harapanrakyat.com,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan keberhasilan pada pembangunan daerah sangat bergantung pada kolaborasi seluruh unsur pemerintah, termasuk desa. Menurutnya, tidak ada satu pihak yang berjalan sendiri dalam menjalankan pembangunan.
“Ketika ingin membangun suatu daerah itu tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Kepala desa itu tidak bisa kerja sendiri, tanpa ada perangkatnya dan juga kecamatan serta dukungan dari kabupaten. Jadi kalau ingin suatu daerah itu maju, kolaborasi kuncinya,” tegasnya.
Hal tersebut Herdiat sampaikan dalam kegiatan pembinaan dan juga pengawasan pada penyelenggaraan pemerintah desa. Kegiatan yang diikuti 12 desa tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Banjarsari, pada Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Bupati Ciamis Perjuangkan Honorer yang Tersisih dari PPPK Paruh Waktu
Bupati Herdiat dalam arahannya juga menyampaikan, pembinaan dan juga pengawasan ini bukan bermaksud untuk menggurui. Akan tetapi, kegiatan ini dalam upaya untuk membangun kebersamaan serta juga mempererat hubungan kerja antara Pemdes dan juga Pemerintah Daerah.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk silaturahmi serta juga memperkuat sinergi. Pemerintah desa, dan juga kecamatan serta kabupaten itu satu kesatuan yang tentunya tidak bisa dipisahkan,” terangnya.
Baca Juga: Bupati Ciamis Miris Selalu Ada Perangkat Desa yang Terjerat Kasus Hukum
Selain itu, kata Herdiat, pentingnya terhadap soliditas antara pemerintah desa dan juga BPD. Banyak persoalan yang timbul di desa itu awalnya dari kurangnya komunikasi serta juga kebersamaan antar unsur di pemerintah desa.
“Banyak permasalahan di desa itu muncul karena tidak adanya kebersamaan, lalu saling curiga dan juga saling menyalahkan. Padahal Pemdes serta juga BPD itu adalah satu kesatuan, dan tidak boleh untuk berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
APBD Defisit, Bupati Ciamis: Desa Ikut Terdampak
Pada kegiatan itu, Bupati Herdiat juga memaparkan terkait kondisi APBD Ciamis yang mana di tahun 2026 ini alami defisit sekitar Rp 150 miliar.
“Pendapatan asli daerah (PAD) kita itu Rp 374 miliar per tahun. Namun sebagian besar itu terserap oleh rumah sakit, PJU dan juga BLUD. Lalu kalau untuk pembangunan itu hanya Rp 100 miliar,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Ciamis dan ASN Jalani Tes Urine, Komitmen Bersama Perangi Narkoba
Bupati Ciamis menyebut kondisi itu berdampak bagi desa karena berkurangnya anggaran desa, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Maka dari itu, pentingnya dalam kebersamaan dan kehati-hatian dan juga inovasi pada pengelolaan keuangan desa.
“Kalau dulu itu kepala desa bisa kelola keuangan sampai Rp 1 miliar, namun sekarang berkurang cukup jauh. Hal ini tentu berat, maka dari itu kebersamaan dan kolaborasi itu sangatlah penting,” pungkasnya. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

1 week ago
27

















































