Teka-teki mengenai pelabuhan baru Maarten Paes akhirnya menemui titik terang. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim dingin, kiper andalan Timnas Indonesia ini resmi meninggalkan FC Dallas untuk kembali ke tanah kelahirannya, Belanda, bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam. Namun apakah Paes akan langsung jadi kiper utama Ajax Amsterdam?
Kepastian kepindahan ini ditegaskan oleh pakar transfer kenamaan, Fabrizio Romano, melalui semboyan khasnya, “Here We Go”. Namun, di balik kemeriahan transfer tersebut, muncul sebuah pertanyaan besar di benak publik. Mengapa klub sebesar Ajax begitu gigih mendatangkan penjaga gawang dari kompetisi Major League Soccer (MLS)?
Menurut kabar, Ajax sendiri telah mencapai kesepakatan penuh dengan klub MLS, FC Dallas, untuk memboyong Paes ke Amsterdam. Tidak tanggung-tanggung, manajemen Ajax telah menyiapkan kontrak berdurasi 3,5 tahun yang akan mengikatnya hingga 2029. Durasi kontrak yang panjang ini menjadi sinyalemen kuat bahwa klub tidak memandang Paes sebagai ban serep. Melainkan sebagai pilar masa depan yang diproyeksikan menjadi kiper nomor satu di Johan Cruyff Arena.
Peluang Maarten Paes Jadi Kiper Utama Ajax Amsterdam
Peluang Paes untuk langsung menembus skuad utama terbuka lebar seiring dengan performa lini pertahanan Ajax yang sedang tidak stabil. Saat ini, posisi kiper utama ditempati oleh Vitezslav Jaros, pemain pinjaman dari Liverpool.
Meski telah tampil sebanyak 22 kali musim ini, statistik Jaros tergolong mengkhawatirkan dengan catatan 36 kali kebobolan dan hanya mengemas lima clean sheet. Mengingat statusnya yang hanya pemain pinjaman, Ajax tentu membutuhkan sosok permanen yang lebih tangguh.
Baca Juga: Strategi John Herdman untuk Timnas Indonesia, Pantau Pemain Lokal dan Kualitas Super League
Di sisi lain, kiper veteran Remko Pasveer kini sudah menginjak usia 42 tahun. Faktor usia membuatnya sulit untuk diandalkan secara reguler. Dari tujuh penampilan musim ini, Pasveer telah kebobolan 17 gol tanpa sekalipun mencatatkan laga tanpa kebobolan. Kabar berembus bahwa Pasveer tengah mempertimbangkan untuk kembali ke klub lamanya, Heracles, guna membantu mereka lolos dari zona degradasi.
Sehingga, Maarten Paes dipandang sebagai solusi paling logis secara teknis maupun strategis untuk menjadi kiper utama Ajax Amsterdam.
Kematangan dan Mentalitas Internasional
Datang di usia emas 27 tahun, Maarten Paes membawa bekal pengalaman yang mumpuni. Meski sempat didera cedera pada musim lalu, ia tetap mampu mencatatkan 23 penampilan bersama FC Dallas di Amerika Serikat.
Selain kematangan teknis, statusnya sebagai kiper utama Timnas Indonesia dengan 10 caps, memberikan nilai tambah untuk Ajax Amsterdam. Pengalaman menghadapi tekanan di laga-laga besar menjadi modal penting bagi Ajax yang saat ini tengah berjuang mengejar ketertinggalan dari PSV dan Feyenoord di Eredivisie.
Kehadiran Paes diharapkan menjadi kepingan puzzle yang hilang bagi skuad asuhan Fred Grim. Saat ini, Ajax tertahan di posisi ketiga klasemen sementara Eredivisie dengan koleksi 37 poin.
Walaupun kontrak jangka panjang sudah di depan mata, perjalanan Paes diprediksi tidak akan langsung mulus. Beberapa media di Belanda melaporkan, bahwa Ajax masih berburu satu nama kiper lain.
Baca Juga: John Herdman Terima Kabar Buruk dari Ole Romeny, Ada Apa?
Ada kemungkinan, Paes akan memulai perannya sebagai kompetitor kuat atau opsi kedua sebelum benar-benar mengunci posisi kiper utama Ajax Amsterdam. Namun, dengan situasi internal klub yang sedang transisi, kesempatan bagi kiper kebanggaan Indonesia ini untuk menjadi pilihan utama adalah sebuah skenario yang sangat realistis. (Adi/R5/HR-Online)

2 hours ago
4

















































