Kota Banjar Gandeng Investor untuk Penataan Kabel Optik dan PJU

2 weeks ago 26

harapanrakyat.com,- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Banjar, Jawa Barat, menyebut pemerintah kota tengah menjajaki kerjasama strategis dengan pihak swasta terkait penataan infrastruktur kota. Dalam hal ini fokus pada penataan kabel optik dan PJU (Penerangan Jalan Umum).

Kerja sama dengan skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) tersebut fokus pada dua sektor utama. Yakni, efisiensi PJU dan penertiban kabel fiber optik yang kian semrawut.

Kepala Diskominfo Kota Banjar, Asep Mulyana mengungkapkan, saat ini sudah ada dua proposal kerja sama yang diajukan oleh pihak investor (CV. Lintas Satu Visi) melalui skema KPBU.

Biaya Penataan Kabel Optik dan PJU di Kota Banjar

Investor ini nantinya akan melakukan investasi di sektor penataan dan penertiban jalur telekomunikasi udara mengganti dengan konsep tanam. Sehingga pemasangan jaringan telekomunikasi tidak mengganggu keindahan tata ruang kota.

Baca Juga: Diskominfo Kota Banjar Pantau Akses Internet, Sisir Pengguna Judol

Pengerjaan proyek tersebut tidak akan membebani APBD. Karena biayanya murni menggunakan modal investasi dari pihak ketiga atau investor.

“Kegiatan ini tanpa melibatkan APBD untuk saat ini. Karena memang 100 persen biayanya dari investor,” kata Asep Mulyana kepada awak media, Rabu (14/1/2025).

Lanjutnya menjelaskan, untuk penertiban jalur telekomunikasi tersebut, pihak investor akan berperan menyediakan fasilitas bawah tanah guna mengalihkan kabel optik dari udara ke darat.

Seluruh proses dan tahapan untuk melakukan penataan kabel optik dan PJU, mulai dari Feasibility Study (FS) hingga Detail Engineering Design (DED), menjadi tanggung jawab investor sebagai inisiator.

“Nah, ini yang akan digarap oleh investor, mulai dari FS dan DED ini menjadi tanggung jawab investor. Dalam hal ini, investor yang menjadi inisiator untuk kerjasama,” jelas Asep Mulyana.

Kerjasama Pengelolaan PJU

Adapun kerjasama terkait pengelolaan PJU tujuannya untuk menekan biaya operasional yang selama ini dibayarkan pemerintah ke PLN akan dikelola supaya lebih efisien.

Dengan teknologi yang ditawarkan investor, penggunaan daya akan jauh lebih efisien sehingga memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah.

“Rata-rata setahun kita mendapatkan pajak dari sektor ini sekitar Rp 9 miliar, dengan beban pembayaran ke PLN sekitar Rp 4 miliar lebih. Nah, yang Rp 4 miliar ini akan kita upayakan agar lebih efisien lagi melalui teknologi dari investor,” tambahnya.

Baca Juga: Ganggu Estetika dan Bahayakan Warga, Pemkot Bandung Rapikan Kabel Udara

Menurut Asep Mulyana, meski belum membahas besaran dana investasi yang dibutuhkan dalam rencana kerja tersebut, namun banyak keuntungan yang didapat oleh pemerintah kota, salah satunya peluang PAD.

“Besaran investasi masih dalam perhitungan, karena untuk pembangunannya belum kita lakukan pembahasan,” ujarnya.

PJU akan Gunakan Lampu LED

Sementara itu, Direktur CV. Lintas Satu Visi, Ahmad Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya akan melakukan pengelolaan lampu PJU tersebut dengan cara mengganti lampu PJU yang selama ini masih konvensional menggunakan lampu LED.

Dengan konsep tersebut bisa menurunkan daya listrik hingga 80 persen. Dari selisih efisiensi itulah yang nantinya digunakan untuk biaya pengelolaan.

“Secara teknis ini bisa menurunkan daya listrik hingga 80 persen. Dari selisih efisiensi itu yang nantinya kami gunakan untuk biaya pengelolaan,” jelas Ahmad.

Sedangkan, terkait penataan kabel jaringan telekomunikasi, hal itu bukan sesuatu yang baru dan sejumlah daerah di Indonesia sudah banyak yang menggunakannya. Seperti di Bogor dan Bandung.

Baca Juga: Ganggu Estetika Kota, Satpol PP Kota Banjar akan Tertibkan Kabel Fiber Optik Udara yang Semrawut

Adapun terkait realisasi kerjasama tersebut, pihaknya sementara ini masih menunggu Pemerintah Kota Banjar membentuk Tim Simpul Kerjasama PBU.

Meski begitu, pihaknya memastikan akan melakukan pengelolaan PJU terlebih dahulu daripada penataan kabel jaringan telekomunikasi. Karena hal ini membutuhkan diskusi dengan pihak provider.

“Kemungkinan PJU, karena untuk penataan kabel optik kita harus adakan forum diskusi dulu dengan pihak provider. Agar mereka tahu nanti ke depan akan ada penataan dan penurunan kabel optik,” jelasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |