Mengungkap Peradaban Megalitikum Pasemah Sumatera Selatan, Lebih Tua dari Sriwijaya?

1 week ago 26

harapanrakyat.com,- Peradaban megalitikum di Pasemah, Sumatera Selatan menyimpan jejak masa lalu yang ternyata lebih maju dan dinamis. Batu-batu yang tersebar di wilayah Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang itu menyimpan fakta menarik yang bisa mengubah pemahaman tentang sejarah Indonesia, terutama mengenai peradaban megalitikum.

Sebagai informasi, Pasemah atau Basemah diketahui merupakan Suku Melayu yang mayoritas berada di Sumatera Selatan, terutama di sekitaran Gunung Dempo. Di lokasi tersebut, banyak peninggalan megalitik, seperti arca batu besar, dolmen dan lainnya. 

Baca juga: Asa Pelaku UMKM Festival Perahu Bidar 2025 Palembang di Tengah Perkembangan Teknologi 

Bahkan, adat istiadat di wilayah tersebut masih sangat kuat, hingga penggunaan bahasa Pasemah yang khas masih terjaga dengan baik. Lalu, apa saja fakta-fakta menarik yang ada di kawasan megalitik Pasemah?

Fakta Menarik Peradaban Megalitikum Pasemah Sumsel

Berbeda dengan situs megalitik lain yang cenderung abstrak, seni pahat di Pasemah justru memiliki gaya yang sangat realistis dan ekspresif. Para pemahat kuno di sini mampu menampilkan detail anatomi tubuh manusia, mulai dari kepala hingga kaki dengan proporsi yang pas dan hidup.

Analisis dari pakar seni rupa Institut Teknologi Bandung mencatat bahwa arca di sini memiliki sikap tubuh yang dinamis. Wajah arca seringkali digambarkan menengadah dengan kaki yang ditekuk, seolah sedang melakukan aktivitas atau ritual pemujaan arwah leluhur.

Kecanggihan ini semakin terbukti dengan adanya relief yang menggambarkan penggunaan nekara perunggu dari kebudayaan Dongson, Vietnam. Hal ini menandakan bahwa masyarakat Pasemah bukanlah kaum yang terisolasi, melainkan bagian dari jaringan perdagangan dan pertukaran budaya global yang pesat.

Kemudian, patung-patung tersebut juga bukan hanya sekadar karya seni, melainkan representasi visual dari kosmologi masyarakat Besemah pada kala itu. Setiap guratan pahatan menyimpan makna spiritual yang mendalam sebagai bagian tak terpisahkan dari ritual penghormatan kepada nenek moyang.

Hipotesis Cikal Bakal Sriwijaya

Sementara itu, narasi sejarah konvensional sering menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya dibangun oleh pengaruh kekuatan asing, seperti India atau Tiongkok. Namun, keberadaan peradaban megalitikum Pasemah yang sudah sangat maju menantang teori lama tersebut dengan hipotesis baru yang mengejutkan.

Baca juga: Sejarah Situs Kota Kapur, Jadi Bukti Kehadiran Kerajaan Sriwijaya

Para peneliti menduga kuat bahwa pendiri kemaharajaan maritim tersebut justru adalah masyarakat asli yang turun gunung dari Dataran Tinggi Pasemah. Mereka bermigrasi mengikuti aliran sungai menuju hilir dan kemudian membangun peradaban besar yang kelak menguasai jalur perdagangan laut.

Teori ini didasarkan pada fakta kronologis bahwa peradaban Pasemah berusia lebih tua dan memiliki kebudayaan yang sangat tinggi. Bahkan ada dugaan bahwa pengaruh budaya Pasemah ini menyebar jauh melampaui batas Nusantara hingga ke daratan Asia lainnya.

Legenda Si Pahit Lidah dan Ancaman Tambang

Di luar pandangan ilmiah, ribuan batu ini juga hidup dalam lapisan mitologi masyarakat lokal yang sangat kental. Warga meyakini bahwa arca-arca tersebut bukanlah buatan tangan manusia, melainkan manusia asli yang terkena kutukan sakti di masa lalu.

Tokoh legendaris bernama Serunting Sakti atau Si Pahit Lidah dipercaya memiliki kekuatan ucapan yang bisa mengubah apapun menjadi batu. Legenda ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya orang Besemah yang mendiami wilayah Lahat dan Pagar Alam hingga kini.

Baca juga: Sejarah Pembangunan Jembatan Ampera, Ikon Kota Palembang

Kekayaan sejarah ini sangatlah masif hingga Kabupaten Lahat pernah menerima rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai pemilik situs megalitik terbanyak di Indonesia. Sayangnya, harta karun peradaban ini kini berada di bawah ancaman akibat kepungan aktivitas pertambangan batubara yang masif. Wilayah yang kaya akan peninggalan sejarah ternyata juga menyimpan cadangan energi fosil yang besar di perut buminya. 

Dari gambaran peradaban megalitikum Pasemah ini, menjadi gambaran jejak kejeniusan artistik dan spiritual nenek moyang di masa lalu yang perlu dipelajari sebagai bekal ilmu pengetahuan generasi penerus. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |