Tanda komplikasi DBD (demam berdarah dengue) bila tidak segera diketahui akan berubah menjadi semakin parah. Banyak kasus demam berdarah memburuk dan berisiko jadi penyebab kematian karena terlambat dalam penanganan tepat. DBD merupakan infeksi akibat virus dengue yang menyerang siapa saja (tidak mengenal usia). Hal ini terutama orang-orang yang tinggal di wilayah tropis Indonesia.
Baca Juga: Kasus DBD di Ciamis Turun, Dinkes Imbau Tetap Waspada!
Tanda Komplikasi DBD
Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Umumnya banyak dijumpai di kawasan tropis maupun subtropis. Kasus ini akan jauh lebih meningkat pada saat musim hujan, karena populasi nyamuk berkembang cepat.
Tanda komplikasi DBD ini sangatlah berbahaya. Jika tidak mendapat penanganan tepat, berisiko pada komplikasi yang berujung kematian. Demam berdarah berkembang dalam 3 fase, yaitu demam (hari ke-3 sampai ke-10), kritis, dan penyembuhan dengan gejala. Perihal tandanya, yakni:
1. Demam Tinggi
Gejala awal adalah demam tinggi (40°C atau lebih) muncul pada hari-3 sampai ke-7 akibat infeksi virus. Berbeda dari demam flu biasa yang naik turun, panas demam berdarah cenderung konstan tinggi dan sulit turun, meski sudah meminum obat antipiretik (penurun panas).
2. Pendarahan Hebat
Gejala yang sudah parah selain muncul bercak merah atau ungu, akan terjadi pendarahan pada gusi saat menggosok gigi, mimisan tidak berhenti, muntah darah, dan juga feses berwarna hitam. Pada kondisi kronis (sangat parah), darah juga bisa keluar lewat urin dan muntahan. Kondisi ini menjelaskan jika ada perdarahan dalam saluran pencernaan.
3. Kebocoran Plasma
Dalam fase lanjutan, jumlah trombosit turun drastis dan menyebabkan cairan plasma keluar lewat pembuluh darah ke jaringan tubuh. Gejala berupa pembengkakan, penumpukan cairan, sampai pernapasan terganggu. Jika kondisi ini terjadi tanpa penanganan tepat, penderita berisiko alami syok DSS (Dengue Shock Syndrome).
4. Nyeri Hebat di Perut
Tanda komplikasi DBD selanjutnya yakni rasa sakit menusuk dan berdenyut hebat yang sering terjadi pada bagian kanan atas perut. Nyeri berlebih, muntah terus-menerus, kehilangan nafsu makan, serta perut tegang jika disentuh.
Baca Juga: Vaksinasi DBD Jadi Senjata Awal Lindungi Anak Sumedang dari Ancaman Nyata
5. Kulit Lembap dan Pucat
Menentukan apakah gejala sudah kronis bisa dilihat dari kondisi kulit. Penderita DBD parah memiliki kulit lebih pucat dari biasanya. Terlihat berkeringat terus-menerus meski tidak beraktivitas.
Tanda ini menunjukkan jika sirkulasi darah memburuk, sehingga tubuh mulai kekurangan oksigen. Jika terjadi pada bayi maupun anak kecil, kulit nampak belang atau “bercak-bercak” pucat.
6. Syok
Ketika tubuh kekurangan cairan akibat plasma darah keluar ke jaringan, mengakibatkan tangan dan kaki terasa dingin walau cuaca panas. Kulit lembab atau berkeringat dingin, terlihat kebiruan di ujung jari maupun sekitar bibir.
Denyut nadi lemah dan cepat bila meraba di pergelangan tangan. Tekanan darah juga turun. Hal ini menyebabkan penderita tampak gelisah, bingung, sulit bicara, bahkan mengantuk berat. Jika tidak segera teratasi, syok berisiko jadi penyebab kematian.
7. Penurunan Kesadaran
Gejala kronis terakhir jika demam berdarah sudah parah, penderita tampak sangat lemas, mengantuk berat, bicara terbata-bata, bahkan kebingungan secara tiba-tiba. Kondisi ini akan cepat berkembang dan berubah menjadi hipotensi hingga gagal jantung jika tidak mendapat pertolongan secara cepat.
Perbedaan Gejala DBD Anak dan Dewasa
Meskipun penyebab demam berdarah berasal dari virus dengue, nyatanya tanda komplikasi DBD tampak berbeda tiap kelompok usia.
- Gejala Anak: Jauh lebih ringan, sehingga kerap dibilang flu biasa. Umumnya alami demam, ruam, dan pegal tubuh. Terkadang tidak menunjukkan gejala jelas yang menjadikan orang tua wajib waspada terhadap perubahan kondisinya.
- Gejala Orang Dewasa: Keluhan terlihat jauh lebih berat, yaitu demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot sendi, sampai pendarahan yang intens. Jika gejala semakin tidak wajar, hal ini menunjukkan komplikasinya semakin parah dan memerlukan pertolongan cepat.
Jangan sampai terlambat! Mengenali tanda demam berdarah sejak dini jadi penyelamat nyawa. Jika orang terkasih alami tanda gejala DBD, segera cek darah untuk mengenali diagnosa lebih cepat.
Baca Juga: Waspada Demam Berdarah di Musim Hujan, Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Hal Berikut
Jika anggota keluarga menunjukkan tanda komplikasi DBD, segera mencari pertolongan medis rumah sakit. Karena gejala awal terjadi secara tiba-tiba, sehingga perlu mendeteksi sedini mungkin. Adanya respon cepat, sangat berarti dan penting mencegah tanda komplikasi DBD yang membahayakan orang terkasih. (R10/HR-Online)

2 hours ago
4

















































