Meski tengah bertakhta di puncak klasemen sementara Super League 2025/2026, awan mendung kritik rupanya masih menggelayuti kubu Persib Bandung. Sorotan tajam tertuju pada produktivitas gol Maung Bandung, yang dianggap belum sepadan dengan status mereka sebagai pemuncak liga. Menanggapi hal tersebut, sang juru taktik Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan kualitas lini depan.
Baca Juga: Bojan Hodak Andalkan Layvin Kurzawa dan Dion Markx sebagai Pilar Masa Depan Persib
Sebagai informasi, hingga pekan ke-18, Persib Bandung memang kokoh memimpin klasemen dengan raihan 41 poin. Namun, ada statistik yang mengusik ketenangan para Bobotoh, yaitu jumlah gol.
Melihat dari catatan, 18 laga yang Persib jalani ternyata baru mengemas 28 gol. Angka ini terpaut cukup jauh, jika dibandingkan dengan Malut United di posisi keempat yang telah membukukan 37 gol. Bahkan kalah dari rival abadinya, Persija Jakarta di peringkat ketiga dengan koleksi 34 gol.
Kesenjangan produktivitas ini, memicu spekulasi mengenai adanya masalah di lini depan Persib Bandung. Namun, Bojan Hodak dengan tegas menepis anggapan bahwa strikernya “mandul”.
“Saya tidak punya masalah dengan kualitas striker. Masalah utamanya adalah cedera,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut saat ditemui awak media di Bandung, Rabu (28/1/2026).
Tantangan Andrew Jung dan Ramon Tanque di Lini Depan Persib Bandung
Secara mendalam, Bojan memaparkan kendala teknis yang dihadapi dua ujung tombaknya, Andrew Jung dan Ramon Tanque. Jung penyerang asal Prancis ini datang ke Bandung dalam kondisi yang kurang ideal. Bergabung setelah kompetisi di Eropa berakhir, ia melewatkan masa pramusim yang krusial bagi kebugaran fisik. Akibatnya, Jung sempat dibekap cedera.
Secara statistik, pemain berusia 28 tahun ini menunjukkan efisiensi tinggi dengan 4 gol dan 2 assist dari 11 laga liga. Sedangkan di kancah Asia (ACL 2), ia sudah mengemas 4 gol dari 6 laga. Total 8 gol telah ia sumbangkan sejauh ini.
Baca Juga: Kurzawa dan Dion Markx Resmi Datang, Formasi dan Lini Pertahanan Persib Bandung Berubah
Berbeda dengan Jung, Tanque justru mengalami kelelahan fisik akibat jadwal padat. Ia hampir selalu tampil dalam setiap pertandingan, yang berdampak pada ketajaman di awal musim. Setelah sempat kesulitan, pemain asal Brasil ini mulai menemukan ritmenya. Ia kini telah mengantongi 3 gol di liga dan 1 gol di ACL 2. Bojan mencatat peningkatan signifikan, di mana Tanque berhasil melesakkan 4 gol hanya dalam tiga laga terakhir.
Fokus pada Penyelesaian Akhir
Bojan optimistis, bahwa grafik performa lini depan Persib Bandung sedang menunjukkan tren positif. Baginya, ketidakkonsistenan mencetak gol musim ini hanyalah persoalan waktu dan proses pemulihan fisik pemain pasca-cedera.
Walau begitu, pelatih berusia 54 tahun ini tidak menutup mata terhadap kekurangan tim. Ia mengakui, bahwa efektivitas di depan gawang lawan tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera diselesaikan.
Baca Juga: Layvin Kurzawa Pilih Nomor Punggung 3 di Persib, Mampukah Eks PSG Menjawab Ekspektasi Publik?
“Kami hanya butuh sedikit waktu lagi, dan situasi ini normal dalam sepak bola. Tentu saja, kami harus terus bekerja lebih keras dalam mengasah penyelesaian akhir di lini depan Persib Bandung,” pungkasnya dengan nada optimistis. (Adi/R5/HR-Online)

17 hours ago
9

















































