Optimalisasi Aset dan Reformasi BUMD, Pemprov Jabar Kejar Pendapatan Rp30,1 T di 2026

1 day ago 8

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mematangkan strategi untuk memenuhi target pendapatan daerah tahun 2026. Reformasi BUMD dan pengelolaan aset strategis menjadi kunci utama dalam mencapai target APBD sebesar Rp30,1 triliun.

Pemprov Jabar pun menyiapkan serangkaian langkah konkret dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah pada tahun anggaran 2026. Salah satunya melalui efisiensi kelembagaan dan penguatan bisnis daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar, Dedi Mulyadi menjelaskan Pemprov akan melakukan konsolidasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Tujuannya agar struktur usaha semakin efektif dan memberikan kontribusi optimal bagi keuangan daerah.

“BUMD akan digabungkan supaya kelembagaannya lebih ideal, sehingga dapat mendorong pemasukan daerah lebih maksimal,” jelas Dedi, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga: Barbequ, Program Kreatif Pemprov Jawa Barat Ubah Barang Bekas Jadi Aksi Kebaikan

Selain membenahi BUMD, Pemprov Jabar juga akan mengelola langsung berbagai aset strategis yang dimiliki daerah serta melakukan renegosiasi terhadap sejumlah kerja sama bisnis yang berjalan.

Tidak berhenti di situ, Pemprov Jabar juga akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh tambahan pendanaan berupa stimulus dan peningkatan dana transfer. Dedi menilai dukungan tersebut selayaknya diberikan bagi Jawa Barat yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Stimulus dana khusus dari pusat wajib bagi Jabar, karena dengan jumlah penduduk terbesar, Jabar ikut menentukan keberhasilan nasional,” ujarnya.

Pendapatan yang Dihimpun Pemprov Jabar untuk Kepentingan Publik

Pendapatan yang berhasil dihimpun nantinya akan dialokasikan langsung untuk kepentingan publik. Termasuk pembangunan infrastruktur unggulan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penanganan kebencanaan dan sosial, hingga penerangan jalan umum (PJU) serta pemasangan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu.

“Anggaran infrastruktur jalan mencapai Rp4,8 triliun, kemudian pembangunan unit sekolah baru mencapai Rp500 miliar, anggaran untuk PJU Rp473 miliar, dan pemasangan listrik gratis bagi masyarakat miskin Rp78 miliar,” terangnya.

Sejumlah proyek infrastruktur prioritas juga disiapkan untuk mengurai kemacetan, khususnya di wilayah industri seperti Bekasi dan Karawang, serta kawasan penyangga Bandung dan Jakarta. Pembiayaan proyek-proyek tersebut akan dilaksanakan dengan skema multi-year pada 2026-2027.

Baca Juga: Almer Faiq Dilantik Jadi Ketua Kadin Jawa Barat, KDM Titip Misi Wirausaha Muda

Menurut Dedi, seluruh strategi ini merupakan bagian dari komitmen Jabar untuk menghadirkan pembangunan yang modern, merata, dan berkelanjutan. “Kita ingin pendapatan meningkat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |