harapanrakyat.com,- Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Ciamis, H. Pipin, meminta kepada seluruh pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Ciamis menjaga kualitas menu. Peringatan ini menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan penurunan standar kualitas menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
H. Pipin menegaskan bahwa pengelola tidak boleh main-main dengan program yang menjadi visi besar Presiden Prabowo Subianto ini. Program tersebut bertujuan menciptakan generasi emas, sehingga tidak boleh dikotori oleh praktik-praktik curang. “Kami masih menerima laporan dari masyarakat terkait adanya dapur SPPG di Kabupaten Ciamis yang diduga main-main dengan kualitas menu. Jangan sampai program yang sangat bagus dari Bapak Presiden Prabowo ini dicederai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Jangan Bermain Kualitas Menu Program MBG
H. Pipin menjelaskan bahwa transparansi harga per porsi sudah sangat jelas. Berdasarkan ketentuan, anggaran per porsi MBG bersifat variatif, yakni berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu, tergantung pada kategori usia anak sekolah yang dilayani.
Baca juga: Program MBG Jadi Angin Segar bagi Pelaku Usaha Lokal, DKUKMPP Ciamis: Tangkap Peluangnya!
Ia mengingatkan bahwa penerima manfaat MBG bukan hanya dari kalangan menengah ke atas, tetapi juga masyarakat tidak mampu dan anak yatim piatu. Oleh karena itu, integritas pengelola sangat diperlukan. “Kita minta pemilik dapur SPPG jujur. Jangan main-main dengan kualitas menu, apalagi sampai berani memotong anggaran dari porsi yang sudah ditentukan,” ujar politisi Gerindra tersebut.
Ia juga mengajak para pemilik dapur melalui yayasan sudah mendapatkan keuntungan dari skema sewa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk menjamin kualitas menu SPPG Ciamis, H. Pipin mengimbau masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan ketat di lapangan. Pengawasan ini perlu dilakukan agar kualitas gizi yang sampai ke tangan siswa sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat.
Selain persoalan kualitas, DPC Gerindra Ciamis juga menyoroti dampak ekonomi program MBG bagi warga lokal. H. Pipin menyayangkan masih rendahnya penyerapan hasil bumi asli Ciamis oleh pihak pengelola dapur SPPG.
Baca juga: DPRD Ciamis Berang! Pegawai Dapur MBG Diduga Intimidasi Orang Tua Usai Kritik Menu Balita
Menurut pantauan DPC Gerindra Ciamis, saat ini penyerapan produk pertanian lokal untuk kebutuhan program MBG baru mencapai kisaran 30 persen (tiga puluh persen). Sisanya, pihak SPPG disinyalir masih banyak memasok bahan baku dari pasar-pasar induk di luar wilayah Kabupaten Ciamis.
“Tujuan utama program ini, selain pemenuhan gizi, adalah untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan di daerah. Kami ingatkan pengelola untuk menyerap produk pertanian lokal Ciamis. Jangan sampai petani kita hanya jadi penonton di tengah program besar ini,” pungkasnya. (Fahmi/R6/HR-Online)

5 days ago
23

















































