Penemuan Fosil Hominid di Maroko Diduga Jadi Leluhur Awal Manusia Modern

2 weeks ago 29

Penemuan fosil hominid di Maroko jadi informasi penting yang menjawab teka-teki selama ini. Lewat fosil tersebut, ilmuwan berhasil mempelajari evolusi manusia yang sebelumnya kurang jelas. Di mana, fosil diduga kuat sebagai akar awal dari garis keturunan Homo sapiens, leluhur manusia modern.

Baca Juga: Badan Geologi Mulai Reparasi Fosil Gajah Stegodon dari Nganjuk Jawa Timur  

Mengungkap Hasil Penemuan Fosil Hominid di Maroko

Berdasarkan penelitian, tim ahli menemukan tiga rahang. Salah satunya milik anak-anak. Ada pula fosil gigi, tulang belakang dan tulang paha yang berada di titik sebuah gua, terkenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko. Kabarnya, gua ini berasal dari periode sekitar 773.000 tahun yang lalu. 

Punya Ciri-ciri Primitif yang Modern

Penelitian yang berlangsung terkait hominid ini cukup menarik perhatian para ahli. Sebab, fosil hominid merupakan hasil temuan pertama di benua Afrika dari periode tersebut. Salah satu penulis penelitian jurnal Nature, Jean-Jacques Hublin menyebutkan bahwa banyak fosil hominid yang ditemukan di Afrika, kurang lebih sekitar satu juta tahun lalu. Sayangnya, setelah adanya lonjakan 500.000 tahun lalu, hampir tidak ada temuan lagi. 

Peneliti kemudian melakukan pemindaian CT dan analisis dari karakteristik fosil. Di mana, data menunjukkan bahwa nenek moyang dengan “mozaik” memiliki ciri-ciri primitif yang lebih modern. Misalnya saja, fosil tidak mempunyai dagu menonjol layaknya Homo sapiens. Namun, gigi dan karakteristik lain cukup mirip dengan spesies Neanderthal

Identifikasi Menggunakan Paleomagnetisme

Tim peneliti menggunakan metode paleomagnetisme yang berguna untuk mengidentifikasi penemuan fosil hominid di Maroko. Metode ini berguna untuk mengidentifikasi perubahan jejak geologis medan magnet Bumi dalam mineral yang memiliki sifat magnetik. Kekuatan medan magnet tersebut berubah-ubah. Terkadang kutub utara dan kadang selatan, saling bertukar posisi. 

Baca Juga: Temuan Fosil Nenek Moyang Kura-kura Hutan Asia Berevolusi di Eropa

Berdasarkan penelitian, mereka menemukan bahwa lapisan tempat fosil bertepatan dengan transisi Matuyama-Brunhes. Transisi tersebut merupakan penanda waktu yang populer terjadi sekitar 773.000 tahun lalu. Fenomena ini merupakan pembalikan kutub paling baru. Ahli geologi dan salah salah satu penulis penelitian dari Universitas Milan, Italia, Serena Perini menyebutkan bahwa teknik tersebut memungkinkan penempatan keberadaan hominin dalam kerangka waktu paling akurat. 

Tiga Spesies Leluhur Manusia Modern

Hasil temuan fosil memberikan wawasan baru mengenai tiga spesies nenek moyang manusia modern. Di antaranya adalah Neanderthal, Denisovan dan Homo sapiens. Homo sapiens sendiri merupakan satu-satunya spesies manusia yang masih ada hingga kini. Sementara itu, peneliti menduga bahwa Neanderthal dan Denisovan telah punah sekitar 40.000 tahun lalu. 

Antonio Rosas, peneliti dari Museum Nasional Ilmu Pengetahuan Alam di Madrid menyebutkan bahwa fosil nenek moyang terakhir yang mirip dari ketiga kelompok manusia disebut sebagai “figura yang sulit dipahami”. Oleh sebab itu, diskusi tentang fosil yang paling menunjukkan momen krusial tentang evolusi ini masih terus dilakukan. Sebab, identifikasi nenek moyang tersebut sangat penting untuk memahami perubahan evolusioner selanjutnya.  

Berdasarkan data genetik, penemuan fosil hominid di Maroko ada sekitar 550.000 hingga 765.000 tahun yang lalu. Mereka ada sebelum terpisah menjadi tiga spesies berbeda. Hanya saja, spesies nenek moyang yang dimaksud dan dimana mereka hidup masih belum jelas. 

Tidak Ada Nama Resmi

Para peneliti memang tidak memberikan nama resmi untuk fosil yang ditemukan di Maroko. Hanya saja, sisa fosil yang ada tergolong mirip spesies lain, yakni Homo erectus. Namun, spesies juga tampak sebagai nenek moyang yang dekat dengan manusia modern. 

Pertanyaan baru kemudian muncul di tengah para pengamat. Jadi, apakah populasi Homo erectus bisa menghasilkan semua spesies? Termasuk manusia, Neanderthal dan Denisovan? Atau apakah ada jalur keturunan yang bisa terlacak dengan melihat adanya berbagai perubahan sepanjang proses tersebut? Terkait hal ini, para peneliti masih membutuhkan studi penelitian lanjutan untuk menjawab berbagai pertanyaan kompleks secara detail. 

Baca Juga: Peneliti Temukan Jamur Lichen Oranye di Atas Fosil Dinosaurus

Berdasarkan data penemuan fosil hominid di Maroko, peneliti membawa beberapa kesimpulan penting. Salah satunya, studi terbaru menyoroti akan pentingnya Afrika sebagai wilayah yang berperan untuk memahami kemunculan manusia modern. Di mana, penemuan fosil hominid di Maroko bisa jadi jalan baru untuk memahami evolusi manusia sekarang ini. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |