harapanrakyat.com,- Kementerian Sosial (Kemensos) memantau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) tahap dua. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul memantau langsung di kantor Pos Indonesia, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (28/11/2025).
Baca Juga: Kemensos Beri Kesempatan Kedua Bagi Warga yang Pakai Dana Bansos untuk Main Judol
Mensos mengatakan, penyaluran BLTS tahap dua ini menyasar kurang lebih 12.285.359 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru. Berdasarkan data yang ia terima, lebih dari 50 persen KPM penerima baru sudah mendapatkan BLTS pada tahap dua ini.
“Saya lihat langsung penyaluran BLTS tahap dua ini. Alhamdulillah lancar, tertib, dan sudah tersalur lebih dari 50 persen. Saya lihat, mereka bersyukur dan tentu akan memanfaatkan bantuan ini,” kata Gus Ipul.
Dalam proses penyaluran BLTS tahap dua, Kemensos berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) provinsi hingga kabupaten/kota agar tidak terjadi antrean KPM baru. Sehingga, KPM baru yang menerima BLTS ini tetap mendapatkan kenyamanan khusus bagi mereka yang sudah lanjut usia.
“Kami koordinasi dengan Dinsos provinsi, kabupaten, dan kota adat menyampaikan informasi kepada KPM. Jadi nggak terjadi antrean panjang,” tuturnya.
Dirut PT Pos Indonesia; Penyaluran BLTS Menggunakan Tiga Pola
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pos Indonesia, Haris menambahkan, proses penyaluran BLTS tahap dua ini menggunakan tiga pola.
Tiga pola itu terdiri dari penyaluran BLTS tahap dua melalui kantor pos, melalui komunitas di lokasi yang KPM sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah setempat. Kemudian terakhir, mengantarkan langsung ke rumah khususnya bagi KPM lansia dan penerima yang sedang sakit.
“Kami salurkan pakai tiga pola. Pertama, langsung di kantor pos, lalu komunitas tapi sudah ada kesepakatan lokasi yang banyak penerima, dan mengantarkan langsung,” kata Haris.
Baca Juga: Mensos Peringatkan Masyarakat Banyak Penipuan Bansos: Harus Waspada!
Berdasarkan data terbaru, pihaknya sudah menyalurkan BLTS tahap satu dan dua kepada 7,6 juta KPM. Haris menargetkan 4,6 juta KPM yang belum menerima BLTS akan terselesaikan pada akhir November 2025.
“Yang sudah tersalur 7,6 juta atau 62,37 persen. Kami targetkan akhir November, 4,6 juta lagi sudah selesai semua,” ujarnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

1 day ago
11

















































