Pameran IFBEX 2026, Strategi Dorong Produk Lokal Bandung Naik Kelas Menjadi Ekosistem Waralaba

1 week ago 31

harapanrakyat.com,- Pameran IFBEX (International Franchise and Business Exchange Expo) 2026 bakal berlangsung di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, pada 6 – 8 Februari. Kegiatan ini untuk meningkatkan produk lokal agar menjadi ekosistem waralaba.

Ketua Umum Himpunan Kemitraan dan Peluang Usaha Indonesia (HIKPI), Djoko Kurniawan mengatakan, latar belakang pemeran untuk menggerakkan dan melahirkan waralaba atau franchise produk lokal.

Sebab, total waralaba lokal yang sudah berjalan hanya sekitar 100, sedangkan waralaba dari luar negeri kurang lebih 114.

Atas dasar hal itu, pihaknya bersama PT Myevent Promosindo Asia, KADIN, dan APTIKNAS ingin membuat produk lokal Jawa Barat, khususnya Kota Bandung agar bisa naik kelas.

Baca Juga: Kunjungi Pasar Batununggal, Wali Kota Bandung Dorong Penguatan Pelaku UMKM dan Revitalisasi

“Pameran IFBEX 2026 kami buat agar produk lokal itu bisa naik kelas. Karena yang menasional nggak banyak. Di sini banyak potensi, seperti Batagor, Mie Kocok, dan lainnya. Yang sudah menasional itu Nasi Timbel, tapi itu juga belum banyak waralabanya,” kata Djoko di Kota Bandung, Kamis (15/1/2026).

Pameran IFBEX 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Meski produk memiliki potensi besar untuk menjadi ekosistem waralaba, Djoko mengingatkan agar masyarakat cermat sebelum bergabung dalam kemitraan.

Menurutnya, masyarakat harus mencermati nilai dan kekuatan produk, kantor pusat, legalitas, SOP. Serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang membuat hak maupun kewajiban.

“Kita juga harus melihat penjualan mereka untuk mengetahui apakah presentasi awal sesuai dengan kenyataan atau tidak, dan rekam jejak pemiliknya,” terang Djoko, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Almer Faiq Dilantik Jadi Ketua Kadin Jawa Barat, KDM Titip Misi Wirausaha Muda

Sementara itu, CEO PT. Myevent Promosindo Asia, Karen Wiraraharja mengatakan, melalui pameran IFBEX 2026 pihaknya ingin menjembatani investor dan produk potensial agar ekosistem waralaba terus berkembang.

“Kami tentu ingin mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia lewat ekosistem waralaba hingga brand pendukung bisnis,” kata Karen.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perindustrian, Perdagangan, UMKM dan Koperasi KADIN Jawa Barat, Ian Syarif menambahkan, pameran IFBEX 2026 menjadi penting dalam mencetak wirausahawan.

Sebab, untuk bertransformasi dari negara berkembang ke negara maju, satu diantaranya dengan memperbanyak wirausaha.

“Kita harus melahirkan wirausaha agar Indonesia bisa cepat menjadi negara maju,” ujar Ian.

Baca Juga: Pengusaha di Priatim akan Bertemu dengan Investor Asing di Tepang Juragan Kota Tasikmalaya

Target Investasi Rp 80 Miliar

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), bidang usaha makanan dan minuman menjadi paling banyak yang menjadi waralaba sebesar 47,92 persen.

Kemudian, ritel, kecantikan, pendidikan nonformal, laundry, dan lainnya. Omzet waralaba pada 2024 menyentuh angka Rp 143,25 triliun dengan serapan sekitar 98 ribu tenaga kerja.

Sebagai informasi, IFBEX 2026 di Kota Bandung menargetkan investasi Rp 80 miliar, sama seperti di Kota Surabaya sebelumnya dan 10 ribu pengunjung. Dalam pameran ini IFBEX 2026 menggandeng 70 produk waralaba yang sudah lolos kurasi. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |