Kunci Mobil Posisi ACC dan Perannya dalam Sistem Kelistrikan Kendaraan

1 day ago 10

Kunci mobil posisi ACC merupakan bagian penting dalam sistem kelistrikan kendaraan yang sering digunakan namun belum sepenuhnya dipahami. Posisi kunci mobil ini berada satu tingkat setelah LOCK dan sebelum ON, serta memungkinkan aksesoris aktif tanpa menyalakan mesin. Dalam buku Automotive Electrical Systems karya James D. Halderman menyebutkan lebih dari 60% konsumsi listrik saat mesin mati berasal dari penggunaan aksesoris.

Baca Juga: Syarat Duplikat Kunci Mobil Immobilizer, Tidak Sederhana

Penggunaan ACC memberikan kenyamanan, tetapi juga menyimpan risiko jika tidak memahaminya dengan benar. Sistem tetap mengambil daya dari aki 12 Volt meski mesin tidak berputar. Penelitian SAE International tahun 2019 lalu mencatat aki bisa turun hingga 20% kapasitas hanya dalam 30–45 menit penggunaan aksesoris berat.

Kunci Mobil Posisi ACC dan Prinsip Kerjanya

Posisi ACC adalah singkatan dari Accessory yang berarti aksesoris kendaraan. Saat memutar kunci ke posisi ini, arus listrik dari aki akan mengalir ke perangkat non-mesin. Mesin tetap mati dan sistem pengapian belum aktif.

Berdasarkan modul pelatihan kelistrikan otomotif Toyota tahun 2020, tegangan standar pada jalur ACC berada di kisaran 12–12,6 Volt. Tegangan ini cukup untuk menyalakan perangkat elektronik ringan. Oleh karena itu, ACC dirancang hanya untuk penggunaan sementara.

Fungsi Utama Aksesoris pada Posisi ACC

Kunci mobil posisi ACC memungkinkan radio, head unit, charger, dan lampu interior menyala. Beberapa mobil juga mengaktifkan power window dan spion elektrik. Semua sistem ini bekerja tanpa melibatkan ECU mesin.

Menurut jurnal International Journal of Automotive Technology volume 21, konsumsi arus radio mobil rata-rata 3–5 Ampere. Charger USB dapat menarik 1–2 Ampere tambahan. Angka ini terlihat kecil namun berdampak besar jika digunakan lama.

Efisiensi Daya dan Dampaknya pada Aki

Penggunaan ACC terbilang lebih hemat ketimbang posisi ON. Namun tetap terjadi pengurasan aki karena alternator tidak bekerja. Aki hanya mengandalkan kapasitas tersimpan.

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kunci Immobilizer Mobil Tidak Berfungsi

Penelitian Bosch Automotive Handbook edisi ke-10 menyebut aki timbal-asam idealnya tidak dikosongkan lebih dari 50%. Jika sering memakainya di bawah batas ini, usia aki bisa turun hingga 30%. Hal ini menjelaskan mengapa penggunaan ACC terlalu lama berisiko.

Urutan Posisi Kunci Kontak Mobil

Urutan standar kunci kontak mulai dari LOCK. Pada posisi ini setir terkunci dan seluruh sistem listrik mati. Tidak ada aliran arus ke sistem apapun.

Posisi berikutnya adalah ACC yang mengalirkan listrik ke aksesoris. Setelah itu ON atau IG mengaktifkan seluruh sistem kendaraan. Posisi terakhir ST menghubungkan aki ke motor starter hanya beberapa detik.

Risiko dan Peringatan Penggunaan ACC

Kunci mobil posisi ACC tidak disarankan digunakan dalam durasi panjang. Risiko utama adalah aki tekor dan kegagalan start. Melihat data bengkel resmi Honda Indonesia 2023 menunjukkan 18% kasus mogok terjadi akibat aki lemah.

Selain itu, membiarkan kunci di posisi ACC bisa menyebabkan panas berlebih pada modul audio. Beberapa head unit aftermarket tidak memiliki proteksi arus. Hal ini meningkatkan risiko kerusakan komponen.

Arti Warna Kabel ACC pada Sistem Kelistrikan

Sistem ACC terhubung melalui kabel dengan warna tertentu. Kabel merah menandakan arus positif 12 Volt dari aki. Kabel hitam berfungsi sebagai ground atau massa.

Kemudian kabel kuning biasanya menjadi suplai cadangan langsung ke baterai. Kabel biru digunakan untuk power antena atau remote amplifier. Standar warna ini tertera dalam buku Automotive Wiring and Electrical Systems oleh Tony Candela.

Fungsi Kabel ACC dalam Operasional Mobil

Kunci mobil posisi ACC bekerja optimal jika kabel ACC dalam kondisi baik. Kabel ini menyuplai listrik ke perangkat elektronik saat mesin mati. Tanpa kabel ACC, aksesoris tidak akan aktif.

Selain itu kabel ACC berperan menjaga kestabilan sistem kelistrikan ringan. Beberapa kendaraan modern mengintegrasikannya dengan modul BCM. Hal ini memastikan distribusi arus tetap aman.

Hubungan ACC dengan Sistem Pengapian

ACC tidak langsung terhubung dengan sistem pengapian. Namun jalurnya berada dalam satu rangkaian kunci kontak. Kerusakan pada jalur ACC dapat memengaruhi kontak ON.

Menurut jurnal SAE Technical Paper 2020-01-0674, resistansi berlebih pada jalur ACC dapat menurunkan efisiensi kontak. Hal ini memicu panas dan keausan dini. Jangan lupa lakukan pemeriksaan rutin.

Perbandingan ACC dengan Posisi ON dan ST

Kunci mobil posisi ACC hanya mengaktifkan aksesoris. Posisi ON mengaktifkan ECU, pompa bahan bakar, dan sensor. Konsumsi arus pada ON bisa mencapai 20–30 Ampere.

Posisi ST memiliki konsumsi tertinggi. Motor starter bisa menarik arus hingga 150–200 Ampere. Karena itu ST hanya digunakan sesaat untuk menghidupkan mesin.

Praktik Aman Menggunakan Posisi ACC

Sebaiknya, gunakan ACC tidak lebih dari 10–15 menit. Angka ini mengacu pada panduan Vehicle Electrical Safety Manual 2021. Penggunaan lebih lama meningkatkan risiko aki lemah.

Pastikan semua perangkat mati sebelum mencabut kunci. Kunci juga harus Anda putar ke OFF agar tidak tersangkut. Kebiasaan sederhana ini mencegah kerusakan mekanis.

Baca Juga: Kunci Mobil Terendam Air, Jangan Panik dan Simak Solusinya

Kunci mobil posisi ACC memberikan kemudahan akses aksesoris tanpa menyalakan mesin. Namun sistem ini tetap mengandalkan daya aki sepenuhnya. Penggunaan bijak sangat diperlukan. Melalui pemahaman terhadap posisi, fungsi, urutan, dan risiko ACC, umur aki mobil bisa lebih panjang. Pemahaman ini penting bagi setiap pemilik mobil. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |