harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR), memastikan tidak akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Program SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) pada tahun anggaran 2026.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kota Banjar, Mustolih, menyampaikan bahwa kondisi ini sangat berbeda dengan tahun 2025.
Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya pemerintah kota berhasil mendapatkan bantuan DAK untuk pembangunan SPAM di enam lokasi, yang terdiri dari tiga lokasi perkotaan (perluasan jaringan perpipaan dan sambungan rumah). Serta tiga lokasi pedesaan berupa sumur bor.
Baca Juga: Pelanggan Non Aktif Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar Capai 2.700 Sambungan Rumah
“Tahun ini kita tidak mendapatkan DAK untuk Sistem Penyediaan Air Minum dari pemerintah pusat,” ujar Mustolih kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).
Nihil DAK Program SPAM 2026, Perumda Tirta Anom Kota Banjar Tetap Optimis
Meskipun DAK tidak tersedia, Direktur Perumda Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, tetap menyatakan optimismenya dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat.
Ia membenarkan bahwa pihaknya tidak mendapatkan bantuan pusat tersebut untuk tahun ini. Namun, Perumda Tirta Anom akan memaksimalkan pelayanan melalui dukungan infrastruktur dari BBWS Citanduy.
Baca Juga: Debit Sungai Citanduy Naik, Perumda Air Minum Tirta Anom Kota Banjar Jamin Kualitas Tetap Terjaga
“Iya, untuk DAK Program SPAM tahun 2026 ini kami tidak dapat. Namun, Insya Allah kami akan mendapatkan program penambahan debit air, atau pembangunan intake dari BBWS Citanduy,” ungkap Fitrah.
Pembangunan infrastruktur intake baru tersebut diproyeksikan memiliki dampak signifikan terhadap distribusi air di Kota Banjar. Kapasitas infrastruktur baru ini diperkirakan mencapai 40 liter per detik yang mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi sedikitnya 3.500 pelanggan baru.
Baca Juga: Komisi II DPRD Kota Banjar Bahas Penyertaan Modal PDAM Tirta Anom, Sarankan Gandeng Investor
Pihaknya berharap peningkatan kapasitas ini menjadi solusi atas tantangan penyaluran air yang ada saat ini. Kapasitas yang berjalan saat ini dapat dialokasikan untuk masyarakat baru menyentuh angka 20 liter per detik.
Oleh karena itu, penambahan kapasitas sangat penting untuk memperluas jangkauan layanan Perumda Tirta Anom. “Selebihnya perlu membuat jaringan baru untuk penyaluran air supaya lebih maksimal,” pungkas Fitrah. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 week ago
23

















































