

“Bapak sering menangani kejadian seperti itu. Mau jam berapa pun, kalau ada apa-apa, beliau selalu bangun,” kata anak korban.

Baca Juga: Keluhan Korban Banjir Bandang Sukabumi Viral, Dedi Mulyadi Sentil Bupati

Janji KDM Kawal Kasus Lansia Tewas Dianiaya di Minimarket Bandung

Menutup pertemuan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa sekaligus apresiasi atas kepedulian korban terhadap keamanan lingkungan.

“Saya turut berduka cita. Terima kasih, karena masih ada warga Jawa Barat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya,” ucap Dedi Mulyadi.

Ia juga memberikan bantuan kepada keluarga korban serta menegaskan komitmennya mengawal proses hukum hingga putusan pengadilan.

Baca Juga: Keluhan Korban Banjir Bandang Sukabumi Viral, Dedi Mulyadi Sentil Bupati

“Saya akan kawal kasus ini sampai vonis. Saya juga mohon maaf, sebagai gubernur belum bisa memberikan perlindungan terbaik bagi warga,” tandasnya. (Erna/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |