Kisah Pemuda Ciamis di Pengajian Gus Iqdam Bikin Terenyuh, Tanggung Hutang Orang Tua yang Meninggal

2 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Seorang pemuda asal Ciamis di pengajian Gus Iqdam membuat pengunjung yang hadir pada acara rutin Majelis Ta’lim Sabilu Taubah setiap Senin malam terenyuh. Pasalnya, pemuda yang diketahui bernama Romadhoni (26) mengungkapkan kegundahan hatinya selama ini setelah ayahnya meninggal dunia. 

Seperti yang dilihat dari live streaming akun YouTube Gus Iqdam Official yang diunggah Senin (19/1/26), usai memberikan kesempatan bicara salah satu jamaah, Gus Iqdam kemudian seperti biasa berdialog secara bergilir dengan orang-orang yang hadir di majelis yang ada di Blitar, Jawa Timur itu.

Baca juga: Mendadak Muncul di Pengajian Gus Iqdam, DJ Panda Jadi Sorotan!

Ketika ada yang menyebutkan nama Ciamis, Gus Iqdam sempat tak percaya ada salah satu jamaah yang berasal dari Ciamis. Apalagi sengaja datang menggunakan sepeda motor. “Apa ini yang semalam dengan saya pakai bahasa Jawa. Oh ngapak Ciamis? Ora ngapak ora kepenak,” kata Gus Iqdam.

Pemuda Asal Ciamis Curhat di Pengajian Gus Iqdam

Tidak berselang lama, Romadhoni mengenalkan diri dan menjelaskan kedatangannya ke majelis tersebut bersama adiknya. Bermodalkan bekal Rp 500 ribu menggunakan sepeda motor bebek, ia mengaku sedang pusing dan ingin menyegarkan pikiran dengan jalan-jalan. Baru kemudian ia mencoba ikut pengajian di majelis tersebut karena kata orang bisa mendapatkan ketenangan menjalani hidup. 

Ia mengungkapkan kesulitan hidup yang selama ini dilalui. Sejak usia 19 tahun, ia diberikan tanggung jawab bersama orang tuanya untuk melunasi hutang sebesar Rp 350 juta. Setelah 3 tahun, sudah bisa lunas 320 juta. Namun saat ayahnya sakit, meminjam lagi untuk berobat, memperbaiki rumah dan menutupi hutang ke orang di desa yang berbunga-bunga. 

Baca juga: Terlilit Hutang, Seorang Pemuda di Maleber Ciamis Nekat Akhiri Hidup

Sementara ibunya, saat ini bekerja sebagai pembantu di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan adik-adiknya. Jika kurang, ia yang harus menutupi kebutuhan ketiga adiknya yang di pesantren, yang usia 4,5 tahun dan 12 tahun. 

Di sela-sela Gus Iqdam memberikan wejangan agar ia tetap sabar serta memperbaiki ibadah sholat dan mengamalkan sholawat nariyah sebanyak 41 kali setiap selesai ibadah sholat fardhu, Romadhoni pun kembali mengungkapkan perasaannya yang sudah capek. Sebab, kerjanya selama ini hanya untuk membayar hutang orang tuanya. 

Dengan kalimat yang penuh emosional dari Romadhoni, Gus Iqdam pun kembali menimpali pemuda Ciamis tersebut dan ingin memastikan ia hafal sholawat nariyah. Lalu meminta agar Romadhoni melantunkan sholawat tersebut. Saat melantunkan sholawat yang diiringi para jamaah, tangis Romadhoni pun pecah sambil mengucapkan dengan nada bergetar.

Kemudian, Gus Iqdam meminta agar pemuda tersebut setelah pulang dari Blitar untuk bekerja lagi seperti biasanya dan fokus melunasi hutang orang tuanya. Selain itu, Romadhoni diminta agar meminta maaf kepada pemberi hutang dan meyakinkan bahwa hutangnya akan dilunasi. 

Motivasi dari Kisah Nabi

Mendengar kisah pemuda Ciamis di pengajian itu, Wakil Bupati Blitar H. Beki langsung memberikan bantuan Rp 14 juta. Selanjutnya, jamaah asal Kalimantan Tengah menambahi Rp 6 juta. Sehingga total keseluruhan Rp 20 juta untuk membantu Romadhoni membayar hutang dan memperbaiki dua mobil ledoknya (mobil diesel) yang rusak agar bisa bekerja lagi. 

Dari gambaran kehidupan pemuda tersebut, Gus Iqdam mengingatkan Nabi Muhammad SAW pernah mengalami masa-masa sulit yang terkenal dengan sebutan Amul Huzni atau tahun kesedihan. Saat itu, Siti Khadijah istri Nabi dan pamannya Abu Thalib wafat. Di sisi lain, tekanan perlawanan dari kaum Quraisy semakin meningkat. 

Namun di tengah kesedihan itu, Allah SWT kemudian memberikan hadiah sebagai pelipur lara Nabi berupa Isra Miraj. Dalam perjalanan itu, Nabi Muhammad selain bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, juga bertemu langsung dengan Allah SWT. 

Baca juga: Profil Gus Iqdam, Pendakwah Muda yang Hadiri Acara Soimah

Tak hanya itu, Gus Iqdam juga mengajak agar tidak tamak atau mengharap pemberian orang lain dengan bekerja keras dan secara perlahan memperbaiki ibadah kepada Allah SWT. Bahkan ia meyakinkan akan datang rezeki yang tidak disangka-sangka ketika melaksanakan perintah agama dan menjauhi larangan-larangannya. Selain itu, ia juga menganjurkan bekerja dengan cara yang halal. 

Dari bantuan yang didapat itu, Gus Iqdam juga menegaskan sejatinya datang dari Allah dan jangan sampai para jamaah tamak. Pemuda dari Ciamis itu juga diingatkan jangan frustasi dengan keadaan tersebut, apalagi berpikir untuk melakukan tindakan yang negatif. Sebaiknya, kondisi tersebut diniatkan sebagai bentuk tirakat atau laku prihatin dan juga ibadah. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |