Keluhan Korban Banjir Bandang Sukabumi Viral, Dedi Mulyadi Sentil Bupati

2 weeks ago 30

harapanrakyat.com,– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Sukabumi Asep Japar dan jajarannya usai viral keluhan warga korban banjir bandang yang mengaku belum menerima bantuan.

Keluhan itu muncul dalam video TikTok akun @mey_sha15. Seorang perempuan merekam kondisi rumah dan lingkungan yang rusak parah akibat banjir bandang pada Desember 2024. Lokasi tersebut berada di Kampung Cisarua RT 002 RW 015, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Dalam video itu, rumah warga tampak dipenuhi batu dan tanah sehingga tidak lagi layak huni. Warga pun mempertanyakan minimnya perhatian pemerintah.

Baca Juga: KDM Disorot Soal Acara Makan-makan di Gedung Pakuan, Begini Klarifikasinya 

 “Kampung ieu masih keneh kakeunaan bencana, tapi kunaon teu kenging bantosan nanaon (Kampung ini terkena bencana, tapi kenaapa tiak dapat bantuan apa-apa?),” ujarnya sambil menangis.

Menanggapi video viral tersebut, Dedi Mulyadi memberikan respons melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial. Ia pun meminta pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi segera mendampingi proses verifikasi bantuan bagi warga korban banjir bandang.

“Mohon hari ini tim verifikasi bantuan korban bencana Desember 2024 didampingi, rumah warga rusak dan masyarakatnya sudah teriak di media sosial,” kata Dedi dikutip Rabu (13/1/2026).

Baca Juga: KDM Klaim Kas Pemprov Jabar Aman, Tunggakan Proyek Rp621 Miliar Siap Dibayar

Dedi juga menyindir ketidakhadiran sejumlah pejabat daerah saat tim Pemprov Jawa Barat turun ke lapangan. “Pak asisten duanya meninggalkan tempat dengan alasan menghadiri acara Dekranasda,” sindirnya.

Ia turut menyoroti ketidakhadiran camat di lokasi terdampak bencana. “Coba mana yang lebih penting, Dekranasda atau penanganan bencana?” tegas Dedi.

Gubernur Jabar menegaskan bantuan tersebut tidak membebani anggaran daerah. “Kami tidak meminta kas daerah, ini menggunakan anggaran provinsi dan menjadi kewajiban kita bersama,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dedi mengingatkan pejabat agar mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Dicap Gubernur Ambisius, Padahal…

“Kita diberi gaji dan jabatan untuk melayani rakyat, bukan untuk kegiatan seremonial. Ayo turun ke lapangan,” tandasnya. (Erna/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |