Dunia digital baru-baru ini dihebohkan dengan kabar selebritas sekaligus kreator konten kuliner, Farida Nurhan, yang berniat menjual saluran YouTube miliknya.
Perempuan yang akrab dengan sapaan Omay ini akhirnya memberikan klarifikasi mengenai unggahan tersebut. Ia juga menyatakan keputusannya untuk pamit dari platform yang telah membesarkan namanya selama hampir sepuluh tahun.
Farida Nurhan Sebut Harga Rp 10 Miliar Hanya Lelucon
Melalui bincang-bincang di podcast “Close The Door” milik Deddy Corbuzier, Farida menegaskan bahwa angka Rp 10 miliar yang ia sebutkan sebelumnya bukanlah harga serius. Ia menjelaskan bahwa nominal tersebut hanyalah sekadar gurauan dalam unggahannya.
Meski demikian, pernyataan untuk berhenti mengunggah konten di YouTube adalah benar adanya.
Langkah ini Farida ambil sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih secara terbuka kepada YouTube sebelum ia benar-benar pergi, alih-alih menghilang secara diam-diam.
Alasan Ekonomi: YouTube Tidak Lagi Menjanjikan
Keputusan Farida Nurhan untuk meninggalkan platform dengan lebih dari 5 juta pelanggan tersebut atas dasar realitas finansial yang berubah drastis. Ia mengaku bahwa penghasilan dari YouTube Adsense saat ini sudah tidak seindah masa lalu.
“Jujur ya Om Ded, sebenarnya saya sudah menyerah. Semenjak 18 bulan yang lalu juga saya sudah tak mau lagi membuat konten makan di YouTube,” ungkap Omay, dikutip Rabu (21/1/2026).
Ia membandingkan masa jayanya yang bisa meraup Rp 350 juta dari satu video. Sementara kini penghasilannya turun hingga tersisa sekitar Rp 18 juta per bulan.
Farida menilai jumlah tersebut tidak mencukupi untuk menutup biaya produksi yang tinggi. Seperti upah videografer, editor, hingga biaya konsumsi yang mencapai belasan juta rupiah per bulan. Kondisi ini ia gambarkan sebagai situasi “lebih besar pasak daripada tiang”.
Baca Juga: Ria Ricis Foto Bareng Pria di Media Sosial Sukses Bikin Warganet Geger
Fokus ke TikTok dan Facebook Demi Keuntungan Lebih Besar
Setelah mempertimbangkan keputusannya selama 18 bulan, Farida Nurhan memilih untuk mengalihkan fokusnya ke TikTok dan Facebook.
Menurutnya, kedua platform tersebut menawarkan efisiensi modal yang lebih baik dengan hasil yang jauh lebih besar.
Di Facebook, ia mengklaim bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 150 juta per bulan hanya dengan modal kamera ponsel tanpa perlu editor profesional.
Sementara di TikTok, ia melihat tren penonton yang lebih menyukai video pendek, sehingga ia memilih aktif di TikTok Live dan program affiliate yang memberikan omzet menggiurkan.
Kilas Balik Perjalanan sang Mantan TKW
Farida Nurhan bukanlah nama baru di industri konten kreatif. Lahir di Lumajang pada 3 September 1982, ia memiliki latar belakang kehidupan yang penuh perjuangan.
Baca Juga: Atta Halilintar Panen Hujatan usai Sholat di Trotoar Tiongkok
Sebelum sukses menjadi YouTuber sejak tahun 2017, ia pernah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) selama lima tahun, dan menjadi broker properti selama satu dekade.
Dikenal dengan jargon khas “awur-awur emplok”, Farida telah mewujudkan banyak mimpi masa kecilnya melalui YouTube.
Namun, seiring dengan berubahnya tren pasar di mana banyak brand besar mulai beralih ke TikTok, Omay merasa YouTube saat ini seperti sedang “mati suri” bagi para kreator kuliner sepertinya.
Dengan keputusannya ini, Farida Nurhan resmi menutup babak panjang kariernya di YouTube untuk memulai lembaran baru di platform video pendek. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 week ago
96

















































